
Langit kembali ke rumah setelah di nasehati Rangga dan Daniel. Mereka meyakinkan Langit kalau Mia tak mungkin ada hubungan dengan Alex. Karena mereka yang jadi saksi betapa terpuruk dan sedihnya Mia ketika ditinggal Langit. Dan mereka juga tahu kalau Mia tak pernah menganggap Alex lebih dari rekan kerja.
Langit langsung ke kamar ingin meminta maaf pada Mia.
"Kemana Mia. Apa ia tidur di kamar Nico. Pasti Mia marah karena aku telah mencurigainya. Kamu pantas marah sama kakak... "bathin Langit
Ia membuka pintu kamar Nico,tapi Mia juga tak ada. Langit mencari ke semua bagian apartemennya... tapi Mia tak jua dapat ditemuinya. Langit menjadi kuatir. Ia pun membangunkan bibi menanyakan Mia.
"Maaf bi... mengganggu tidurnya. Apa bibi tahu dimana Mia"tanya Langit begitu bibi keluar kamar setelah pintu kamarnya di gedor Langit.
"Bu Mia pergi pak. Bu Mia bilang ada keperluan keluarga. Apa bu Mia tak memberitahukan bapak"bibi.
"Oh... ya saya lupa bi. Terima kasih"ucap Langit.
Langit merenung dikamarnya. Ia menyesal telah menyakiti hati istri tercintanya. Di coba nya menghubungi Mia,tapi ponselnya tak aktif.
"Sayang.... kamu kemana. Maafkan kakak. Jangan tinggalkan kakak... Mia."lirih Langit.
#################
Sudah dua hari Mia meninggalkan rumah. Tapi Langit tak jua dapat mengetahui dimana istrinya berada. Ia telah menghubungi orangtua Mia dan orangtuanya. Seperti nya Mia tak ditempat mereka. Karena mereka menitip salam buat Mia.
"Farrel udah ada kabar di mana Mia dari detektif yang kamu sewa."tanya Langit
"Belum pak.... sepertinya bu Mia memakai nama samaran jadi susah melacaknya"farrel
"Kamu harus dapat mengetahui dimana Mia secepatnya. Saya tak ingin terjadi sesuatu dengan Mia dan calon bayi kami"Langit mengusap wajahnya frustrasi
"Baik pak.. akan segera saya sampaikan dengan detektifnya"Farrel.
################
Di sebuah hotel....
"Mengapa perut Mia terasa sakit sekali. Ya Allah lindungi bayi yang ada di kandungan Mia. Kak Langit dan Mia sangat mengharapkan kehadiran bayi ini."lirih Mia
Mia melihat ada darah mengalir dikakinya... ia sangat mencemaskan kandungannya. Ia berusaha keluar kamar menuju lobby hotel, ingin meminta bantuan ke rumah sakit.
Ketika berada di lift Mia yang terburu buru menabrak seseorang
"Mia..... mengapa kamu di hotel ini. Ada meeting ya"ujar Jino,orang yang di tabrak Mia
"Kak jino..... tolong Mia. Mia mau kerumah sakit... perut Mia sakit"tangis Mia
"Mia.... ada apa. Kakimu.... ada darah. Apa yang terjadi dimana Langit"Jino
"Kak.... tolong.... "ucap Mia dan akhirnya tak sadarkan diri.
Jino menggendong Mia dan berlari membawanya ke mobil. Ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di rumah sakit ia kembali menggendong Mia dengan berlari menuju IGD.
Dokter segera menangani Mia.
__ADS_1
Jino pun menghubungi Langit.
"Kau.... suami macam apa. Sudah jelas istri lagi hamil di biarkan pergi meeting sendirian. Aku pernah bilangkan... jika kamu tak bisa membahagiakan Mia, aku akan merebutnya kembali"ujar Jino marah begitu Langit mengangkat ponselnya.
"Dimana kamu bertemu Mia, cepat katakan"Ujar Langit
"Apa kamu nggak tahu dimana Mia.... "tanya Jino heran.
"Cepat katakan di mana Mia. ....Jangan main main denganku Jino"Langit
"Dia lagi dirumah sakit Y... aku tadi ketemu di hotel X.... terjadi pendarahan dikandungannya... sekarang dokter lagi menanganinya"Jino
Langit segera berlari,ia ingin segera menuju ke rumah sakit.
"Sayang.... maafin kakak. Ya Allah... jaga istris dan calon bayi kami. Jangan terjadi sesuatu dengan mereka"lirih Langit
"Dimana Mia Jin..... "ucap Langit begitu sampai di rumah sakit.
