Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 60


__ADS_3

Salahkah takdir yang seakan mempermainkan kita


Mencintai tapi pada akhirnya harus terpisah


Aku menangis dalam diam menyadari kamu yang begitu terluka karena perpisahan ini


Aku selalu berharap kebahagiaan dalam hidupmu.....


***************


"Akhir akhir ini CEO kok sering mengunjungi kantor kita ya"


"Ya... aku sih senang senang aja karena melihat pemandangan yang indah"


"Wuih.... aku selalu mengkhayal jika aku jadi kekasihnya"


"Kalau aku jadi pacarnya tak akan ku lepas dan biarkan cewek manapun mendekatinya"


"Udah ganteng, tajir lagi.... Wanita mana sih yang tak mau ama CEO kita"


"Tapi dengar dengar sih sekarang pak Langit udah ada pacar"


Masih banyak suara suara karyawan wanita yang menggosipkan Langit di kantin ketika jam stirahat ini. Mia hanya mendengarkan.


"Bu Mia.... kenapa diam aja. Menurut bu Mia pak Langit termasuk calon suami idaman juga kan"


"Hhmmmmm....... "Mia hanya bergumam


"Eh....Maaf, kalau tak salah bu Mia udah bersuamikan"tanya Santi karyawan bagian pemasaran


"Emang napa kamu tanya status bu Mia"tanya Ani asisten Mia...


"Bu Mia cantik banget, kalau diperhatikan wajahnya bu Mia ama pak Langit ada kemiripan. Kalau belum nikah, kan bisa aja bu Mia mendekati pak Langit, siapa tau berjodoh"ujar Tia.


"Huk... huk... ..."Mia terbatuk mendengar ucapan Tia.


"Kamu ada ada aja Tia.... udah cepat makannya, jam istirahat dah hampir habis"ucap Ani.....

__ADS_1


########


Mia masih mengingat ingat perkataan karyawan di kantin tadi.


Langit emang lelaki idaman. Pasti mudah baginya mendapati wanita yang jauh melebihi dirinya.


"Kerja jangan melamun, gimana bisa maju perusahaan kalau karyawannya sering melamun"Langit memukul meja kerja Mia yang membuat ia sangat kaget.


"Maaf pak...... "lirih Mia tanpa memandang ke arah asal suara.


"Kumpulkan semua manager dan asistennya, ada sedikit yang perlu saya beritahu"ujar Langit.


"Baik pak.... "Mia menelpon semua manager dan asistennya buat berkumpul.


Mia berjalan gontai diikuti ama Ani dibelakangnya. Mia masih memikirkan sikap Langit yang sedikit kasar, tetapi mengapa semua karyawan memujanya.


"Apa Langit hanya kasar terhadap aku aja, mungkin karena dia membenciku"Mia membatin.


#########


Setelah semua manager masing2 bagian dan asistennya berkumpul Langit berbicara...


"Wuihh....... asik dong"terdengar suara riuh kegembiraan dari seluruh karyawan.


Langit melihat kearah Mia, dan melihat tak ada raut wajah gembira dari wanita itu.


"Berapa hari pak kita perginya"


"Apa biaya semua di tanggung perusahaan"


"Kemana kita perginya pak"tanya karyawan antusias


"Kita berangkat jumat siang dan kembali minggu sore, semua biaya ditanggung perusahaan sebagai rasa terimakasih saya karena keuntungan perusahaan yang jauh meningkat. Kita pergi ke puncak dan bermain di pantai"jawab Langit...


"Horeee....... ini baru pak boss... yang baik hati"ucap salah seorang karyawan senang...


Mia hanya menekur wajahnya tanpa suara, memainkan jari tangannya.

__ADS_1


"Apa ada pertanyaan... "


"Apa boleh bawa pasangan pak... "kali ini asisten Mia yang bertanya.


Mia memandang kearah Ani yang mengajukan pertanyaan.


"Tidak ada yang boleh membawa pasangan kecuali saya tentunya. Dan juga saya ingatkan, semua manager harus ikut, karena ini termasuk perintah saya"Langit kembali bersuara.


"Siiaaapppp pak bos... "serempak mereka menjawab.


"Kalau tidak ada pertanyaan,saya persilahkan kembali kerja. Selamat sore.... "Langit mengakhiri pertemuan kali ini.


###########


"Kak.... jumat hingga minggu Mia mau pergi ama semua manager dan asisten"Mia meminta izin ketika makan malam bersama Jino...


"Memang harus pergi ya... "tanya Jino


"Harus kak, karena ini untuk menjalin keakraban sesama karyawan. Mia boleh ikut kan kak"


"Pergilah kalau memang itu permintaan dari pimpinan perusahaan dan Mia jangan sampai telat makan, tidur jangan larut, kakak takut karena keasikan liburan semua jadi dilupakan"


"Baik kak, terima kasih"ucap Mia...


Mia pun membereskan semua piring bekas makan mereka dan mencucinya.


Setelah semua selesai seperti biasa Mia langsung pamit menuju kamarnya.


Jino hanya bisa memandang Mia yang masuk ke kamar.


"Mia..... sampai kapan kita terus begini. Serumah tapi seakan tak saling mengenal. Kita telah suami istri, ku pikir kamu akan perlahan lahan menerimaku, tapi setiap hari ku rasa hatimu semakin sulit buat ku raih.


Aku tak tahu sampai kapan aku bisa bersabar dengan keadaan ini"Jino membatin.


*****************


Jangan lupa like dan komentnya

__ADS_1


Terima kasih*


__ADS_2