
Seandainya waktu dapat ku putar dan kuhentikan...
Aku akan meminta pertemuanku dengan Langit tak akan pernah berakhir
Ku ingin hidup selamanya bersama dirimu
Maafkan jika aku harus meninggalkan dirimu
Bukan karena diriku tak mencintaimu....
Takdirlah mungkin yang belum berpihak pada kita......
***************
Mia merebahkan kepalanya di paha Langit.
Dia mengenadahkan kepalanya memandang wajah lelaki yang amat dicintainya...
Rasanya ia begitu tak rela jika harus berpisah dengan Langit...
Tapi Mia tak ada pilihan lain, dia harus tetap meninggalkan Langit dan melupakan cintanya kepada lelaki itu.
Mia tak ingin jika dia memaksa bersama Langit,mama nya akan terluka dan menderita.
Dia harus membuang egonya dan berkorban demi orang yang berjasa dalam hidupnya dan telah membesarkan dengan kasih sayang seperti anak kandungnya.
Flashback
"*M*aaf sayang, mama harus mengatakan ini.
Mama selama ini tak pernah meminta apa apa sama Mia, dan mama tak ada pilihan lain.
Mama minta kamu tetap menikah ama Jino, karena jika kamu tak mau, papa akan menceraikan mama. Karena mama telah berjanji sebelum membawa Langit bahwa kamu akan tetap menikah. "mama mia bicara sambil menangis.
"Ma.... apa Mia tak bisa memilih pasangan hidup Mia, apa Mia tak berhak bahagia dengan lelaki yang Mia cintai"Lirih Mia sambil terisak
__ADS_1
"*Maafkan mama sayang, tapi ini udah keputusan dari papa, yang tak bisa mama tentang. Atau Mia ingin mama berpisah ama papa. Mia taukan mama tak bisa hidup tanpa papa. Mama mohon sayang, menikahlah dengan Jino, bukankah Jino lelaki yang baik"ujar mama Mia
"Ma.... Mia tak cinta ama Jino ma"
"Cinta bisa hadir karena kebersamaan sayang, mama yakin nanti kamu bisa mencintai Jino. Bukankah Jino sangat mencintaimu, dia pasti jadi suami yang baik.
Mama mohon sayang"ucap mama sambil menunduk dan berlutut
"Ma..... bangun... jangan berlutut sama Mia.
Kalau memang pernikahan Mia dapat membuat mama bahagia, akan Mia lakukan demi mama"ucap Mia....
flashback off*
"Napa mandang aku terus, aku emang ganteng kok"Ucap Langit mengagetkan lamunan Mia
"Narsis amat sih... "cabik Mia
"Minta dilumat ya bibirnya"Langit menundukan wajahnya mendekat ke Mia....
"Lang..... ih... mesum amat sih, ini dirumah sakit lo"Mia mendorong wajah Langit menjauh...
"Maafin mama sayang karena telah merampas kebahagiaan mu. Mama tak kuasa menolak kemauan dan keputusan papa mu"batin mama Mia...
###########
"Lang kok mama nggak datang ya"Tanya Mia karena dah hampir sore mama nya belum muncul di kamarnya..
"Mungkin mama sengaja membiarkan kita berdua, dapat mama mertua pengertian banget"ucap Langit sambil mengusap kepala Mia yang bersandar didadanya.
"Lang..... apa kamu tahu kalau Mia sayang banget ama kamu.... "ucap Mia sambil memainkan jarinya didada bidang lelaki itu
"Tahu dong sayang, kalau kamu nggak sayang ama aku nggak mungkin kamu sampai sakit karena pisah ama aku"narsis Langit
"Jika suatu saat kita berpisah, yang perlu kamu tahu Lang.... itu semua bukannya kemauan dan keinginan Mia, tapi mungkin takdir yang belum berpihak ama kita"lirih Mia..
__ADS_1
"Kenapa kamu ngomong gitu sayang, apa kamu berniat ingin meninggalkan aku"tanya Langit...
"Lang...... I LOVE YOU"Mia menatap mata Langit dalam, menahan air mata yang akan menetes. "Langit.... aku sangat mencintaimu,jika aku boleh meminta pasti aku akan meminta waktu berhenti sekarang"batin Mia
"I LOVE YOU TOO, Kenapa memandang Langit kayak gitu banget, baru sadar ya kalau lelakimu ini sangat tampan"Langit mengecup bibir Mia.
Mia yang mendapat kecupan dibibirnya dari Langit, membalas mengecup kembali.
Kecupan yang semula lembut,perlahan mulai memanas, mereka pun akhirnya saling *******,memainkan lidah,saling membelit, dirongga mulut...
################
Keesokan siangnya sehabis rapat Langit kembali kerumah sakit. Pikirannya tak tenang, rapat dilakukannya dengan cepat.
Langit segera menuju ruang rawat inap Mia.
Betapa kagetnya dia, mendapati kamar itu telah kosong. Lelaki yang sangat mencintai Mia itu panik, dia berlari mencari perawat.
"Dimana pasien kamar VVIP 315..... "tanya Langit di meja informasi.
"Tunggu sebentar pak,saya cek dulu..."ucap perawat itu sambil mencari data di komputernya.
"Maaf pak.... pasien VVIP 315... telah sembuh dan pulang tadi pagi"ucap perawat...
Langit langsung berlari menuju parkiran mobilnya.
Mencari Mia ke apartemen nya. Tapi apartemen itu telah sebulan kosong kata pengawas.
Langit mencoba menghubungi Jino dan mencari ke kantornya dan itupun tak ada hasil. Jino udah 3 hari tak datang ke kantor,itu jawaban yang didapatnya dari sekretaris Jino.
Sampai seminggu Langit masih mencari cari dimana keberadaan gadis yang amat dicintainya itu. Hingga apartemen orang tua Mia di Singapura pun telah didatanginya tapi tak ada hasil. Sebulan telah Langit mencari, keberadaan Mia,tapi tak jua diketahuinya dimana gadis itu.
"Apa ini emang keinginan mu sayang, apa kamu emang tak sudi lagi bersama ku?. Kalau memang begitu mau mu ,...baiklah, mungkin kita harus saling melupakan,anggap saja kita tak pernah bertemu dan mencintai"gumam Langit dengan putus asa.
******************
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment
Terima kasih