
Senja sudah mulai terlihat, Nanda dan Nada sedang menikmati segelas jus dan sepotong kue yang di buat oleh Bi Ningsih.
Keduanya tengah santai di ruang tamu, sambil membuka lembaran-lembaran album foto pernikahan kedua orang tuanya. Sejak pagi Vriska tidak keluar dari kamarnya ia terus muntah-muntah, namun Vriska melarang siapapun untuk menghubungi suaminya. Satu bulan yang lalu Vriska di nyatakan hamil lagi. Kehamilan kali ini Vriska cenderung lebih sensitif. Jika dulu saat hamil si kembar Vriska menjadi wanita yang bar-bar, saat ini Vriska menjadi wanita yang cengeng. Selalu Alan yang menjadi pelampiasannya.
"Lihatlah mami ternyata begitu cantik seperti aku.."ucap Nada sambil menunjuk foto mamanya yang tengah memakai gaun pengantin.
"Cih tingkat kepedeanmu selalu berlebihan.."Nanda mencebik kesal.
"Memang itu kenyataannya.."ujar Nada
Nanda tidak menjawab ucapan Nada, ia malas meladeni adiknya yang beda tiga menit itu.
"Dari banyaknya foto yang terlihat kenapa hanya ada foto Mami, Papi, Opa Brawijaya, Oma Merlyn, Opa Danu, dan Oma Lita. Kenapa tidak satupun foto kita.."tanya Nada sambil kembali membuka lembaran baru.
"Mana ku tau.."jawab Nanda dengan datar, jika Nada terkenal cerewet dan banyak bicara maka Nanda adalah kebalikannya.
"Lihatlah di sini bahkan terlihat sekali banyak makanan,"tunjuk Nada pada foto yang menampakkan berbagai hidangan saat pernikahan Vriska dan Alan berlangsung, "Mereka jahat sekali banyak makanan begitu tidak mengundang kita.."cebik Nada begitu kesal.
Nanda mengerutkan keningnya, "kau tanyakan saja pada Papi.."
"Ide bagus.."serunya
Tidak lama itu Alan terlihat masuk ke dalam rumahnya dengan rasa lelah.
"Kalian sedang apa..?"tanya Alan pada kedua anaknya.
"Lihat foto Papi dan Mami.."ucap Nanda
"Papi dan Mami curang.."sambung Nada, membuat langkah Alan terhenti, ia membalikan tubuhnya kemudian berjalan ke arah putrinya yang sepertinya tengah merajuk.
"Kenapa putri papi bisa berkata begitu.."tanya Alan.
"Dari sekian album foto yang ku lihat tidak ada satupun fotoku dan Nanda, di situ juga banyak makanan enak Papi dan Mami kenapa tidak mengundang kami.."tanya Nada, membuat Alan tergelak.
Alan mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, tidak pernah terfikirkan jika putrinya akan menanyakan hal seperti itu.
__ADS_1
"Sayang saat itu kalian bahkan belum lahir, makanya tidak ada satupun foto kalian di sana."ujar Alan
"Jika memang kalian ingin makanan yang persis seperti di gambar, Papi akan memesankannya untuk kalian, bagaimana..?"sambungnya, Alan berharap kedua anaknya tidak akan bertanya tentang hal yang lebih absur lagi.
Nada terlihat sedang menimang-nimang pikirannya, sedang Nanda hanya terdiam menganggukan kepalanya.
"Baiklah papi,"ucap keduanya, Alan mendesah lega.
"ya sudah sekarang papi ke kamar dulu ya, mandi.."ucap Alan.
πππ
Alan membuka pintu kamarnya terlihat di sana Vriska sedang tertidur pulas dengan wajah pucatnya. Sejujurnya Alan merasa kasihan dengan kehamilan Vriska kali ini, ia terlihat begitu lemah.
Tidak mau mengusik tidurnya sang istri Alan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian Alan sudah keluar dari kamar mandinya, dengan tubuhnya yang segar. Ia mengambil baju ganti di lemari setelah itu ia menggantinya.
"Hubby kau sudah pulang.."tanya Vriska setelah ia membuka kedua matanya.
"Pusing, mual, lemas.."seru Vriska
"perlukah kita ke rumah sakit.."
"tidak, dokter juga sudah mengatakan hal seperti ini biasa untuk ibu hamil bukan.."
Alan menganggukan kepalanya, "Apa ada yang kau inginkan.."tanya Alan
"tidak ada, berbaringlah di sini..."Vriska menepuk sisi tempat tidurnya menyuruh Alan untuk tidur di sebelahnya.
πππ
"Mami are you okey.."tanya Nanda dengan khawatir.
"fine sayang, mami baik-baik saja.."seru Vriska.
__ADS_1
Setelah makan malam si kembar datang ke kamar maminya.
"Mami apa adik bayi menyakitimu.."tanya Nada
"Tidak sayang,"
"Tapi kenapa mami jadi sakit, berarti adik bayi nakal"sambung Nada.
"ish yang nakal itu dirimu, bukan adik bayi.."cetus Nanda
"Sudah jangan bertengkar, nanti Mamimu semakin pusing.."tegur Alan
"Maaf mami.."ucap keduanya
"Mami papi bolehkah Nada bertanya, aku begitu penasaran..."ucap Nada
"apa sayang.."jawab Alan.
"Bagaimana cara adik bayi bisa masuk ke dalam perut Mami.."tanya Nada
Membuat Vriska dan Alan tergelak, keduanya saling melirik untuk memberikan jawaban pada snag putri. Jika tau hal yang akan tanyakan Nada seperti itu, Alan akan mengatkan tidak boleh.
"Sayang, tidak adakah pertanyaan yang lain. Kau akan mengetahuinya nanti saat sudah dewasa. Semua akan ada pelajaran lengkapnya di pelajaran Biologi.."ujar Alan.
"Tapi..."
"Nada jangan banyak bertanya, nanti Mami semakin pusing. Ayo kita keluar..."ajak Nanda , Nanda tau jika sang Papi terlihat bingung dan kesal akan pertanyaan adik kembarnya itu.
"Jangan lagi bertanya hal-hal aneh pada Papi dan Mami, itu urusan orang dewasa kita ini masih kecil tidak boleh tau.."ucap Nanda
"Aku hanya penasaran.."seru Nada sambil berlalu ke kamarnya. Karena memang hari sudah malam. Nanda pun kembali menyusul sang adik.
ππ
ππJangan lupa like, komen, hadiahnya. Mau nambah gak Extra part nya atau sampai sini ajaππ
__ADS_1
ππPengen sih bikin squel tentang cerita ini, kira-kira ada yang minat baca gak, ππ