Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 68


__ADS_3

Mia memasuki ballroom hotel itu sendirian.


Sebenarnya dia telah mengajak Jino pergi bersama, tapi lelaki itu tak memberi jawaban sampai akhirnya Mia datang sendirian ke acara ulang tahun pernikahan Raga dan Dewi yang ke 3 sekaligus perayaan ulang tahun anak mereka RAFFA yang ke 2.


Mereka mengundang seluruh teman teman kuliah. Mia masuk dengan canggung karena acara telah di mulai. Dia menunggu nunggu jawaban Jino sampai detik keberangkatannya.


Mia menjadi pusat perhatian karena gaun yang dipakainya seksi menambah aura kecantikannya.


Memakai gaun panjang model kemben, dengan belahan sampai ketengah pahanya.


"Selamat ulang tahun sayang"Mia mengecup pipi gembulnya Raffa.


"Selamat juga buat kak Raga dan kak Dewi, semoga pernikahan kekal dan bahagia selalu"Mia menyalami Raga dan mengecup pipi Dewi.


"Kok nggak hadir bareng Jino"Dewi bertanya karena tadi Jino datang bersama sekretarisnya.


"Kak Jino tadi nggak sempat pulang, langsung dari kantor"jawab Mia..


"Selamat ya Raga...Dewi"ucap Langit yang tiba tiba muncul.


"Hei.... idola kampus kita,tambah ganteng aja. Tapi sayang masih jomblo.... "canda Dewi.


"Patah hati Wi ditinggal kawin ama pacar"Langit menjawab sambil melirik kearah Mia.


"Kamu sih geraknya lambat... ya keburu diembatlah"Dewi kembali menggoda Langit.


"Tapi aku masih menunggu jandanya kok"ucap Langit. Mia memandang Langit dengan mata melotot mendengar jawaban dari lelaki itu.


"Mia... tambah cantik aja ya... "Kali ini Raga yang bersuara.


"Terima kasih, kak Dewi juga tambah cantik"balas Mia.


Tanpa sengaja pandangan Mia tertuju kearah Jino. Tampak disampingnya seorang wanita menggandeng tangan Jino.


Langit mengikuti arah pandangan Mia,dan melihat Jino, dia mengepal tangannya menahan amarah.


"******** lo Jin,gue tau gue juga brengsek karena bermain sama Mia dibelakang lo, tapi gue nggak mungkin terang terangan seperti lo. Menggandeng wanita lain didepan istri lo sendiri. "batin Langit.


"Kak.... Mia permisi ya"pamit Mia.

__ADS_1


Dia keluar dari ruangan itu, menuju taman hotel. Mia tak sanggup melihat tatapan mata teman teman Jino, yang memandang mereka dengan penuh rasa curiga dan keingintahuan.


"kak Jino, mau mu apa sih. Mia minta pisah agar kita tak saling menyakiti, kamu tak mau. Tapi terang terangan kamu membawa wanita lain didepan Mia. Apa kamu ingin menjatuhkan harga diri Mia. Mia tahu kak, mia salah"Mia memandang bintang sambil menahan agar air matanya tak jatuh.


"Kenapa kamu selalu menyendiri kalau lagi memikirkan sesuatu. Selalu taman tempat pelarian mu"Langit memeluk Mia dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Mia yang terbuka.


"Kak.... jangan gini ah. Tak baik nanti kalau ada yang lihat"Mia berusaha melepaskan tangan Langit yang melingkar di perutnya. Tapi Langit makin mempererat pelukannya.


"Kalau Jino bisa menggandeng wanita lain didepanmu, mengapa aku tak boleh memeluk kamu"lirih Langit.


"Lang... Mia nggak mau membuat malu diri sendiri, kak Jino dan juga kamu kalau ada yang lihat kita begini"ucap Mia.


"(Prok... prok..) Hebat ya kamu sekarang, pantasan kamu minta pisah. Karena sekarang kamu ingin kembali sama Langit"Jino menepuk tangannya di hadapan Mia dan Langit.


"Emang kenapa... kamu marah. Apa kamu tak sadar juga apa yang kamu buat"Langit yang menjawab. Karena Mia hanya menunduk menangis tak sanggup berbicara.


