Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 40


__ADS_3

Inilah aku dengan segala kekurangan ku


telah ku coba mengikhlaskan kepergiaanmu


tapi hatiku tak bisa dibohongi


aku belum bisa melepaskanmu


terkadang air mata tetap jatuh tanpa bisa ku tahan


tapi tetap ku yakinkan hati dan diriku kalau kau memang ditakdirkan menjadi jodohku kau pasti akan kembali kepelukan ku tanpa terduga..........


****************


Akhirnya hari ini datang juga tanpa ku bisa menolaknya. Aku selalu berdoa agar waktu lamban berputar agar aku bisa siap menghadapinya.....


Ku lihat pantulan diri di kaca kamar hotel ini. Gaun putih panjang semata kaki dengan belahan sampai tengah paha yang Mia pakai menambah kecantikan diri Mia.


Rambutnya dibiarkan tergerai dengan sedikit gelombang ditambah mahkota membuat penampilannya sempurna.


Mia tak bisa menutupi kesedihannya.....


"Mia, napa nangis sayang... apa kamu masih belum bisa menerima pertunangan ini nak"Mama berkata sambil menggenggam tangan anak gadisnya...


"Ma... apakah ada bedanya Mia ikhlas atau tidak, semua akan tetap berjalan sesuai yang papa inginkan bukan. Mia nggak ada pilihankan"lirih Mia sendu


"Maafin mama nak, mama tak bisa menentang keputusan papamu"


"Sudahlah ma, Mia akan mencoba ikhlas menerima takdir hidup Mia, mungkin dengan Mia menerima pertunangan ini dapat sedikit membalas budi mama dan papa yang telah membesarkan Mia"


"Mia, mama ikhlas membesarkan kamu selama ini nak. Mama tidak pernah mengharapkan balas jasa, tapi kamu taukan nak, ini semua terpaksa kami lakukan,agar kami tak terlalu berhutang banyak kepada orang tua Jino.... "ujar mama Mia...


"Ma...... "Mia tak bisa menahan isak tangisnya lagi...


"Udah sayang... jangan menangis lagi ya... nanti riasan wajahmu rusak. Papa udah mengirim pesan,supaya kita ke aula, acara dah akan dimulai..."ujar mamanya Mia


Mama menuntun tangan Mia membawanya keluar dari kamar menuju aula. Langkah kaki Mia terasa berat, dan lemas. Seakan kakinya tak sanggup berjalan....

__ADS_1


##########


Langit memasuki ballroom hotel dimana akan dilangsungkannya pertunangan Mia. Langit minta ditemani ama Daniel dan Rangga datang, karena dia tak sanggup jika menghadiri sendiri, dan menyaksikan wanita yang dicintainya mengikat janji dengan lelaki lain...


"Mia..... cantik banget ya.... "gumam Langit melihat ke panggung dimana Mia,Jino dan kedua orang tua mereka berdiri.


"Ya... cantik... tapi sayang sebentar lagi dia akan milik orang lain"ujar Daniel dan mendapat toyor an di kepalanya dari Rangga...


"Bacot lo jaga, nggak tau perasaan teman lagi patah hati lo"lirih Rangga..


Di atas panggung pembawa acara mengumumkan kalau acara pertukaran cincin akan di mulai....


Mia di minta maju mendekat kearah Jino, agar bisa disematkan cincin pertunangan mereka.


Tapi sebelum cincin terpasang, Mia udah tak bisa menahan bobot tubuhnya, dia pingsan di panggung itu.


Langit langsung berlari menuju panggung,mau memopong tubuh gadis itu...


Tapi sebelum Langit sampai, Jino telah menggendong Mia membawanya masuk ke kamar hotel....


Acara tetap diteruskan, MC mengumumkan kalau tamu undangan di persilakan menyicipi hidangan...


"Lo mau apa"Jino mendorong Langit yang bermaksud mendekati Mia yang telah dibaringkan di atas tempat tidur...


"Gue mau tau keadaannya Mia, "


"Lo nggak ada urusan ama Mia, gue sebagai tunangannya bisa menjaga Mia"ujar Jino


"Jangan banyak omong lo, di hari pertunangan aja lo udah membuat Mia pingsan, gimana dengan hari hari selanjutnya, gue nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi... "ujar Langit...


"Benar kata Jino,kamu.... tak ada urusan ama anak saya, biarkan Jino sebagai tunangannya yang menjaga.. silakan kamu keluar"ucap papa Mia yang tiba tiba muncul di kamar ini...


"Langit....... "ucap Mia tersadar dari pingsannya dan melihat Langit berdiri di samping tempat tidurnya...


"Mia..... kamu udah sadar sayang..... "Langit menundukan badan dan menggenggam tangan Mia...


"Mia nggak apa apa, cuma sedikit pusing aja"lirih Mia...

__ADS_1


"Say..... "


"Silakan kamu keluar sebelum saya menyuruh orang mengusirmu dengan tidak hormat"papa mia melepaskan genggaman tangan Langit.


Papa Mia mendorong tubuh Langit agar lelaki itu meninggalkan kamar tempat Mia istirahat.


"Papa.... jangan kasar ama Langit pa"Mia berkata dengan lirih sambil menahan air mata yang udah mulai turun...


"Orang seperti Langit harus dikasari baru dia mengerti, papa udah menyuruhnya pergi baik baik tapi tak dihiraukan"Papa Mia udah mulai tampak emosi.


"Papa.... Kak Jino keluarlah.... tinggalin Mia sendiri,Mia mau istirahat,kepala Mia pusing"ucap Mia setelah melihat Langit yang dengan terpaksa meninggalkan kamar ini...


"Baiklah... kakak ama papa keluar dulu, Mia tidur aja. Kakak temui tamu tamu dulu ya"Jino mencium kening Mia lembut sebelum meninggalkannya


Mia mengusap kening bekas ciuman dari Jino. Dia jadi ingat ama Langit.


Langitlah yang selalu dan tak pernah bosan mencium kening,pipi,hidung dan bibir nya setiap mereka ketemu.


"Lang... Maafin Mia.... Mia kangen ama kamu"gumam Mia diantara isak tangusnya.....


############


Langit meninggalkan hotel itu dengan Daniel dan Rangga yang setia menemaninya...


"Kita ke club dulu ya sebelum pulang"pinta Langit


"Lo mau mabuk lagi"ujar Daniel...


"Emang lo tak mau ya"tanya Rangga...


"Siapa bilang tak mau, malahan gue senang di bawa Langit karena kalau pergi ama dia gue nggak harus ngeluarin duit, beda ama lo, mau nya dibayarin doang"


"Bacot lo..... "Rangga menoyor kepala Daniel...


******************


Jangan lupa like dan komentnya ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2