
Nico keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai boxer.
"Kak Nico tak malu... "ucap Rachel sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Napa malu sayang.... sekarang kita sudah suami istri... "Nico membuka wajah Rachel
"Maaf.... Rachel masih belum terbiasa..."Rachel
"Sini... tidur lagi... "Nico membawa kepala Rachel tidur dilengannya.
"Kak.... .."Rachel
"Ya... napa... sayang. Kamu sudah siap untuk melakukannya dengan kak Nico"Nico sudah mulai tampak bergairah.
Nico mengukung tubuh Rachel dibawah tubuhnya. Ia mulai menciumi bibir Rachel... dan turun kelehernya. Nico menggigit kecil leher dan dada Rachel meninggalkan tanda kepemilikan..
"Kak Nico boleh ya membuka pakaian Rachel... "tanya Nico sambil menciumi aroma tubuh Rachel yang wangi.
Rachel hanya menganggukkan kepalanya. Nico pun mulai membuka pakaian Rachel hanya menyisakan pakaian dalamnya. Nico memandangi tubuh mulus dan kulit Rachel yang halus tanpa berkedip.
"Kak.... jangan dipandangi gitu... Rachel malu.. "lirih Rachel
"Kamu tampak jauh lebih cantik tanpa busana gini... sayang.. "Nico mengecupi dada Rachel dan perut ratanya.
"Kak..... "des*han Rachel, menahan sesuatu yang terasa menjalari tubuhnya.
Suara lenguh*n dan desah*n Rachel membuat gair*h Nico semakin memuncak. Tak ada logika dan pikiran lagi, yang ada hanya perasaan ingin memiliki dan menguasai tubuh Rachel seutuhnya.
Nico melepaskan semua pakaian dalam yang masih tersisa ditubuh Rachel.
Nico sudah tak tahan ingin menyatukan tubuhnya dan Rachel.
"Bolehkan kak Nico memilikimu seutuhnya... "bisik Nico sambil mengecup telinga Rachel
Rachel hanya menganggukkan kepala seakan tidak ada kekuatan lagi didirinya. Wajahnya yang memerah nampak sangat mempesona dimata Nico.
Nico mengecup bibirnya Rachel dan mulai memasukan lidahnya kedalam mulut Rachel, ia melum*t bibir Rachel sambil membelit lidahnya...
Sementara itu tangan Nico mulai mengarahkan bagian inti tubuhnya ke bagian inti tubuh Rachel. Nico sudah tak bisa menahannya.
"Aawwwhh...... "teriak Rachel pelan. Membuat Nico tersadar. Tubuh Nico sudah terbenam di tubuh Rachel.
"Tahan dikit sayang.... "ucap Nico, ia kembali melum*t bibir Rachel menahan rasa sakit yang mungkin Rachel rasakan. Walau Rachel bukan perawan lagi... tapi ia tak pernah melakukan hubungan lagi semenjak dengan Dion.
Nico memacu tubuhnya perlahan... sampai rasa sakit yang Rachel rasakan perlahan menghilang... yang ada sekarang hanya rasa nikmat. Gerakan yang pertama perlahan mulai dipacu dengan sedikit lebih kencang.
Mereka berpacu dalam gairah yang menikmatkan. Setelah hampir setengah jam akhirnya Nico dan Rachel mencapai puncak kenikmatannya. Nico menanamkan benihnya di rahim Rachel.
Nico menjatuhkan tubuhnya kesamping setelah menanamkan benihnya... ia mengecup dahi Rachel.
"Terima kasih sayang... mulai malam ini kamu seutuhnya telah jadi milik kak Nico... "Nico mengecup pipi Rachel
Rachel membenamkan kepalanya didada bidang Nico...
"Gimana sayang... sakit.. "ucap Nico
"Dikit.... "Rachel
"Sekarang tidurlah... nanti setelah hilang sakitnya kita bisa mengulangnya lagi... "bisik Nico
"Kak Nico... mesum ah... "ucap Rachel sambil memukul dada Nico perlahan.
__ADS_1
"Kalau kita melakukan sesering mungkin... nanti Rachel tak akan merasa sakit lagi... tapi rasa nikmat dan ingin mengulanginya lagi... "lirih Nico
"Emang kak Nico pernah melakukannya.... kok tahu... "Rachel
"Kak Nico pernah membacanya... "ucap Nico malu.
"Ih kak Nico suka baca yang gituan ya... "Rachel
"Kak Nico lelaki normal sayang... umur kakak udah hampir kepala tiga... sudah sewajarnya kakak menginginkannya... "ucap Nico sambil mengecup kepala Rachel dan perlahan menurunkan kepalanya ke leher Rachel
"Boleh kakak meminta lagi... "lirih Nico sambil menggigit leher Rachel pelan
"Kak Nico... jangan gigit terus... nanti ada jejaknya.. "Rachel protes melihat Nico yang asyik mengecup dan menggigit leher dan dadanya...
