
Langit memasuki ballroom hotel tempat pesta ulang tahun Jino dengan menggandeng tangan Mia yang tampak sangat cantik dengan gaun sabrina selutut warna merah ditambah riasan wajah yang membuat kecantikan Mia memancar.
Langit menghampiri Jino dengan tetap menggandeng tangan Mia,
"Selamat Ulang tahun kak Jino, semoga apa yang menjadi harapan kak Jino dapat terwujud"Mia memberi ucapan dan menyalami Jino
"Terima kasih doa nya Mia, kamu cantik banget hari ini"ucap Jino tak dapat menyembunyikan kekagumanannya didepan Langit.
"Terima kasih karena telah memuji kekasih ku Jino"Langit berucap sambil melingkarkan tangannya ke bahu Mia. Tampak jelas kecemburuan Langit karena mata Jino yang terus memandang Mia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Kak Raga dan kak Dewi ,mana kak"Mia bertanya menghilangkan ketegangan antara Jino dan Langit.
"Disana ama teman teman kampus yang lain"tunjuk Jino
"Kami gabung ama yang lain dulu ya kak"Mia menggenggam tangan Langit mengajak nya pergi, karena Mia menyadari perubahan raut wajah Langit.
"Aku nggak suka lihat Jino memandang kamu seperti tadi ya, kalau nggak di pesta dah aku hajar tuh anak"Langit berujar sambil mereka berjalan.
"Kamu cemburu ya Jino memujiku"canda Mia menghilangkan amarah Langit.....
"Ya... aku cemburu, aku nggak mau cewekku di kagumi pria lain, apalagi memandangnya seperti tadi"Langit semakin emosi.
"Sayang.... yang penting hati dan cinta ku hanya untukmu"Mia langsung memegang kedua bahu Langit dan memandang Langit dengan intens
"Jangan menggodaku Mia, ntar kulumat bibirmu mau"Langit menundukan badannya, mendekatkan wajahnya ke wajah Mia
"Langit... jangan mesum ya, ini di tempat umum lo"Mia mendorong wajah Langit menjauh.
Mereka bergabung ama teman teman kampus yang lain, bercanda bersama.
"Maaf..... mengganggu"Jino tiba tiba hadir didepan Mia dan Langit yang lagi duduk mencicipi hidangan.
"Mau apa lagi lo"ucap Langit ketus
"Gue mau minjam Mia sebentar, karena mama gue pengen ketemu, dah kangen ama Mia"
"Emang pacarku barang yang bisa dipinjam pinjam"ujar Langit...
"Langit.... "Mia menggenggam tangan langit mencoba meredakan amarah nya.
__ADS_1
"Aku temui mama Jino sebentar ya, dah lama banget nggak ketemu"bujuk mia
"Sebentar aja"Langit menjawab
"Ok ..... sayang... makasih ya"Mia mengusap lengan Langit sebelum meninggalkannya.
####
"Hubungan kamu ama Langit dah sejauh apa sih,keliatannya makin akrab aja"Jino bertanya karena penasaran
"Kami dah jadian, Langit orangnya baik, bersama nya aku merasa nyaman"ujar Mia
"Ma, nih Mia.... "Jino memanggil mamanya yang sedang asik bercerita
"Malam tante, dah lama nggak ketemu, tante makin cantik aja"Mia mengucap salam sambil memeluk mamanya Jino
"Kamu yang makin cantik aja, pantas kemaren Jino memuji kamu habis habisan, dan mengharuskan tante ketemu kamu agar lihat perubahan kamu yang makin cantik"
"Mama.... "Jino berucap malu malu
"Kenapa malu... "ujar mama Jino
Mia kaget melihat sepasang lelaki dan wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka.
"Mama..... Papa..... "ucap Mia kaget melihat kedua orangtuanya yang hadir di ultah nya Jino.
"Mia.... kamu kenal ama anak tante Mira ini"ucap Papa Mia memukul pundak Jino pelan.
"Ya pa, Jino teman Mia dari SMA dulu"
"Berarti perjodohan kita akan berjalan lebih lancar karena anak anak kita ternyata udah lama saling kenal"ucap papa Jino yang tiba tiba muncul diantara mereka.
"Maksud papa..... "Jino bertanya,kaget mendengar perkataan papanya.
"Kami tadi baru aja bicara dan sepakat kalau kamu dan Mia akan kami jodohkan dan bertunangan dalam waktu dekat ini"kali ini papa Mia yang menjawab
Mia kaget mendengar ucapan papanya. Dia tak bisa menerima ini, karena dihatinya telah diisi Langit dan ia tak mau jika harus dipisahkan.
"Papa.... papa bercanda kan"Mia bertanya dengan gugup...
__ADS_1
"Papa serius Mia, kami datang kesini emang mau membicarakan perjodohan dan pertunangan antara kamu dan Jino"
"Mia nggak bisa pa.... "jawab Mia sambil menahan air matanya yang hampir jatuh.
Mia langsung berlari meninggalkan kedua orang tua nya dan orang tua Jino.
"Jino permisi dulu om, biar Jino jelaskan ama Mia"
"Baiklah Jin, oom percaya kamu bisa meluluhkan Mia. Kamu anak yang baik"
"Mia... tunggu"Jino mengejar Mia yang berlari didepannya.
"Mia... dengar dulu, aku sumpah nggak tau apa apa tentang ini, aku memang dah lama kenal ana orang tuamu tapi aku nggak tau kalau itu papa mama kamu"ucap Jino sambil memegang lengan Mia agar tak lari dari nya.
"Mia nggak percaya,..... "
"Jadi.. kamu sengaja mengundang Mia dan mempertemukan Mia ama mama kamu karena kamu udah tau soal perjodohan ini kan"Mia bertanya sambil menyeka air matanya yang tak bisa di tahan lagi
"Sumpah Mia... aku nggak tau, percayalah, aku juga baru tau"ujar Jino...
Langit yang melihat dari jauh perdebatan Jino dan Mia datang menghampiri
"Lo apakan Mia, sampai dia nangis"Langit melepaskan pegangan tangan Jino di lengan Mia...
"Gue nggak ada berbuat salah ama Mia, lang"
"Lo...... "tiba tiba Langit mengarahkan tinjunya kewajah Jino
Jino yang tak siap dengan tindakan Langit terhuyung kebelakang.
"Udah Lang.... "Mia memegang lengan Langit membawanya keluar karena Mia tak mau mencari keributan dan menjadi tontonan.
"Aku pulang ke apartemen mu aja ya Lang"Pinta Mia setelah mereka di dalam mobil....
"Hmmmmm...... "Langit hanya bergumam karena masih menyimpan tanda tanya apa penyebab kekasih hatinya sampai menangis..
*******************
Jangan lupa like dan koment nya
__ADS_1
Terima kasih