
Sudah hampir dua bulan sejak kepergian Dion untuk selama lamanya. Alvin sudah tidak lagi banyak tanya tentang Dion. Karena ia telah disibukan dengan kegiatan sekolahnya.
Alvin terkadang di bawa Nico dan Rachel menemui Om Jino dan tante Dina.
Kandungan Rachel sudah memasuki bulan sembilan. Hanya menunggu hari persalinan. Rachel akan melahirkan melalui proses caesar. Karena bayi yang dikandungnya kembar.
Nico seperti biasanya selalu berangkat kerja bareng Alvin ke sekolah.
"Sayang ...kakak berangkat kerja dulu ya. Kalau ada apa apa cepat kabari kak Nico. "Nico menunduk dan menciumi perut buncit Rachel.
"Sayangnya daddy.. daddy berangkat kerja dulu ya... jangan nakal. Daddy sudah tak sabar menantikan kehadiranmu "ucap Nico sambil mengelus perut Rachel
"Mami.. Alvin pamit dulu... bye bye.. mami"pamit Alvin. Rachel menciumi pucuk kepala Alvin
"Hati hati daddy... Alvin...rajin belajar ya sayang..da da... "
Rachel masuk ke dalam rumah lagi setelah mobil Nico berjalan meninggalkan halaman rumah.
"Mommy... "teriak Rachel.
Langit dan Mia langsung berlari keluar kamar mendengar teriakannya.
"Ada apa sayang... apa perutmu sakit"ucap Langit duduk disebelah putrinya sambil mengelus perut Rachel
"Mommy.... pinggang Rachel terasa sakit dari subuh... "rengeknya
"Mengapa kamu nggak ngomong dari tadi. Biar Nico tak usah pergi kerja"Mia mengusap pinggang putrinya
"Kak Nico ada meeting sama klien penting hari ini"ucap Rachel sambil meringis
"Kalau gitu biar kita kerumah sakit.... diperiksa dulu ya"
"Ya mom. ...papi... pijat kaki Rachel... kaki Rachel capek"rengeknya lagi
Langit membawa kaki Rachel ke atas pahanya dan memijat pelan kaki putrinya yang tampak bengkak
"Kamu sarapan dulu ya... masih sakit pinggangnya"ucap Langit dengan tetap memijat kaki Rachel.
Mia mempersiapakan semua keperluan Rachel dan bayinya ketika nanti lahir.
"Papi... pinggang... dan pinggul Rachel sakit lagi... padahal tadi sudah hilang... "
__ADS_1
"Tunggu mommy sebentar... atau kamu sarapannya papi suapin ya... "
"Rachel nggak lapar pi... "
"Kamu harus makan... biar ada tenaga.. menurut om Chandra kamu lahiran seminggu lagikan"
"Ya... pi. Tapi pinggang dan pinggul Rachel udah terasa sakit... perut kram"
"Bagaimana sayang... kamu sudah sarapan. Masih terasa sakit perut dan pinggangnya... sudah terasa sering sakitnya... "
"Ya.. mom... mommy... Rachel pipis... "tunjuk Rachel ke arah kakinya yang tampak air mengalir.
"Kak... itu air ketuban Rachel... cepat kita kerumah sakit... biar Mia yang hubungi Nico"
Langit menggendong Rachel. Walau badan Rachel yang makin membesar dan berat tapi ia tetap menggendong putri kesayangannya menuju mobil diikuti Mia yang menenteng tas keperluan Rachel dan bayinya.
Langit melajukan mobil dengan sedikit kencang. Ia kuatir melihat Rachel yang mulai merintih kesakitan.. Langit menghubungi Chandra untuk mempersiapkan semua keperluan kelahiran bayinya Rachel.
Sesampai dirumah sakit,Rachel di bawa masuk keruang IGD sebelum masuk ruang operasi..
Nico sampai dengan Alvin sesaat sebelum Rachel masuk ruang operasi.
"Boleh... asal kamu tidak mengganggu jalannya operasi... "
"Terima kasih... om"ucap Nico senang
"Om izinin kamu karena papi mu aja. Kalau tak diizinkan nanti papimu menjual sahamnya pada orang lain... "gerutu Chandra
"Hei... kau udah bosan jadi pimpinan rumah sakit ini... mau aku ganti"ucap Langit sombong
"Ciih... kamu lihat papi mu... sudah ku izinkan kamu masuk saja masih bisa mengancamku. Apa lagi kalau aku larang. Mari Nico... menghadapi papi mu... bisa bikin emosi"Chandra melangkah masuk diikuti Nico.
Selama proses operasi Nico selalu menghibur Rachel dengan menceritakan hal hal yang menyenangkan. Nico juga membacakan ayat ayat Al quran.
Tidak sampai satu jam bayi, terdengar suara bayi... Nico dan Rachel mengucapkan syukur.
Bayi dibersihkan oleh perawat dan di cek kesehatannya..
Setelah bayi bersih, perawat membawanya kehadapan Nico dan Rachel. Dua bayi kembar perempuan yang cantik.
Selesai menjalani operasi dan masa observasi, Rachel dipindahkan kedalam ruang rawatnya.
__ADS_1
Bayi kembar Rachel yang telah diadzani Nico di bawa masuk ke dalam kamar.
Alvin sangat antusias melihat adiknya...
"Daddy... Alvin sekarang udah jadi kakak ya"
"Iya... sekarang Alvin harus jadi kakak yang baik dan pintar. Adik Alvin ada dua orang"
"Pepo... memo... lihat Adik Alvin cantik"
"Ya... sayang.. cucu memo cantik cantik dan juga ganteng"
"Siapa nama bayi kembarmu Rachel"tanya Langit sambil membelai rambut putrinya yang telah memiliki tiga orang anak.
"Tanya sama kak Nico aja papi... kak Nico yang akan memberi namanya "
"Nama putri Nico yang pertama LATISHA ELANORA FELICITY yang artinya anak perempuan yang menjadi sumber kebahagiaan dan cahaya bagi keluarga. Putri kedua bernama LATIKA FIONA ELEANOR yang artinya anak perempuan yang akan tumbuh sebagai sosok yang baik hati, elegan dan memberikan terang serta penuh keadilan"
"Nama nama yang cantik seperti wajah anak anakmu"ucap Mia sambil memandangi wajah cucunya gemas.
Setelah empat hari perawatan dirumah sakit. Rachel kembali kerumahnya.
Nico yang telah membeli dan merenovasi rumahnya sendiri, siap pindah setelah bayi nya berusia tiga bulan.
Kebahagian bukan saja dirasakan Nico dan Rachel tapi juga dirasakan Langit dan Mia. Ia sering menginap dirumah Nico dan Rachel.. ..
#SELESAI
THE END
************************
TERIMA KASIH BUAT YANG TELAH SETIA MEMBACA NOVEL INI SAMPAI SELESAI.
JANGAN LUPA MAMPIR KENOVELKU AKU BUKAN SIMPANAN. SEMOGA NOVEL INI DAN NOVELKU YANG LAIN DAPAT MENGHIBUR YANG MEMBACANYA
MAMPIR JUGA DINOVELKU AKU BUKAN SIMPANAN DAN ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA
__ADS_1