Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
BCYT part 63 ( S - 2)


__ADS_3

Dion dilarikan ke ruang ICU. Dokter mencoba mengembalikan detak jantung Dion yang berhenti dengan alat pacu jantung.


Setelah beberapa saat dokter mencoba akhirnya jantung Dion kembali berdetak. Dokter mengatakan Dion masih dalam keadaan kritis.


Nico dan Rachel mohon pamit untuk mengantar Alvin pulang. Setelah itu mereka kembali dengan Papi dan mommy. Alvin ditinggalkan dengan pengasuhnya.


Tante Dina tampak menangis di pelukan Mia.


"Mia... aku nggak tahu apa aku sanggup menerima kenyataan jika Dion meninggalkanku"


"Tapi kamu harus merelakannya... kasihan Dion harus menanggung semua penderitaan karena penyakitnya... Cobalah ikhlaskan kepergiaannya. Saat ini Dion hanya menunggu kamu mengikhlaskannya... "


"Tapi aku belum rela kehilangannya... "


"Tidak ada manusia yang bisa rela begitu saja melepaskan orang orang yang mereka sayangi... tapi itu bagaimanapun mereka harus tetap mengikhlasannya agar mereka pergi dengan tenang... "


"Apa aku harus merelakan dan mengikhlaskannya sekarang... "


"Jika hati mu sudah bisa menerimanya... ikhlaskanlah... "


Dina meminta izin masuk ke ruang ICU tempat Dion dirawat...


Ia menggenggam tangan Dion yang hanya tinggal tulang...


"Dion... mungkin sudah waktunya mama merelakan kepergiaanmu... Mama ikhlas nak.


Mama memaafkan semua kesalahanmu jika itu ada... mungkin sampai disini pertemuan kita... nantikan mama di surga... mama akan selalu mendoakan kamu tenang di sana nantinya... dan pergilah nak dengan tenang... kamu tidak akan merasakan sakit lagi. Jika mama menyayangi mu... mama yakin Allah lebih menyayangimu... Selamat jalan sayang... doa mama menyertaimu... "Dina menciumi tangan Dion dan wajahnya yang tampak sangat pucat..

__ADS_1


Giliran Jino masuk setelah Dina, ia juga menggenggam tangan Dion


"Dion... papa sudah mengikhlaskan kepergiaanmu.. pergilah sayang.. karena itu akan membuatmu tidak merasakan kesakitan lagi. Maafkan papa jika papa belum bisa menjadi papa yang baik buatmu... selamat jalan nak... papa mendoakan supaya surga menantimu... "Jino mencium tangan Dion. Tampak air mata keluar dari sudut mata Dion. Jino menghapusnya...


"Jangan menangis sayang... kamu lihat disini semua mendoakanmu.. Ada om Langit, tante Mia.. Nico.. dan juga Rachel.. semua menyayangimu... kami sudah rela melepaskan kepergianmu.. "


Baru saja Jino selesai bicara... tampak di monitor detak jantung Dion berhenti. Jino keluar memanggil dokter.


Tak lama dokter pun keluar dari ruang Dion menemui mereka yang menunggu...


"Mana keluarga nya pasien... "


"Kami orangtua nya Dion.. "Dina berdiri diikuti Jino


"Maaf pak... ibu... Anak bapak sudah tidak dapat kami tolong... Dion telah meninggal dunia.. "


"Apaa... dok... Dion meninggal"ucap Jino


"Maaf pak...kami sudah berusaha maksimal tapi kanker sudah menjalar ke organ tubuh vital lainnya sehingga Dion tak dapat di tolong lagi"ucap dokter lagi


Rachel yang mendengar ucapan dokter langsung menangis memeluk Nico. Begitu juga Mia dan Langit. Mereka semua sedih melepaskan keergian Dion.


####################


Langit mengurus semua administrasi untuk kepulangan jenazah Dion. Jenazahnya di bawa ke rumah Dion...


Langit dan Mia menemani Dina serta Jino di rumah duka. Sedangkan Nico membawa Rachel pulang. Mereka harus menjemput Alvin. Karena Dion adalah ayah kandungnya.

__ADS_1


Dion meninggal tepat pukul satu dini hari. Jenazahnya sampai dirumah pukul tiga pagi... semua memepersiapkan segala keperluan untuk pemakaman Dion. Langit dan Mia sempat pulang sebentar untuk berganti pakaian.


Tante Dina tampak sangat terpukul. Ia tak berhenti menangisi kepergian anak satu satunya. Dina hanya bisa terduduk di kursi roda karena tubuhnya yang sangat lemah.


Rachel membawa Alvin buat melihat wajah Dion terakhir kalinya sebelum dikafani.


"Papa kenapa daddy... kenapa wajah papa ditutupi kain"ujar Alvin begitu sampai dirumah duka dan melihat tubuh Dion ditutupi kain panjang.


"Papa telah pergi... ia dipanggil Tuhan kembali. Alvin bisa menciumi papa sekarang sebelum papa dikubur"


"Mengapa papa harus dikubur daddy"


"Ya... karena papa akan pergi jauh...papa Alvin telah meninggalkan kita buat selamanya. Sekarang Alvin boleh menyayangi papa sebelum dikafani"


Alvin menciumi wajah Dion.. sambil berkata


"Papa.... Alvin sayang papa... selamat jalan. Papa mau pergi jauh ya... Alvin akan merindukan papa dan akan selalu mengingat papa"


Alvin yang beberapa bulan terakhir selalu menemani Dion mulai menyayanginya... ia merasa kehilangan atas kepergian papanya.


"Sayang.... maafkan jika papa ada salah"ujar Dina pelan dan membawa Alvin ke dalam pelukannya.


Rachel dan semua yang hadir memandangi Alvin dengan sedih. Nico membawa Alvin kedalam pelukannya setelah Dina kembali pingsan sehabis memeluk Alvin.


Jino dengan susah payah menahan air matanya setiap ada yang menyalaminya, para pelayat sudah tampak banyak yang hadir. Jenazah Dion akan segera dimandikan dan di kafani.


***************************

__ADS_1


Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini... cerita ini akan segera berakhir.


Jangan lupa mampir dinovelku AKU BUKAN SIMPANAN


__ADS_2