Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps.59


__ADS_3

"Bu nanti kita rapat, CEO mau ikutan rapat juga kata pak Chandra"Ani memberi laporan.


"Baiklah, saya akan persiapkan dulu berkas buat rapat, kamu bisa bantu aku"ucap Mia...


Mia dan asistennya mempersiapkan laporan dan segala keperluan buat rapat.


Pikiran Mia udah melayang entah kemana, memikirkan pertemuan nanti dengan Langit.


"Huhhh....... "Mia menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa ada masalah bu, dan apa yang bisa saya bantu"tanya Ani melihat Mia yang sedikit gelisah..


"Tak ada apa apa Ani, kalau sudah siap semua,kita keruangan rapat aja, jangan sampai nanti CEO pula yang menunggu"ajak Mia.


Mereka memasuki ruangan rapat yang sebagian telah hampir terisi penuh sama karyawan yang lainnya.


Mia mendapat tempat duduk berhadapan langsung dengan CEO, karena hanya sisa kursi itu yang tersedia.


"Siang Pak.... "ucap karyawan serempak begitu melihat kedatangan Langit.


Langit memimpin rapat dengan sangat berwibawa. Mia memandang dan memperhatikan Langit yang berbicara dengan mata yang tak berkedip.


"Apa ada yang perlu dipertanyakan bu Mia"tanya Langit begitu selesai bicara,menyadari Mia yang terus memandangnya.


"Nggak ada pak........."jawab Mia gugup karena terkejut atas pertanyaan Langit...


"Kalau tidak ada pertanyaan, rapat sampai disini. Selamat siang... "ucap Langit..


"Selamat siang pak.... "jawab karyawan serempak dan segera meninggalkan ruangan.


"Bu Mia... bisa saya minta tolong"ujar Langit ketika Mia hendak bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Tentu saja bisa pak, apa yang bisa saya bantu"ucap Mia sambil berdiri di samping Langit...


"Tolong pesankan makan siang buat saya, saya mau makan siang di sini aja"


"Baik pak.... segera saya pesankan"Mia berucap sambil berlalu dari ruangan dan segera memesan makanan kesukaan Langit.


"Saya masih ada urusan di sini, kamu bisa kembali ke kantor pusat"perintah Langit kepada asistennya.


#############


"Permisi pak..... apa saya boleh masuk"ucap Mia setelah mengetuk ruangan dimana Langit berada.


"Silakan masuk.... "


"Ini pak.... makan siang nya"ujar Mia sambil menghidangkan makanan yang dipesannya.


"Makanan apa ini..... saya nggak suka"ujar Langit begitu melihat menu makanannya.


"Maaf...... Lang.... bukankah itu makanan kesukaan kamu.... "tanya Mia yang tanpa sadar memanggil nama Langit.


"Maaf.... Lang"hanya kata itu yang keluar dari mulut Mia.


"Kalau besok saya menyuruh kamu, sebaiknya tanya dulu apa mau saya, jangan memesan sesuka kamu aja. Dan juga perlu kamu ingat....hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan, jadi kamu perlu sedikit sopan, jangan memanggil saya dengan nama aja. Saya tak mau nanti karyawan yang lain salah paham"Langit masih bicara dengan suara lantang....


"Maaf atas kelancangan saya pak.... sekali lagi saya minta maaf"ucap Mia sambil membungkukan badannya dan setelah itu dia langsung meninggalkan Langit sendiri di ruangan itu...


"hhuuh...... "Langit meremas rambutnya frustrasi setelah melihat kepergian Mia.


"Kenapa kamu masih aja cengeng..... apa hanya menangis yang kamu bisa"gumam Langit...


Mia masuk ketoilet,dan jongkok sambil membenamkan wajahnya dipaha. Dia menangis terisak terisak.

__ADS_1


"Apa aku emang tak pantas lagi menerima maaf darimu Lang, sebesar apakah kebencianmu padaku. Lang.... kamu jahat... Mia tau emang Mia salah, tapi Mia juga masih punya hati, kenapa kamu memperlakukan aku begitu kejamnya"Mia berkata lirih..


Langit yang juga akan ke toilet mendengar suara isakan tangis. Dia tau suara siapa itu.


"Maaf... aku harus melakukan ini, agar kita tak saling berharap lagi, karena kita sudah tak mungkin bersama lagi"gumam Langit.


Didalam toilet langit masih bisa mendengar suara tangisan itu. Langit mengusap kasar wajahnya dan membasuh muka.


Ketika Langit keluar dari toilet,bertepatan Mia juga keluar dari toilet. Mia yang berjalan menunduk sambil mengusap air matanya tak melihat ada orang, dan menabrak Langit.


"Maaf..... "ucap Mia dan mendongak kepala nya melihat orang yang ditabraknya.


Betapa terkejutnya Mia karena mengetahui Langit lah orangnya, mata mereka saling bertatap beberapa saat.


"Maaf pak.... saya tak sengaja"ucap Mia memecahkan lamunan dan segera beranjak....


Tapi lengannya dipegang oleh Langit yang membuat langkahnya terhenti.


"Maaf pak.... lepaskan tangan bapak. Bukankah bapak nggak mau ada karyawan nanti yang salah paham melihatnya"ucap Mia..


Langitpun melepaskan pegangan tangannya di lengan Mia....


"Jadi wanita itu jangan terlalu cengeng..."ucap Langit sambil berlalu pergi....


Mia hanya tertegun melihat kepergian Langit.


Dia tak mengerti atas sikap Langit...


"Kamu masih aja selalu mengatakan Mia cengeng,bukankah dulu kamu yang pernah berjanji, takan membiarkan air mata jatuh dipipi Mia, tapi kamu tau Lang, tanpa kamu sadari air mata ini selalu mengalir menangis memikirkan kamu"lirih Mia pelan....


***************

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya


Terima kasih*


__ADS_2