Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps.80


__ADS_3

Cinta mengajarkanku akan kesabaran


Walau terkadang cintamu membuat hati penuh kesedihan


Dulu aku mencoba melukiskan cinta diatas rindu


Pada jiwa hampa serta kosong


Karena keikhlasan dan kesabaran cinta ini tak pernah bohong


dan ku yakin cinta ku tak pernah salah


Kesabaran membawa ku kembali bersamanya


**************


Kantor Pengadilan Agama


Hari ini sidang keputusan perceraian Mia. Ia datang ditemani Langit.


Dengan memakai terusan warna hitam abstrak dan rambut yang di poni Mia tampak cantik banget.



Mia duduk ditemani pengacaranya menunggu keputusan di baca. Jino tampak datang sendiri tanpa pengacaranya.


Akhirnya hakim memutuskan Mia dan Jino sah cerai talak 3. Mia tersenyum mendengar keputusan tersebut. Mia tidak menuntut harta gono gini, walau Jino bersedia memberi tapi Mia tak mau menerimanya. Bagi Mia pernikahan yang mereka jalani selama ini juga tidak berjalan semestinya.


Langit menunggu Mia dengan gelisah di luar ruangan.


"Gimana sayang, kamu dah sah ceraikan"tanya Langit begitu Mia keluar.


"Alhamdulillah semua berjalan lancar, karena kak Jino menerima semua tuntutan tanpa mempersulitnya"


"Syukurlah, kalau sampai dia banyak menuntut maka akan berhadapan ama aku"


"Ih... galak amat sih.... "

__ADS_1


"Terima kasih pak atas semua bantuannya"Langit dan Mia mengucapkan terima kasih kepada pengacaranya.


"Sama sama pak. Pak semua berkas perceraian bu Mia ada didalam map ini, saya rasa tidak ada yang perlu saya tangani lagi, untuk itu saya permisi,, karena masih ada urusan"pamit pengacara


Langit dan Mia bergandengan tangan menuju mobil yang ada di parkiran. Hati mereka terasa sangat bahagia saat ini.


"Mia..... tunggu sebentar,bisa kita bicara"Jino memanggil Mia yang akan masuk ke dalam mobil.


"Kak Jino... tentu aja bisa kak"


"Kakak mau minta maaf kalau selama kita hidup bersama tak pernah membuatmu bahagia, kak Jino tahu kamu menikah sama kakak karena terpaksa. Tapi perlu kamu tahu, aku benar benar mencintaimu. Dan mungkin di hatiku selalu ada tempat buatmu. Kak Jino harap kamu bahagia dengan pernikahan mu kelak"Langit menggenggam tangan Mia.


"Kak.... Mia juga minta maaf jika selama pernikahan kita Mia tak bisa menjadi istri seperti yang kak Jino inginkan. Terima kasih atas semuanya kak"


"Boleh kak Jino memelukmu sebagai salam perpisahan kita"pinta Jino


"Oh... tentu kak"Mia memeluk Jino.


Jino memeluk erat Mia, seakan enggan buat ia melepaskan pelukan itu, Jino merasa tenang didalam dekapan Mia.


"Hhhmmmmm..... udahan pelukannya. "Langit merasa cemburu melihat Jino yang memeluk erat Mia.


"Jangan cemas, tanpa kamu pinta pun aku pasti akan membahagiakanya. Mia masuklah, kita harus pergi"pinta Langit.


"Kak... Mia permisi dulu...."pamit Mia.


Jino memandang kepergian Mia sampai mobilnya hilang dari pandangannya.


"Kamu terlihat sangat bahagia akan perpisahan ini. Wajahmu selalu terukir senyum sejak kau kembali bersama Langit.


Tak ada sedikitpun cintamu buatku. Dan sejak bersama Langit, kamu tampak tambah cantik. Aku memang bodoh, pernah mempermainkan cintamu. "Jino membatin


######


Sepanjang perjalanan kembali ke kantor Langit hanya diam tanpa suara. Mia memperhatikan wajah Langit yang tampak berbeda.


"Lang... kamu kenapa... "akhirnya Mia bertanya memecah kesunyian

__ADS_1


"Kamu masih tanya aku kenapa"


"Tentu aja Mia tanya Lang, karena Mia nggak tau kenapa kamu tampak marah."ujar Mia.


"Huuhhh........ "Langit membuang nafas kasar


"Aku tak suka kamu pelukan ama Jino"ucap Langit akhirnya.


"Lang..... kan cuma pelukan aja. Dan itu juga sebagai perpisahan, tak akan mungkin kak Jino memeluk Mia lagi. "


"Cuma pelukan kamu bilang.... Mia aku melihat masih banyak cinta di mata Jino buatmu. Dan itu aku tak suka, aku tak mau ada lelaki lain yang mencintaimu. Kamu hanya milikku Mia... "


"Lang.... maaf kalau kamu tak suka, bukan salah Mia kalau kak Jino masih mencintai Mia. Perasaan seseorang tak bisa kita atur"


Langit menepikan mobilnya di jalanan yang sepi, ia sengaja melewati jalan jalan kecil menghindari macet.


Langit menangkup wajah Mia dengan kedua tangannya, menghadapkan wajah Mia ke wajahnya.


"Kamu tahu kesalahan kamu apa"Tanya Langit. Mia menggelengkan kepalanya.


"Kamu tuh terlalu cantik itu salahnya kamu. Dan juga kamu kenapa dandan cantik hari ini, itu kesalahan terbesar kamu. Aku rasanya tak pernah rela kecantikanmu dipandangi pria lain, karena kamu hanya milikku"


Langit mengecup kening Mia dan menempelkan hidungnya dengan hidup Mia.


"Lain kali kalau keluar rumah tak boleh dandan, ingat itu.... "


"Iya.... sayang... "goda Mia


"Udah pandai merayuku ya sekarang"Langit langsung menggigit bibir Mia, dan disaat mulutnya terbuka Langit memasukan lidahnya dan bermain di rongga mulut Mia.


Mereka melakukan ciuman yang lama dengan saling menukar saliva dan saling *******.


Seolah dunia hanya milik mereka berdua.


****************


Tak bosan bosan author mengingatkan

__ADS_1


Jangan lupa like, koment dan vote nya


Terima kasih


__ADS_2