
Aku mencintaimu sejak pertama ku mengenalmu
dan semakin lama aku menyadari betapa aku memang sangat mencintai
Aku ingin menjadi alas kakimu, melindungi setiap langkah kakimu
mengetahui setiap jinjit senangmu dan setiap luka kakimu karena terjatuh.
Semakin aku mencintaimu, aku semakin takut
Aku takut,jika aku pergi,kamu melangkah dengan kaki telanjang
sesuatu yang tak aku inginkan adalah ketika langkah kakimu menyakiti dirimu karena aku yang telah pergi menghilang dari kehidupanmu....
***********
Sudah lebih satu minggu sejak Langit meninggalkan Mia di apartemen nya, dia nggak melihat Langit.
Diakui Mia dia sangat merindukan canda tawa lelaki itu, apalagi ulah jahilnya yang selalu membuat dirinya tertawa.
"Makan Mia, kalau dilihat aja kapan habisnya"Jino mengagetkan Mia dari lamunannya
"Lagi mikirin apa sih Mia"ujar Raga..
"Kamu gugup ya karena sebentar lagi akan bertunangan"kali ini Dewi yang bersuara.
"Hmmmmm..... "Mia hanya berdehem menjawab semua perkataan mereka.
Tiba tiba terdengar bunyi pinsel dari dalam tas Mia. Mia mengeluarkan ponselnya dan melihat nama Daniel tertera di layarnya.
Mia ragu mau mengangkat ponselnya...
"Dari siapa Mia, coba aja jawab,siapa tau penting"Jino berkata karena mendengar suara ponsel Mia yang terus berdering
"Maaf Mia angkat dulu ya"ujar Mia menjauh dari tempat mereka duduk.
"Assalamualaikum Daniel, ada perlu apa ya" Mia
"Mia, lo harus ke apartemen Langit, dari kemaren Langit mengurung diri di kamarnya. Gue takut terjadi sesuatu ama tuh anak karena dah seminggu nih Langit minum terus sampai mabuk. Lo ada kunci kamarnya kan. "Daniel berkata tanpa ada jeda.
"Mia akan kesana, kamu tunggu sebentar ya karena Mia masih dikampus"Mia berucap dengan cemas memikirkan Langit..
__ADS_1
"Cepatlah..... gue tunggu"Daniel
"Maaf Mia ada perlu, Mia pamit dulu"Mia menyambar tas nya dan langsung meninggalkan temannya.
########
Mia langsung membuka kunci pintu kamar Langit dengan Daniel dan Rangga yang mngikutinya dibelakang.
"Langit....... "Mia langsung menangis melihat keadaan Langit yang berantakan.
Dengan mata memerah, rambut acakan dan tanpa baju. Dia duduk dilantai sambil bersandar di tempat tidur dengan mata menerawang entah kemana.
Air mata masih tampak jelas dari kelopak matanya. Mia merasa sedih melihat keadaan Langit.
"Langit.... maafin Mia"Ucap Mia langsung memeluk erat tubuh lelaki itu.
"Mia.... apakabar ..ini kamu sayang... aku bukan lagi mimpikan"Langit membuka matanya memandang kearah Mia.
"Ia sayang.... ini Mia... "Mia mencium bibir Langit lembut.
Langit yang merasakan ciuman dari Mia memegang leher belakang Mia mendekatkan wajah mereka dan mencium bibir Mia pelan.
Merasa Mia membalas ciumannya Langit langsung ******* bibir Mia dan memainkan lidahnya dirongga mulut Mia.
Daniel dan Rangga yang melihat itu keluar dari kamar membiarkan dua insan itu melepaskan kerinduan mereka.
"Mia.....jangan pernah tinggalkan aku, aku tak sanggup..."isak Langit. Dia tak malu mengeluarkan air mata nya didepan Mia, karena rasa cintanya yang begitu besar kepada Mia.
"Lang.... kamu mandi dulu ya, Mia masakin makanan dulu ya buat kamu" Mia
"Kamu nggak menipukan Mia, kamu tak pergikan ketika aku mandi"ujar Langit...
"nggak Lang... gih mandi sana...bau... "ucap Mia sambil menutup hidungnya.
"Bau aja dicium cium apalagi wangi... "goda Langit yang membuat merah mukanya Mia...
"ih... cepat mandi sana"Mia mendorong Langit masuk ke kamar mandi
"Mandiin ya.. atau mandi berdua aja ya"Langit
"Langit.... mulai lagi ya mesum nya"Mia keluar kamar sebelum Langit menggodanya kembali...
__ADS_1
"Ha... ha.... "terdengar suara tawa Langit sampai keluar.
"Lo... emang hebat Mia, baru jumpa lo sebentar aja Langit udah bisa tertawa lagi"Daniel berujar...
"Mau apa lo... "Rangga bertanya melihat Mia menuju dapur..
"Gue mau masak buat Langit Rang"ujar Mia
"Nggak usah,tuh gue dah banyak beli makanan"tunjuk Daniel ke meja makan.
Mia mengambil bungkusan dan membukanya. Nasi kuning dan lauk pauknya dipindahkan Mia kepiring, dan segelas teh hangat yang segera di bawanya memakai nampan.
"Gue ke kamar ya, gue tinggal dulu"Mia
"Santai Mia, anggap aja nggak ada kami, berbuat aja sesuka lo, paling kami ngintip dikit dikit aja kok"cicit Daniel...
Mia memanyunkan bibirnya kearah Daniel mendengar ucapannya...
"Jangan gitu Mia ntar gue cium baru tau rasa"Ucap Daniel....
"Lo mau mati, berani cium Mia gue"Langit marah menunjuk kearah muka Daniel..
"Hei... lo kalau ada Mia berani ngancam gue, kemaren kemarin aja ngapain lo, mewek aja kayak anak ayam kehilangan induknya"Daniel
"Apa....... lo samain gue ama ayam, mulut lo udah lama ya nggak robek kena tonjokan gue"ucap Langit gusar...
"udah ah biarin aja Daniel mau omong apa, kamu mau makan dikamar apa di sofa ini aja"Tanya Mia menengahi perdebatan mereka
"Dikamar aja ya sayang di luar banyak gangguan"Langit
"Bilang aja lo mau duaan ama Mia, biar bisa buat mesum"Rangga menimpali ucapan Langit...
"Kalian berdua keluar.. ...sebelum kesabaran gue habis dan kalian gue bunuh"Langit mendorong tubuh kedua temannya.
"Iya iya kami pulang, tapi awas ya kalau Mia pergi dan lo butuh teman buat minum minum, jangan hubungi kami"Daniel mengancam Langit...
"Dah cepat pergi, berisik amat.... "Langit langsung mengunci pintu apartemen nya ketika Daniel dan Rangga keluar.
*****************
Jangan Lupa like dan koment
__ADS_1
Terima kasih...