Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Peringatan


__ADS_3

"Selamat ya Kak Aldo dan Kak Livia"ucap Dinda pada kedua mempelai yang tak lain Aldo dan Livia, di susul pelukan hangat dari Dinda untuk Livia.


"Selamat ya.."ucap Rava setelahnya.


Lalu setelahnya di susul oleh Vinda juga beserta yang lainnya.


Setelah selesai memberi ucapan selamat pada mempelai, Rava dan Dinda saat ini tengah mengobrol dengan keluarganya. Di situ ada mama Dewi, papa Dicky, Kak Vano juga Alisa.


"Cie bentar lagi juga nyusul nie jadi pengantin"kata Dinda meledek Alisa, tentu saja itu membuat Alisa malu.


"Kau ini, membuatku malu saja"sahut Alisa


"Kenapa harus malu, bukankah yang di bilang Dinda benar, sebentar lagi kita akan menikah"ucap Vano sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Alisa, namun langsung mendapatkan cubitan dari Alisa.


"aww.."jerit Vano


"Kau ini tidak tau malu, di sini banyak orang kau bertingkah seenaknya saja."sungut Alisa


"Aku tau.. anggap saja mereka tidak ada begitu kok repot"ucap Vano


Semua yang melihat tingkah keduanya hanya tersenyum senang merasa bahagia. Rava sendiri tidak menyangka jika Vano yang ia kenal tegas dan berwibawa ternyata punya sisi yang lebih hangat bila sedang bersama keluarganya. Ia kurang tau dulu saat masih menjadi sahabat Dinda, Vano adalah orang yang sibuk. Meski kedua keluarga besar itu kerap membuat acara kebersamaan Vano jarang hadir ia selalu sibuk dengan bisnisnya.


Begitu saat ini Rava yang telah menjadi bagian dari keluarga itu, Rava justru jarang datang ke keluarga Dinda. Ingatlah saat dulu Dinda mengajaknya makan malam di rumah keluarganya, Rava justru ada pertemuan dengan klien mendadak, yang berujung kesalahpahaman. Ah mengingat hal itu timbul rasa bersalah Rava untuk Dinda.

__ADS_1


Saat semua keluarga pada sibuk mengobrol bisnis, Dinda memilih untuk mencicipi hidangan yang ada.


"Kau sendirian nona Dinda..?"ucap seorang pria.


Dinda mengernyit bingung padahal ia tidak mengenal pria itu mengapa ia bisa tau namanya.


"oh maaf, kau pasti bingung aku bisa tau namamu, kenalkan nama ku Reno aku rekan bisnis suamimu"ucap Reno sambil mengulurkan tangannya,


Sedang Rava yang melihat interaksi Dinda dan Reno merasa geram, rahangnya mengeras. Rava segera pamit undur dari pada teman-temannya, lalu berjalan ke arah Dinda.


"Sayang, kenapa di sini sendiri.."ucap Rava pada Dinda sambil menarik pinggang Dinda.


Tentu saja Dinda merasa malu juga senang untuk pertama kalinya Rava memanggilnya sayang.


"Aku hanya mencicipi hidangan yang ada ini, oh ya dia bilang dia temanmu.."ucap Dinda sambil menunjuk ke arah Reno.


"Oh ya mungkin aku perlu berbincang-bincang lagi, sayang bisakah kau pergi bergabung ke mama dan papa dulu nanti aku akan menyusulmu"lanjut Rava Dinda pun mengiyakannya.


Setelah kepergian Dinda, Rava menatap tajam Reno.


"Well, kenapa dengan tatapanmu itu tuan Rava" ucap Reno dengan tenang.


"Katakan apa tujuanmu mendekati istriku"ucap Rava penuh penekanan.

__ADS_1


"Hanya ingin berkenalan saja dengan seorang istri pengusaha terhebat di kota ini,"sahut Reno dengan tenang.


Rava merasa geram langsung mencengkram baju Reno "Hey sabar tuan. Kenapa harus marah, aku bahkan belum berbuat apa-apa"lanjut Reno sambil melepas cengkraman Rava.


"Kau fikir aku bodoh, tentu saja aku tau niat busukmu itu. Ku peringatkan padamu, jangan sekali-kali kau dekati istriku, atau aku akan menghancurkanmu"ancam Rava setelah itu pergi.


"Dia fikir aku takut.. tentu saja tidak. Aku hanya ingin bermain-main. Tentu saja sekaligus membalas perbuatanmu padaku dulu"ucap Reno sambil tersenyum penuh makna.


Rava yang telah berada di dekat Dinda segera menarik Dinda. "Ayo kita pulang.."ucap Rava langsung menarik tangan Dinda.


"Tapi kak pestanya belum selesai.."sahut Dinda


"Aku sudah tidak mood.. ayo pulang. Ma pa Ka semuanya aku dan Dinda pamit pulang.."pamit Rava.


Sepanjang jalan Rava dan Dinda hanya terdiam, Rava sibuk dengan pikirannya tentang pertemuannya dengan Reno tadi, entah mengapa ia mempunyai firasat buruk tentang Reno, apalagi saat ini ia tengah tau Dinda. Tentu saja ia takut Dinda akan terancam.


Sedang Dinda bingung dengan perubahan pada diri Rava, ia menyadari mood Rava berubah setelah bertemu dengan temannya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung..


__ADS_2