"Apa kamu tidak bisa mencari wanita lain, kenapa harus istri aku yang kau ganggu"


"Aku bisa aja mencari wanita manapun yang aku mau, tapi aku hanya cinta ama Mia"


"Cinta..... apa kamu yakin jika suatu saat kamu nikah ama Mia,dia tidak mengkhianati mu.Jika hari ini dia bisa selingkuh tak menutup kemungkinan jika dia selingkuh suatu saat nanti. Wanita sekali jadi Ja*ang tetap jadi wanita Jal*ng selamanya"


Jino terhuyung kebelakang setelah mendapat tinju di wajahnya. Langit kembali memberi bogem mentah ke wajah Jino.


"Kenapa kamu yang marah,Mia aja terima dengan ucapanku. Seorang pel*cur yang mau memberikan tubuh selain dengan suami sahnya"


Langit kembali meninju wajah Jino, tapi kali ini tak tinggal diam, dia membalasnya.


"Kak.... udah... Mia mohon kak, jangan berkelahi"teriak Mia, yang mengundang perhatian orang sekitarnya.


Raga yang memang keluar ingin mencari Langit, melerai perkelahian itu.


"Udah kak.... Mia yang salah. Mia terima apapun yang kak Jino bilang. Mia emang wanita jal*ng, seorang pel*cur. Ucapkanlah semua, apapun itu yang membuat kak Jino puas"Mia tak menghiraukan orang orang yang mengerumuninya.


Setelah mengucapkan itu Mia berlari meninggalkan tempat itu, tak menghiraukan panggilan Langit....


#################


"Mia buka pintunya.... "terdengar suara ketukan di pintu kamar Mia,tengah malam ketika Mia baru akan memejamkan matanya setelah puas menangis.

__ADS_1


"Mia.... cepat buka. Kalau nggak aku dobrak pintu ini"ucap Jino kembali.


Mia dengan rasa takut membuka pintu,


"kak Jino nggak mungkin menyakitiku"batin Mia


Ketika pintu perlahan terbuka, Jino memaksa masuk dan mengunci kamar Mia, membuang kuncinya kesembarang arah.


"Kak.... kakak mau apa"Mia merasa ada yang tidak beres, kenapa Jino mengunci dan melempar kuncinya sembarangan.


"Aku mau kamu melayaniku, aku mau meminta hak ku sebagai suami"ucap Jino.


"Kak... kakak mabuk"tanya Mia hati hati


Jino mendekat kearah Mia berdiri. Melihat mata Jino yang memancar kemarahan, Mia mundur mencoba menghindar.


Jino kembali mendekat kearah Mia sampai dia bersandar ke dinding.


"Kenapa kamu takut, bukankah aku suamimu. Jika Langit bisa berhubungan badan denganmu mengapa aku suamimu tak boleh melakukannya"Jino memegang kedua bahu Mia dengan kuat.


"Kak... kamu salah paham. Mia tak pernah berhubungan badan ama Langit"cicit Mia


"Kau pikir aku akan percaya, aku tahu kamu udah digauli ama Langit sejak dulu lagikan. Aku bisa terima kamu apa adanya, tapi mengapa kamu tak pernah memandang ku"Jino merobek baju yang Mia pakai...


"Kak... jangan.... kamu benar benar salah paham, Mia nggak pernah pernah melakukan itu"


Mia menangis dan mencoba meronta tapi Jino semakin kalap. Dia pun menarik celana tidur Mia, menyisakan hanya pakaian dalam.


"Kak.... Mia mohon hentikan. Kita bisa bicara baik baik"Mia makin mengeras suara tangisannya.


Jino yang udah dirasuki kemarahan tak mengindahkan suara tangisan Mia. Dia menggigit leher Mia, dan dadanya dengan keras meninggalkan banyak luka ditubuh mulus wanita itu.


Mia makin mengeraskan suara tangisnya merasa kan perih karena gigitan Jino. Dia mencoba melawan,melepaskan diri,tapi tenaganya tak seimbang ama Jino.


Mia akhirnya menendang aset Jino yang membuat lelaki itu meringis, memegang Adek kecilnya yang terasa sakit.


Mia langsung berlari menuju kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


************************

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like,koment dan vote.


Terima kasih.


__ADS_2