Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Makan siang


__ADS_3

Hari ini Dinda mulai bekerja di salah satu rumah sakit ternama, saat ini ia telah siap dengan kemeja berwarna navy juga celana hitam polos rambut di kuncir kuda tampak sangat cantik, dengan make up yang natural.


Ia memutuskan untuk membawa mobil sendiri, tadi Alan memang menawarkan untuk mengantarkannya, tentu saja Dinda menolak tidak enak bukan dia harus merepotkan Alan terus, apalagi mengingat hari ini hari senin tentu saja pasti Alan banyak kerjaan di kantornya.


Tiba di rumah sakit, ia segera memarkirkan mobilnya, lalu masuk ke dalam rumah sakit menemui pengelola rumah sakit tersebut, setelah itu ia di antarkan ke ruangan di mana ia akan bekerja.


Hari pertama kerja tentu saja ia akan langsung praktik.


*****


" Dengan ibu Weni ya, Ada keluhan apa pak bu, bagian mana yang sakit" tanya Dinda setelah pasien yang akan ia tangani masuk .


"Ini dok tadi pagi istri saya jatuh dari tangga, lalu kepalanya agak robek sedikit darahnya keluar terus.."ucap sang pria, suami wanita tersebut. Sementara sang wanita tampak meringis menahan sakit.


"Baiklah.. mari ibu silakan berbaring biar saya priksa.. biar saya lihat lukanya.." ucap Dinda setelah memeriksa tensi darah lalu meriksa luka di kepala Bu Weni.


"Ini lukanya harus saya jahit ya pak bu karena kalau tidak darahnya tidak akan berhenti mengalir." ucapnya kembali sementara sang pasien hanya mengangguk pasrah saja.


Seteleh itu menyuntikan obat bius ke luka di kepala sang pasien Dinda beralih menjahit, dengan di bantu oleh sang asisten tentunya. Tampak sang pria tengah mengernyit merasa ngilu kali ya.. Akhirnya proses menjahit pun selesai.


"Ini saya kasih resep, mungkin nanti setelah obat biusnya habis itu akan terasa nyeri, jadi nanti di minum obatnya ya bu, obatnya bisa di tebus di apotik rumah sakit ini ya. Untuk 3 hari kedepannya harap datang kembali saya akan mriksa lukanya apa sudah kering apa belom, jika sudah saya akan melepas jahitanya.." terang Dinda


"Terimakasih Bu dokter kalau gitu saya dan istri saya permisi dulu.." pamit sang suami Bu Weni.


******

__ADS_1


Waktu menunjukkan jam makan siang,, waktunya Dinda istirahat.. Tiba-tiba handphone nya berdering tanda telp masuk dari Alan tanpa menunggu lama ia segera mengangkatnya..


Aku sudah di depan, keluarlah kita makan siang bareng baby..Aku tau kau pasti belom makan..-Alan


Setelah itu ia memutuskan panggilannya tanpa menunggu jawab Dinda..


"Benar-benar pemaksa, aku bahkan belom jawab apa-apa sudah di matikan saja.." gerutus Dinda sambil berlalu menghampiri Alan.


*****


Saat ini Alan juga Dinda sedang makan siang di salah satu restoran, saat sedang makan tiba-tiba ada seorang memanggilnya.


"Dinda..." Ucap seseorang itu.


"Tante Imel.." sahut Dinda tak kalah kagetnya bisa bertemu dengan mama Rava.


"Kau apa kabar nak, lama sekali kita tidak bertemu, tante kangen sekali sama kamu, kau sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik juga dewasa.." ucap Imel


"Aku baik-baik saja tante, tante sedang apa di sini.. Duduklah tante.."sahut Dinda setelah itu Imel pun duduk mereka terus mengobrol heboh sampai lupa dengan seseorang hampir lupa dengan seseorang yang di depannya.


"Dinda em dia siapa.." tanya Imel


"Em kenalin saya Alan tante pacar Dinda.." ucap Alan menjabat tangan Imel.


"Oh kau sudah punya pacar nak.." tanya Imel dan hanya di jawab senyum dan anggukan oleh Dinda.

__ADS_1


Ku kira Dinda belom punya kekasih, sayang sekali, aku ingin sekali Dinda jadi menantuku menjadi istrinya Rava, hah sampai kapan Rava akan bersikap begitu acuh pada perempuan.


"Tante apa kabar.. keluarga tante pada sehat kan.. Om, kak Rava, Luna juga sehat kan. Pasti kak Rava sudah punya anak yang lucu ya tante.." tanya Dinda


"Om dan tante baik dan sehat nak. Hah Luna sudah meninggal satu tahun yang lalu beserta anak yang di kandungnya Din.. Dan kalau Rava sempet hampir stres dia berdiam diri di rumah beberapa bulan.."Jelas Imel membuat Dinda syok .


"Aku turut berduka cita tante.." ucap Dinda


"Tante kira kau belom punya pacar, tante ingin menjodohkanmu dengan Rava.." ucap Imel


"tenang.. tante hanya bercanda kok.."ucapnya kembali . Setelah melihat expresi kaget Dinda juga Alan yang tampak kaget..


"Mungkinkah apa yang aku takutkan akan terjadi.. Sejauh ini aku belom memenangkan hati Dinda.."ucap Alan dalam hati


.


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2