"Masih di ruang IGD... masih lagi observasi"Jino
"Apa yang terjadi sama Mia, Jin... "Langit
"Aku tak tahu... seharusnya kamu yang lebih tahu keadaan istrimu. Aku tadi ketemu di lift hotel, kakinya berlumur darah dari rahimnya. Mia meminta tolong diantar kerumah sakit. Belum sempat aku bertanya,Mia udah pingsan. Aku membawanya langsung kesini"Jino
"Terima kasih.. Jin"Langit
"Emang ada apa antara kamu dan Mia. Mengapa Mia ada di hotel itu dan kamu mengapa nggak tahu keberadaan Mia"Jino
Dokter keluar dari IGD...
"Suami dari pasien Mia..... "dokter
"Saya dok.... Bagaimana keadaan istri saya dan kandungannya dok"Langit
"Untunglah bu Mia cepat di bawa.... kalau tidak cepat, mungkin kami tak bisa menyelamatkan kandungannya. Terjadi pendarahan karena bu Mia terlalu stres dan kurang tidur. Banyak beban pikiran. Anda sebagai suami harus menjaga istri nya jangan sampai stres, karena kandungan istri anda lemah."Dokter
"Baik dok... apa saya bisa menemuinya"Langit.
"Kami akan memindahkan keruang rawat inap. Bapak urus dulu administrasinya"Dokter
################
Langit duduk di samping ranjang Mia. Ia menggenggam tangan Mia sambil mengecupnya.
"Sayang.... sadarlah.... kakak disini. Maafin kakak sayang... "gumam Langit.
Mia membuka matanya perlahan. Ia melihat kesamping, tampak Langit sedang menunduk sambil mengecup tangannya.
"Kakak...... "ujar Mia sambil menahan air matanya.
"Sayang..... kamu udah sadar. Maafin kakak.... "Langit memeluk Mia dan mengecup pipi istrinya.
"Kak.... Mia rindu.... "ujar Mia sambil menangis.
__ADS_1
"Kakak juga sangat rindu kamu sayang..... "Langit
"Kak.... napa kakak jahat ama Mia"Mia
"Mia.... maafin kakak.... kakak memang salah, kamu boleh menghukum kakak dengan cara apapun tapi jangan pernah meninggalkan kakak"Langit
"Kakak bilang... nggak mau diganggu... pengen sendiri"Mia
"Sayang maafin kakak.... kakak memang bodoh, tak seharusnya kakak mencurigai Mia"Langit
"Kak.... gimana dengan kandungan Mia"Mia
"Alhamdulillah nggak apa apa sayang. Tapi Mia harus banyak istirahat. Apa selama pergi kamu nggak tidur sayang... "Langit
"Mia nggak bisa tidur.... Mia terbiasa tidur di pelukan kakak"Mia
"Kalau gitu sekarang kamu tidur, biar kakak peluk. "Langit naik ke ranjang rumah sakit dan memeluk Mia, membawa kepala istrinya bersandar di dada.
"Kak Jino... mana kak"Mia
"Ia telah kembali ke hotel karena harus meeting"Langit
"Mia belum sempat mengucapkan terima kasih"Mia
"Kakak udah mewakilkan Mia mengucapkan terima kasih"Langit
"Nico mana kak.... ama siapa"Mia
"Kamu nggak tanya gimana keadaan kakak sejak kamu pergi sayang, malahan tanya Nico. Kakak cemburu nih"Langit
"Kak.... Mia udah lihat kakak. Udah tahu keadaan kakak. Ngapain Mia tanya lagi"Mia
"Kamu nggak lihat mata panda kakak.... kakak nggak bisa tidur juga kalau nggak ada kamu sayang. Kakak... udah terbiasa memeluk tubuhmu yang semakin berisi dan montok ini"ucap Langit sambil meremas bok*ng Mia lembut.
"Kakak... ih mesum deh. Mia masih sakit nih"Mia.
"Ha... ha... habis kamu tambah lama tambah seksi sejak hamil. Kakak nggak bisa tahan kalau udah dekat kamu, adek kecil kakak selalu bangun"Langit
"Ih.... kakak... "Mia mencubit pinggang Langit.
"Jangan menggoda kakak sayang.... kakak harus puasa kata dokter selama sebulan. Kakak takut... nanti nggak bisa menahan diri untuk tidak memakan kamu"Langit.
Mia mendongakkan kepalanya memandang wajah mesum suaminya.
"Sayang.... jangan memandang kakak seperti itu... Kakak nggak kuat"ucap Langit dan langsung melum*t bibir istrinya.
**********************
Jangan lupa like.... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1