"Sudah hilangkan sakitnya... kakak minta sekali lagi ya... "ujar Nico merayu sambil tangan terus bermain ditubuh polos Rachel
"Nanti lagi kak... "Rachel
"Sekali aja... sebelum tidur. Kasihan junior kak Nico masih ingin bermain lagi... "Nico
"Kakak..."jerit Rachel tertahan karena merasakan bagian inti tubuhnya yang telah dimasuki bagian inti tubuh Nico kembali...
Nico dan Rachel kembali melakukan penyatuan tubuh mereka.
################
Pagi harinya...
"Pagi semuanya.... papi.. mommy... oma.. opa dan kesayangan daddy.. "ucap Nico sebelum duduk dikursinya
"Semangat betul kamu....son.. "Langit berucap sambil nyengir
"Mana Rachel... apa ia tak bisa bangun.. kamu melahapnya sampai berapa ronde ..."Langit
"Kakak... ngomongnya di saring dikit... ada Alvin.. "Mia
"Bentar pi... Rachel lagi berpakaian... "Nico
"Pagi semuanya.... "ucap Rachel dan duduk diantara Alvin dan Nico
"Pagi sayang oma... kamu tampak berseri kali... "Oma
"Oma bisa aja... "Rachel
"Mami... apa mami tak merasa kesakitan... "Alvin
"Tidak sayang... memang kenapa... "Rachel
"Lihat leher mami banyak darahnya... merah merah... "ucap Alvin polos.
Mendengar ucapan Alvin semua mata jadi ikutan tertuju kearah leher Rachel.. Semua tersenyum menyadari apa yang ditanyakan Alvin.
"Oh ini..sudah tak sakit kok sayang... "ucap Rachel malu sambil menunduk
"Apa ada ulat yang gigit leher mami... "Alvin
"Ulat besar yang sangat ganas menggigit leher mami Alvin... "Langit
"Sakit mami...saat digigitnya..."Alvin
"Nggak kok sayang... udah Alvin makan aja ya sarapannya"ucap Rachel masih menunduk menahan malu.
__ADS_1
"Daddy... leher daddy juga digigit ulat ya.... tapi leher daddy cuma dikit..."Alvin
"Huks... huks... "Nico terbatuk mendengar pertanyaan Alvin
"Ya sayang... ulatnya cantik... "Nico
"Kak Nico... "Rachel mencubit lengan Nico
"Aaww... tapi kadang ulat cantiknya juga suka mencubit... daddy.. "Nico
"Ih kak Nico nyebelin deh... "Rachel
"Ha... ha... sudah sudah sarapan dulu. Berhenti ngobrolnya.. "ucap opa sambil tertawa.
"Nico... catering dan semua buat pesta apa sudah siap... ini hanya tinggal lima hari lagi pestanya... "Mia
"Nanti Nico cek kembali mom.... "Nico
"Undangan apa masih ada yang belum disebarkan... "Mia
"Hanya tinggal beberapa undangan lagi mom... "Nico
"Okelah... nanti mommy dan oma mau fitting baju... kamu mau ikut Rachel... "Mia
"Nggak mom... Rachel dirumah aja... "Rachel
"Ya... kamu dirumah aja dek... istirahat.. "Nico
"Kenapa kamu minta Rachel istirahat... kamu takut ia kecapean....takut Rachel nggak kuat nanti malam... "Langit
"Papii... mesum terus omongannya... "Rachel
"Kamu Lang... seperti tak pernah muda aja... "oma menowel kening Langit.
"Mama... jangan gitu... Langit sudah bukan anak kecil lagi. Masa ditowel towel... menghilangkan wibawa Langit aja... "ucap Langit
"Kamu sadar dah tua masih aja omongannya tak di jaga... "opa
"Kok jadi nyalahin Langit sih... "Langit.
"Emang papi salah... ngomongnya masih aja sembarangan... nggak sadar umur.. "Nico
"Hei son... kamu juga jaga omonganmu... aku ini sekarang mertuamu... "Langit
"Maaf bapak mertua.. "ucap Nico sambil berdiri dan menundukan badan tanda minta maaf sambil tersenyum
"hei son... minta maaf tuh harus dengan ikhlas... jangan sambil senyum senyum.. "Langit
"Sudah sudah... ah... makan lagi sarapan nya... masih banyak nih yang harus diurus.. "oma
Bonus visual daddy Nico yang tampannya kebangetan.
***********************
Jangan lupa tinggalkan jejak
like... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1