
"Bangunlah sayang, aku janji akan membawa mu pergi jauh, dimana hanya ada kita berdua. Tanpa seorangpun yang dapat memisahkan kita"Lirih Langit sambil terus menggenggam tangan Mia, seolah jika tangan itu terlepas Mia akan pergi darinya......
Langit akhirnya tertidur disamping Mia setelah hampir seharian mengajak Mia berbicara,berharap gadis itu segera sadar mendengar suaranya.
Langit merasakan genggaman tangannya bergerak. Lelaki itu membuka matanya dan melihat ada tetes air mata dari sudut mata Mia....
"Mia.... kamu telah sadar sayang,jangan menangis, aku akan mrnjagamu disini"Langit mengusap air mata yang jatuh di pipi gadis itu dan mengecup kedua pipi, kening dan bibir gadis yang amat dicintainya itu.....
"Mia.... bangunlah sayang, jangan buat aku kuatir, kamu harus kuat sayang.... "Langit mengelus elus pipi gadis itu.
Dari tempat duduknya Jino dan mama Mia melihat semua yang dilakukan Langit. Jino tak rela dan ingin marah rasanya melihat Langit terus mengelus dan mengecup pipi tunangannya.
Langit tak ingin pergi dari sisi Mia. Dia dengan setia menunggu Mia. Mandi dan ganti pakaian pun dilakukan di rumah sakit.
Sudah dua hari Langit setia menunggu Mia,berharap gadis itu segera sadar. Dan penantiannya tak sia sia, akhirnya wanita yang sangat dicintai bangun dari tidur panjangnya.
"Lang..... "lirih Mia ketika matanya terbuka dan melihat lelaki yang sangat dicintainya tidur disisi ranjangnya sambil tangannya menggenggam tangan Mia.
Mia menarik tangannya yang digenggam Langit dan mengelus rambut lelaki itu.
Langit yang merasa ada tangan mengelus rambutnya segera membuka matanya, dan alangkah senangnya Langit melihat Mia telah membuka matanya...
"Mia.... kamu telah sadar sayang"ucap Langit sambil memeluk dan mengecup pipi gadis itu berulang kali.
"Udah ah Lang..... Mia kan bau, belum mandi"ucap Mia dengan cemberut karena Langit yang tak henti henti mengecup seluruh bagian di wajahnya...
"Aku kangen kamu sayang, aku takut kamu terlalu nyaman dengan tidurmu"gumam Langit
__ADS_1
"Lang.... apa hanya kamu sendiri yang jaga Mia. Sejak kapan dan mengapa Mia dirawat"tanya Mia
"Mama Mia baru aja pulang, mau ganti pakaian. Dan juga biasanya ada Jino"
"Papa...... nggak ada ngejaga Mia ya Lang"Mia merasa sangat sedih karena Langit tak ada mengatakan papanya ikut ngerawat ketika dia sakit. "apa papa benar benar nggak sayang ama Mia lagi, atau malahan papa emang sebenarnya tak pernah sayang ama Mia"pikir Mia......
"Sebelum aku ngejaga Mia, papa ada datang, tapi sekarang mungkin papa Mia lagi sibuk, belum sempat datang lagi"hibur Langit ketika menyadari perubahan wajah Mia.
"Sayang,aku panggil dokter dulu ya, memeriksa keadaan kesehatan kamu"
Langit mengalihkan pembicaraan agar Mia nggak terlalu memikirkan papanya.
######
Dokter mengatakan keadaan Mia telah stabil, hanya tinggal pemulihan kesehatannya aja.
"Lang.... Mia mau mandi, gerah banget badan Mia"
Mia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Langit membantu Mia melepaskan pakaiannya dan menutup tubuh yang terbuka dengan selimut.
Langit dengan sangat hati hati membersihkan tangan, kaki dan punggung Mia, dengan air hangat.
Ketika Langit sedang membersihkan punggung Mia, tiba tiba Jino masuk...
"hhhmmmmm..... "deheman Jino mengagetkan Langit.
__ADS_1
"Maaf mengganggu.... kamu udah sadar Mia"Jino mendekat kearah Mia dan memegang tangan gadis itu...
"Udah kak..... "
"Gimana keadaan Mia, tampaknya udah mulai membaik"tanya Jino
"Udah agak mendingan kak... "Mia menarik tangannya yang di pegang Jino dan merapatkan selimut yang menutup tubuh polosnya...
"Maaf... bisa tinggalin kami sebentar,Mia mau mengganti pakaiannya dulu"ujar Langit..
"Apa tak ada perawat yang bisa membantu membersihkan tubuh Mia"sindir Jino..
"Kak..... maaf.... bukan salah Langit. Mia tadi yang minta bantu ama Langit... "Lirih Mia pelan karena menyadari Jino yang marah.
"Kalau Langit kamu izinkan membantu membersihkan tubuhmu, kenapa aku sebagai tunanganmu tak boleh turut membantu"tanya Jino
"Jangan cari masalah Jin, aku lagi tak ingin berdebat. Aku tak mau menambah beban pikiran Mia. Lo taukan aku yang lebih dekat ama Mia, makanya Mia tak sungkan meminta bantuanku"Langit berusaha menahan emosinya karena tak ingin Mia tambah tertekan...
"Kalau gitu, biar Mia pakai baju sendiri aja, kak Jino ama Langit bisa keluar sebentar tinggalin Mia"gumam Mia.
"Kamu mana bisa ganti pakaian sendiri sayang, biar aku bantu ya"pinta Langit...
"Kalau gitu biar aku minta tolong ama perawat buat ganti pakaianmu"Jino segera memencet bel, dan memanggil perawat.
Setelah perawat datang, Jino dan Langit keluar meninggalkan kamar rawat Mia....
******************
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya
Terima kasih