Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 34


__ADS_3

Aku tak tau apa yang sedang ku alami ini


Seperti takdir sedang mempermainkanku


Di saat aku benar benar merasa dicintai


aku harus mengucapkan kata berpisah


Aku tak sanggup menghadapi ini


Apakah cinta ku kali ini juga salah...


Bukankah CINTA TAK PERNAH SALAH...


**********


Mia sudah tak sanggup membendung air matanya, begitu memasuki apartemen Langit, Mia memeluk Langit dengan erat seolah jika pelukannya terlepas,Langit akan pergi jauh...


"Lang, Mia takut...... "lirih Mia didada Langit


"Takut apa sayang"ucap Langit sambil mengusap rambut Mia dan membawanya duduk di sofa.


"Mia nggak mau pisah ama Langit, Mia sayang banget ama Langit.... "ucap Mia memeluk Langit dengan melingkarkan tangannya di pinggang Langit.


Langit membawa kepala Mia bersandar didadanya, sambil mencium pucuk kepala Mia


"Langit nggak akan tinggalin Mia dan tak ada yang bisa pisahin Langit ama Mia"ujar Langit


Mia masih menangis didalam pelukan Langit sampai akhirnya tertidur di dalam dekapannya, Langit menggendong Mia dan menidurkannya di kasur.


Langit tidur menghadap Mia sambil mengusap pipi Mia lembut...


"Kamu cantik banget Mia, aku sayang kamu, tak ada yang dapat memisahkan kamu dari ku"gumam Langit sambil mengecup bibir Mia pelan dan memeluk nya.


Mia terbangun di tengah malam dan melihat Langit yang tidur dengan nyenyaknya. Mia mendekatkan wajahnya dan menyembunyikan di ceruk leher Langit.


"Jika aku boleh meminta, aku akan menginginkan waktu berhenti berputar agar aku selalu berada dalam dekapanmu"lirih Mia dan tak terasa air mata nya kembali menetes mengingat perkataan papanya.


Bunyi ponsel nya yang berdering mengagetkan Mia dan melihat di layar tertera panggilan dari papanya.

__ADS_1


Mia membiarkan saja benda itu terus berdering.


Setelah beberapa kali akhirnya Mia mengangkatnya


"Assalamualaikum pa"ucap Mia


"Mia tidur dirumah teman, ya besok Mia kembali"


"Pa... Mia nggak mau dijodohin, walau Mia dah kenal lama tapi Mia dah punya pacar pa"Mia mulai meneteskan kembali air matanya.


"Pa... Mia dah dewasa pa, Mia bisa bedakan mana yang benar. Mia mencintai Langit Pa"


Mia menutup ponsel nya dan kembali menangis terisak, takut mengganggu tidur Langit


Langit yang hanya berpura pura tidur,mendengar semua percakapan Mia. Langit kaget, dia nggak percaya kalau Mia akan di jodohkan.


Apakah ini yang membuat Mia menangis.


Tapi apa hubungannya dengan Jino, mengapa Mia menangis bersama Jino, batin Langit.


Mia kembali memeluk Langit setelah dapat menahan tangisnya,dia memeluk Langit erat seolah takut dipisahkan.


#####


"Tumben bangunnya cepat dari Mia"


"Kita sarapan yuk, Langit dah pesan tadi tuh"Langit mengabaikan pertanyaan mia, dia nggak mau Mia tahu kalau semalaman Langit tak tidur memikirkan perjodohan Mia.


"Mia mandi dulu Lang baru sarapan"


"Aku tunggu di meja makan ya, itu baju Mia yang kemaren, ganti aja ama itu ya"Langit menunjuk pakaian Mia yang diletakan di meja samping tempat tidur.


"Terima kasih sayang, i love you"Mia mengecup bibir Langit sebelum kekamar mandi


Tapi Langit tak membiarkan Mia berlalu begitu saja,dia menarik tangan Mia membawanya masuk kedalam dekapannya,dan langsung mencium Mia, dan ciuman yang pertama lembut berubah menjadi panas, mereka saling ******* memainkan lidah didalam rongga mulut mereka.


Mia mendorong wajah Langit,menghentikan ciumannya karena Mia merasa nafasnya yang mulai sesak.


"Siapa suruh mancing duluan, i love you to"ucap Langit sambil mengusap kepala Mia.

__ADS_1


"Mandi cepat sana nanti keburu dingin sarapannya"ujar Langit lagi


######


Mia hanya memainkan sendoknya di nasi kuning tanpa menyuapinya. Mia termenung mengingat semua kejadian kemaren.


"Makan Mia, jangan cuma diaduk aja"Langit mengagetkan lamunan Mia dengan menepuk bahunya pelan


"Eh.... Mia lagi nggak ada selera Lang"


"Mau aku suapi"ujar Langit...


"Nggak... Mia betul betul lagi nggak ada selera makan"ucap Mia


Langit menangkup wajah Mia dengan kedua tangannya dan menghadapkan kewajahnya dekat dekat...


"Dengarin ya Mia sayang, nggak ada yang bisa misahin kita, aku sayang banget ama kamu, aku akan lakukan apapun agar kita tetap bersama, tapi itu kalau kamu mau berjuang bersamaku, karena jika hanya aku yang memperjuangkan cinta kita itu sama aja bohong"ujar Langit dan mengecup bibir Mia


"Mia sayang kamu Lang,apapun yang akan terjadi ama Mia, satu yang perlu kamu ingat klau di hati Mia hanya ada kamu, dan tak pernah terganti, karena hati ini telah Mia kunci hanya untukmu"ucap Mia dan memeluk Langit, menangis dipundaknya.


"Sekarang apa Mia udah mau cerita, apa yang membuat Mia menangis dari malam"Langit berucap sambil mengusap punggung Mia yang masih terus memeluknya.


"Kalau hanya karena Mia takut Langit meninggalkan Mia yang membuatmu menangis, lupakan itu, karena itu tak beralasan,sampai kapanpun Langit nggak akn meninggalkan Mia"tegas Langit


"Maaf Lang, Mia belum bisa cerita,nanti kalau Mia sudah nggak bisa lagi mencari jalan keluarnya Mia pasti berbagi ama kamu"


"Biarkan Mia begini dulu, Mia mau memeluk Langit lama"ucap Mia


Langit membiarkan Mia yang terus menyandarkan kepalanya dibahu langit dengan tangan yang memeluk tubuh Langit.


Dari sudut mata langit keluar butiran air mata.


Dia juga sejujurnya takut jika harus kehilangan Mia, mengingat gadisnya akan dijodohkan saja udah membuat nafasnya sesak seolah olah dunia akan berakhir, bagaimana jika gadisnya


emang betul akan menikah dengan orang lain.


************


Jangan lupa like dan komentnya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2