
Mia mencari buku novel yg ingin dibacanya buat menghabiskan waktu diperpustakaan sekolah. Hari ini guru2 ada rapat sehingga anak2 semuanya tidak belajar. Siswa siswi yang lain banyak dilapangan sekolah menghabiskan waktu dan ada juga kekantin.
Setelah buku yang diinginkan telah dapat, Mia mencari tempat duduk disudut perpustakaan menghadap ke taman belakang sekolah. Yuni sahabatnya tidak hadir hari ini karena ada acara keluarga. Sehingga Mia malas kemana2, jadi perpustakaan lah tujuan Mia pada akhirnya.
Terdengar langkah kaki memasuki perpustakaan,Mia yang lagi serius membaca novelnya tidak menyadari kehadiran seseorang yg sedang memperhatikannya.
Setelah mengambil satu novel orang itu mendekat ke meja tempat Mia membaca.
"Boleh duduk disini"tanya orang itu
"Boleh kok"jawab mia tanpa menoleh kearah suara itu.
"Apa kakak mengganggu Mia kalau duduk disini"tanya orang tersebut kembali
Karena merasa nama nya disebut Mia langsung menoleh kearah sumber suara. Alangkah terkejut nya Mia karena ternyata suara itu berasal dari lelaki yg selama ini diam2 diperhatikannya. Jino lah yang datang menghampiri Mia.
"Nggak mengganggu kok kak, silahkan kakak mau duduk dimana"jawab Mia pelan sambil menghilangkan rasa gugupnya.
"Kok nggak gabung ama siswi2 yg lain dilapangan lihat pertandingan basket"Jino kembali bertanya.
Sebelum menjawab pertanyaan Jino,Mia memandang heran ke arah Jino, karena Jino terkenal irit bicara dan angkuh. Tapi kenapa beda ama yg ada dihadapannya sekarang.
"Apa ada yang salah ya di muka kakak, kok Mia mandang kakak gitu amat"Jino
"Nggak ada kak" kembali Mia menjawab dengan gugupnya
__ADS_1
"Lagi pengen baca novel aja kak"jawab Mia selanjutnya
"Kakak sendiri napa nggak gabung ama yang lain,bermain basket"Mia
"Lagi malas dan juga kakak lagi pengen kenalan lebih dekat ama Mia. Yang selalu jadi bahan omongan siswa yang lain,anak baru yang baik dan murah senyum,itu yg sering kakak dengar,jadi penasaran gimana Mia itu orangnya"Jino berkata sambil tersenyum manis dan matanya tak lepas memandang wajah Mia.
Sehingga ketika menyadari Jino memandangi Mia menjadi grogi dan mukanya langsung memerah.
"Kakak ada2 aja, mana ada sih Mia jadi bahan omongan. Masih banyak cewek siswi sekolah ini yang pantas buat jadi bahan obrolan"Mia
"Kamu emang sangat cantik dan pantas jadi bahan omongan"gumam Jino
Mereka berdua pun terlibat percakapan yang tanpa terasa bel pulang sekolahpun telah berbunyi.
"Mia pulang ama siapa,ada yg jemput, kalau nggak ada pulang ama kakak aja yuk"ajak Jino.
"Maaf kak, Mia pulang ama kak Raga"Mia
"Kalau gitu kakak duluan ya, lain kali bolehkan kakak antar Mia pulang. Atau Raga itu pacarnya Mia ya. Kalau emang kekasihnya Mia kakak takut nanti jadi salah paham pula kalau pulang ama kakak"Jino
"Bukanlah kak, Mia ama kak Raga tetanggaan, makanya mia pulang selalu ama kak Raga"Mia
"Syukurlah kalau gitu, da.... sampai jumpa ya besok"Jino
Sepeninggalan Jino, Mia berpikir2 terus kenapa Jino tadi begitu beda ama yang selalu diomongin ama siswi2 sekolah ini.
__ADS_1
Ketika di mobilpun Mia masih bertanya2,ada apa ya dengan perubahan sikap Jino. Mia juga masih ingat ketika dia pernah menabrak Jino, lelaki itu menjawabnya dengan ketus dan angkuhnya.
Melihat Mia yang melamun, Raga pun jadi heran dan bertanya Dihatinya"apa ada yang Mia pikirkan, ngapa dari masuk mobil tadi sampai sekarang gadis ini hanya diam dan melamun."
Sampai depan pagar rumah,Mia masih larut dengan pikirannya sehingga tak menyadari bahwa mereka telah sampai ditujuan, sampai akhirnya suara Raga mengagetkan Mia.
"Mia kita telah sampai"Raga berkata sambil menepuk lengan Mia pelan
"Eh.. maaf, udah sampai ya kak"kata mia sambil membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
"Terimakasih kak"ujar mia sambil membuka pagar rumahnya.
"Mia"....panggil Raga sebelum Mia berlalu masuk ke halaman rumahnya
"Apa yang ada mengganggu pikiran Mia, karena kakak lihat dr sekolahan tadi Mia hanya diam dan melamun"tanya Raga
"Nggak ada kok kak, cuma mia kangen ama mama dan papa aja"bohong Mia
"Kalau gitu ya udah, Mia masuklah nanti kan bisa VC ama mama dan papa"Raga
"Oke bosss... "canda Mia
Raga pun meninggalkan Mia yg telah masuk kerumah sambil teraenyum. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan Mia bisa membuat Raga tersenyum..
******************
__ADS_1
MOHON LIKE, DAN KOMENT NYA YA