
Sudah seminggu Alex di rawat, tapi keadaannya bukan membaik. Dokter mengatakan ada pendarahan diotaknya.
Mia dan Langit setiap hari menyempatkan hadir melihat Alex...
"Mommy... mengapa daddy tidurnya lama"Nico
"Daddy kan lagi sakit sayang, jadi butuh istirahat. Nico berdoa aja ya supaya daddy cepat sembuh"Mia
"Ya... mommy. Nico janji nggak akan nakal lagi, biar daddy cepat sembuh"Nico
"Anak pintar.... mommy sayang kamu"Mia
"Nico juga sayang mommy dan om Langit"ucap Nico melihat ke arah Langit.
"Om juga sayang Nico"Langit mengusap kepala Nico.
Seminggu selalu bersama membuat Langit juga mulai menyayangi Nico.
"Apa ada keluarga pak Alex yang bernama Langit dan Mia"ucap salah seorang perawat yang menjaga Alex
"Kami keluarganya yang bernama Langit dan Mia.. .. "Langit
"Pak Alex.... sudah sadar dan ingin bicara dengan bapak dan ibu"perawat
Langit dan Mia menuju ruang perawatan Alex.
"Pak Langit ..bu Mia.. ... terima kasih karena telah sudi menjaga Nico"ucap Alex terbata bata.
"Jangan sungkan Pak Alex.... kami juga senang karena Nico anak yang pintar"Langit
"Pak Langit dan bu Mia..... saya titip Nico"ucap Alex lagi masih dengan terbata bata
"Pak Alex jangan terlalu memikirkan Nico, saya dan suami pasti akan menjaga Nico sampai anda pulih"Mia
"Pak.... Bu.... jika umur saya pendek, tolong jaga Nico... jangan biarkan ia di bawa neneknya"Alex
"Pak Alex, anda jangan berpikiran begitu. Anda pasti sembuh"Langit.
"Nico.... jika daddy pergi jauh.... kamu tinggal ama mommy Mia jangan nakal ya. Daddy sayang kamu"Alex
"Daddy.... emang mau pergi kemana"Nico
"Daddy....... "ucapan Alex tak bisa diteruskan karena ia telah tak sadarkan diri.
Mia dan Langit memencet bel,panggilan buat perawat.
__ADS_1
"Tolong panggilkan dokter, pak Alex tak sadarkan diri lagi"Langit.
Dokter datang dan memeriksa keadaan Alex. Dokter mengatakan kalau pendarahan di otak nya sudah meradang dan harus dilaksanakan operasi. Tapi tingkat kesembuhan hanya 50%. Tapi jika tidak segera dilaksanakan operasi akan mengakibatkan kelumpuhan.
Langitpun terpaksa menanda tangani surat izin operasi. Walau tingkat kesembuhan hanya lima puluh persen.
Sudah hampir empat jam operasi berlangsung. Langit, Mia dan juga Farrel serta pengacara pak Alex menunggu dengan cemas.
Pengacara Pak Alex memang selalu berjaga di rumah sakit semenjak Alex mengalami kecelakaan.
Terlihat dokter dan perawat yang keluar ruang operasi silih berganti. Terlihat wajah kecemasan mereka.
"Kak.... ada apa... mengapa dokter keluar masuk ruang operasi"Mia
"Kakak juga tidak tahu sayang, kita doakan aja semoga semua lancar"Langit.
"Keluarga pak Alex. .."dokter menghampiri mereka.
"Ya kami dok........... "Langit.
"Ada apa dok.... "pengacara Alex
"Maaf...... kami telah berusaha maksimal.... tapi..... "Dokter
"Tapi pak Alex.... tidak dapat kami tolong. Sekali lagi kami minta maaf"dokter
"Maksud dokter......."Mia bertanya dengan gugup
"Pak Alex tak terselamatkan.... pak Alex telah tiada"Dokter
"Apa dok...... "Mia yang mendengar itu tiba tiba lemas. Untung Langit segera memeluknya dan membawa Mia duduk.
"Kak..... itu tak mungkinkan. Mia salah dengarkan. Nico bagaimana kak..... "ucap Mia sambil berurai air mata.
"Sayang..... itu sudah kehendak takdir. Kita tak bisa menghindarinya..... "Langit
"Tapi.... Nico kak.... Nico.... apa yang harus kita katakan pada Nico kak"Mia
"Nico anak yang pintar, pasti ia akan cepat menerimanya. Sekarang kita harus menghibur Nico... sayang"Langit.
"Nico.... Nico nya mana kak"Langit.
"Lagi tidur dipangkuan Farrel"Langit
"Kak...... "Mia menangis terisak di dada Langit. Ia tak bisa membayangkan perasaan Nico, apa yang akan ia katakan nanti pada Nico.
__ADS_1
Pengacara Alex... Pak Sariman Siregar mengurus semua administrasi rumah sakit dan pemulangan jenazah pak Alex.
"Mommy.... mengapa mommy menangis"Nico yang telah bangun menghampiri Mia.
"Sayang... ....mommy.... "Mia tak bisa meneruskan kata katanya. Ia memeluk erat Nico sambil menangis.
Langit yang melihat itu pun tak bisa menahan air matanya. Ia tak bisa membayangkan anak sekecil Nico harus hidup tanpa kedua orang tua.
"Mommy... jangan nangis. Siapa yang membuat mommy menangis"Nico
"Nico.... mommy sayang Nico"Mia masih menangis sambil memeluk Nico erat
"Nico.... kamu harus kuat ya,apapun itu ingat Nico masih ada mommy dan om Langit. "Langit
"Ya om. Gimana daddy om. Apa daddy udah selesai diobati dokter. Daddy akan sembuh ya om"Nico
"Nico.... dengarin om ya. Daddy sekarang ada di surga bersama mommy Nico. Ia udah pergi sangat jauh dan tak akan kembali lagi. Tapi daddy akan selalu sayang Nico"Langit
"Apa itu berarti Nico tak bisa ketemu daddy lagi om"Nico
"Ya sayang.... "Langit.
Mia menangis dengan terisak isak,ia tak bisa berkata kata lagi menjelaskan semuanya. Mia memeluk erat Langit dan menagis dilengannya.
"Mommy..... om.... mengapa daddy tak pamit dulu ama Nico kalau mau pergi"Nico.
"Karena daddy tak ingin melihat Nico sedih"Langit.
"Om... mommy.... Nico tak akan menangis. Bilang ama daddy kembalilah sebentar, pamit dulu ama Nico sebelum pergi jauh"Nico
"Tapi daddy udah pergi sayang..... dan tak sempat pamit"ucap Mia
"Daddy jahat.... tak pamit ama Nico"Nico menangis terisak sambil memeluk Mia
"Mommy.... Nico tak nakal kan. Tapi mengapa daddy meninggalkan Nico pergi jauh. Dan tak mau mengajak Nico"Nico
"Sayang..... mommy.... "Mia menangis semakin kencang mendengar ucapan Nico
Mia makin memperkeras suara tangisnya. Ia tak tega melihat Nico. Langit dan Farrel pun tak bisa menahan air matanya, ikutan sedih melihat Nico.
********************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1