
"Bu Mia lokasi dan waktu pemotretan telah disepakati. Apa ibu setuju. Ini rinciannya"Farrel menyerahkan berkas itu ke Mia.
"Model udah dihubungikan..... dan semua telah diurus, izin dan lainnya"tanya Mia
"Udah bu... tinggal pemotretan aja lusa. Pak Alex juga telah setuju semuanya"
"Baiklah Farrel, semoga lusa berjalan lancar"
"Oh ya bu.... Pak Alex mau makan siang sama bu Mia. Mungkin masih ada yang perlu dibicarakan ama bu Mia"ucap Farrel.
"Mommy...... selamat siang.. Nico kangen mommy"tiba tiba pintu terbuka dan tampak anak kecil berlari ke arah Mia dan langsung memeluknya.
"Maaf bu Mia.... Nico... daddy tak pernah mengajarkan kamu tak sopan. Jika mau masuk ke ruangan harus mengetuk pintu terlebih dahulu"ucap Alex
"Maaf dad..... aku salah. Tapi mommy tak marahkan ama Nico"tanyanya dengan wajah yang polos.
"Mana mungkin tante bisa marah ama anak ganteng seperti kamu"Mia mencubit pipi chubbynya Nico
"Mommy kau menyakitiku.... kau harus membayarnya..... "ucap Nico meringis karena cubitan Mia..
"Aduh.... sakit ya. Maafin tante ya. Apa yang harus tante lakukan buat mendapat maaf darimu"ucap Mia sambil tersenyum
"Kau harus mencium pipiku dan datang ke apartemenku, buat masakan yang enak buatku. Setelah itu aku baru memaafkanmu, mommy"
"Nico..... itu bukan mommymu... tapi tante Mia. Harus berapa kali daddy ulangi lagi"Alex tampak kesal karena Nico masih memanggil Mia, mommy. Dia takut Mia salah paham, nanti dikira ia yang mengajarkan Nico memanggil Mia, mommy.
"Maaf pak Alex, bu Mia... saya kembali kerja. Saya permisi dulu"ucap Farrel.
"Farrel... saya dan pak Alex akan makan siang di luar, nanti kalau ada yang perlu ama saya kamu tangani dulu ya"
__ADS_1
"Baik bu Mia.... "
Alex dan Mia diikuti Nico pergi meninggalkan kantor menuju sebuah restoran steak terkenal di kota ini.
"Kamu mau pesan steak apa sayang.... "Mia bertanya dengan Nico yang duduk disampingnya.
"Terserah pilihan mommy aja, Nico yakin pasti pilihan mommy yang terbaik"
"Nico.... bukan mommy. Daddy harap ini terakhir kali daddy dengar kamu manggil mommy"
"Nggak apa apa Pak Alex, jika Nico senang manggil saya mommy biar aja. "ucap Mia tak enak hati, karena melihat Alex yang terus memarahi Nico.
"Mommy memang yang terbaik, aku sayang kamu mommy"ucap Nico. Ia berdiri di kursi dan mencium pipi Mia.
"Terima kasih.... "Mia pun balas menciumi wajah bocah itu.
Alex heran melihat keakraban Nico dengan Mia. Karena biasanya anaknya susah dekat ama orang yang baru di kenal. Mia emang tampak sangat baik dan ke ibuan. Tanpa sadar dia terus memandangi wajah Mia.
"Persilakan pak Alex.... dicicipi hidangannya"ucapan Mia mengagetkan Alex dan ia pun malu karena ketahuan memperhatian Mia.
"Kak Langit.... biasanya kalau kita makan steak disini, kakak selalu memotong dagingnya kecil kecil,baru menyuruh Mia memakannya, agar Mia tidak susah lagi. Sekarang Mia harus melakukan sendiri. Kamu selalu memanjakan Mia. Kak.... Mia kangen banget.... "bathin Mia.
Mia belum juga memakan hidangannya. Ia hanya mengaduknya, dan tanpa Mia sadari air matanya jatuh, mengingat kebersamaan dengan Langit.
"Mommy... kenapa menangis... Nico tidak nakalkan"tanya Nico sambil menyentuh lengan Mia, mengagetkannya.
"Oh.. nggak ada apa apa sayang. Mommy Mia, sedikit pusing aja"bohong. Mia.
Alex memperhatikan semua yang dilakukan Mia. Ia dapat melihat wajah Mia yang selalu murung walau ditutupi dengan senyumnya.
__ADS_1
Alex tahu kalau Mia pasti masih berduka atas kepergian Langit. Karena bukan sekali ini mereka kerja sama. Ketika masih ada Langit, dia pernah kerjasama dan mengenalnya.
"Mengenai kerjasama kita,aku selalu puas dengan cara kerja perusahaan anda. Semoga kali ini kerjasama kita sesukses sebelumnya ketika dipimpin pak Langit"ucap Alex
"Saya juga berharap kepuasan dari setiap rekan bisnis kami. Saya akan berusaha kerja sebaik mungkin. Karena saya juga belum terlalu paham, biasanya Langit suami saya yang memimpin perusahaan. Saya hanya mengganti sementara sebelum ia nanti kembali"ujar Mia
"Apa pak Langit akan kembali memimpin perusahaan"Alex bertanya dengan heran atas jawaban Mia, karena dari yang ia tahu dan dengar Langit mengalami kecelakaan di pesawat tapi mengapa Mia bilang ia akan kembali.
"Pasti.... ia pasti akan kembali. Saya yakin itu. Ia tak mungkin meninggalkan Mia sendiri, ia akan datang menjemput Mia, membawa pergi bersamanya"Ucap Mia dan kembali menangis.
"Dad.... apa yang kamu lakukan, kenapa mommy jadi menangis"ucap Nico dan mengusap air mata Mia.
"Mommy kamu jangan menangis lagi, Nico akan melawan siapa aja yang akan menyakitimu, termasuk daddy"ucapnya lagi.
"Terima kasih sayang, tapi daddy mu tak salah. Mommy menangis karena sedikit kurang sehat"ucap Mia.
"Oh... kalau begitu mommy harus minum obat. Kita antar mommy pulang aja, ya daddy"ujar Nico.
"Oke... setelah kita selesai makan, saya antar bu Mia pulang ke tempat tinggal aja ya"tanya Alex
"Terima kasih pak Alex..... saya kembali ke kantor aja. Masih ada yang harus saya kerjakan"
"Tapi anda kelihatan kurang sehat, sebaiknya istirahat dulu. Pekerjaan bisa di tunda. Kalau nanti sakit malah lebih repot jadinya"
"Nggak apa apa, saya udah biasa. Ini hanya sedikit pusing, di kantor ada obat nanti saya minum, pasti baikan lagi"ujar Mia.
"Baiklah kalau bu Mia yakin.... mari saya antar anda ke kantor"ucap Alex ketika mereka selesai makan dan telah bicara tentang kerja sama.
***********************
__ADS_1
Jangan lupa ya like.... koment.... dan vote nya
Terima Kasih