
"Kak..... hari ini jadi pergi terapi nya"Mia
"Ya.... sayang. Kamu temani kakak.... "Langit
"Kalau gitu Mia mandi dulu... "ucap Mia sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Mia..... kakak juga mau mandi"teriak Langit ketika Mia mencapai pintu.
"Oh... jadi kakak yang mandi duluan"tanya Mia
"Nggak.... maksud kakak mau mandi berdua, Mia yang mandiin kakak"jawab Langit sambil cengengesan.
"Nanti yang ada telat pergi terapinya kalau mandi berdua"Mia ngerti maksud Langit mengajaknya mandi bareng.
"Yuk... kakak mau mandi bareng"Langit berjalan kearah Mia dibantu dengan tongkat penyangganya.
Mia akhirnya menuruti kemauan Langit. Karena ia tak tega menolak keinginan suaminya. Ia kasihan melihat suaminya yang agak susah berjalan. Mandi pun akhirnya selesai setelah satu jam.
"Udah jam berapa nih nanti telat lagi terapinya. Kakak sih pakai ngajak mandi bareng"gerutu Mia sambil berpakaian.
Langit telah berpakaian dibantu Mia. Ia memperhatikan istrinya memilih baju. Mia memakai kaus putih dipadu jaket oranye dan rok lipit pendek.
"Yuk kak berangkat... dah telat nih"ujar Mia
Langit diam memperhatikan Mia....
"Ayo kak nanti telat..."Mia mendekat ke Langit yang masih duduk di tepi ranjang.
"Kamu mau temani kakak dengan pakaian gitu"Langit membelalakkan matanya kearah Mia
"Emang kenapa dengan pakaian Mia"ucap Mia sambil melihat pakaian yang dikenanya
"Kakak nggak suka Mia memakai rok pendek. Seperti anak remaja aja. Yang boleh lihat tubuh Mia hanya kakak. Ganti ama rok yang selutut atau celana panjang"ujar Langit.
"Whatt...... biasanya Mia juga pakai rok pendek kayak gini"Mia
"Mulai hari ini nggak boleh pakai rok yang memperlihatkan paha Mia. "Langit
"Napa nggak suruh Mia pakai sarung aja"ucap Mia kesal.
__ADS_1
"Kalau Mia mau.... itu lebih baik"ucap Langit datar
"Ih.... kakak nyebelin banget. Dari dulu gaya pakaian Mia ya gini. Berarti semua rok Mia yang pendek di buang"gerutu Mia
"Ya.... nanti kita ke mall sehabis terapi. Beli rok yang selutut atau celana panjang aja"Langit
Mia mengganti pakaian nya sambil ngedumel. Langit melihat sikap istrinya hanya dengan tersenyum.
"Gini.... baru kakak senang"ucap Mia setelah mengganti pakaiannya
"Gitu kan tambah manis... "ucap Langit.
"Ih... apa nya yang tambah manis"lirih Mia
Ia berjalan duluan tanpa menunggu Langit berdiri.
Langit yang mendengar ucapan Mia,langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Kakak cemburu melihat orang orang selalu memperhatikan kamu kalau Mia berpakaian seperti tadi"ucap Langit sambil meletakan dagunya dipundak Mia.
"Kakak.... siapa yang mau ama Mia. Mia ini bukan anak gadis lagi kak,udah tua. Masih banyak gadis yang jauh cantik dari Mia untuk diperhatiin"Mia
"Itu kan cuma gombalannya kakak.... Mana ada laki laki yang mau ama istri orang"ucap. Mia
"Banyak.... salah satunya Alex"Langit
"Kok sampai bawa bawa pak Alex sih. Yuk kita berangkat, dah telat nih. "ucap Mia menggandeng lengan Langit.
##################
Mia memperhatikan Langit yang mencoba berdiri dan berjalan perlahan tanpa bantuan apapun.
Beberapa Langit mencoba, dan beberapa kali pula ia terjatuh. Mia ingin membantunya. Tapi dokter melarang. Biar Langit berusaha sendiri agar cepat kakinya pulih.
Mia pamit ke kamar mandi. Ia tak mau Langit melihatnya menangis. Ia tak tega melihat Langit yang berusaha berjalan.
"Kak.... gimana sakit yang kakak rasakan ketika pertama cedera. Sekarang aja kakak bilang udah jauh ada kemajuan, tapi Mia tak sanggup melihatnya. Mia tak sampai hati melihatmu berusaha berdiri. Semoga Allah memberikan kesembuhan buat kakak secepatnya"lirih Mia di kamar mandi
################
__ADS_1
Langit mengajak Mia pergi ke mall dan makan siang disalah satu restoran disana.
Mereka memilih menu steak sebagai santapan. Begitu pesanan mereka telah dihidangkan, Langit memotong daging steak menjadi potongan kecil agar Mia mudah menyantapnya.
"Mia.... kenapa nangis sayang"ucap Langit ketika menyodorkan steak melihat istrinya menangis.
"Kak.... Mia senang banget kakak kembali. Kakak selalu manjain Mia. Ketika kakak pergi Mia selalu ingat kakak kalau lagi makan steak"ucap Mia sambil menyandarkan kepalanya dibahu Langit.
"Sayang... melayani dan memanjakan kamu itu udah kewajiban kakak sebagai suami"Langit mengusap kepala Mia
"Mau kakak suapin makannya"Langit mengambil potongan daging dan menyuapkan ke mulut Mia.
"Kakak.... kakak harus janji tak akan ninggalin Mia lagi. Kemanapun kakak pergi Mia akan ikut"Mia
"Kakak janji nggak akan pernah ninggalin kamu... kemanapun kakak pergi pasti Mia kakak ajak. Termasuk pergi mandi, Mia juga harus ikut"goda Langit.
"Ih... kakak pikirannya mesum tuh."ucap Mia sambil memajukan bibirnya cemberut
"Jangan menggoda kakak.... banyak orang. Di kamar kita aja nanti ya... "ujar Langit
"Siapa yang menggoda... "Mia
"Itu bibirnya dimajukan, minta diciumkan"ujar Langit.
"Kakak aja pikirannya mesum ....."Mia
"Ha... ha.... "Langit tertawa riang melihat wajah istrinya yang kesal.
"Kenapa sih kamu tuh imut banget"ucap Langit sambil mencubit hidung Mia
"Ih... sakit kak"Mia
"Habis gemes banget"Langit.
Mia dan Langit menyantap makanannya dengan hati yang gembira. Mia rasanya bermimpi dapat bersama Langit lagi.
"Ya Allah jika ini hanya mimpi biarlah Mia tertidur selamanya agar mimpi ini tak berakhir. Jika ini memang kenyataan Mia ingin waktu berhenti berjalan agar ini tetap dapat Mia nikmati"bathin Mia sambil memeluk lengan Langit.
*********************
Jangan lupa like.... Koment.... dan vote nya
__ADS_1
Terima kasih