Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 81


__ADS_3

"Undangan dari siapa Lang... yang kamu pegang"tanya Mia ketika melihat Langit memegang sebuah undangan


"Sini sayang.... ...duduk di pangkuanku"pinta Langit.


"Mau apa sih...... "Mia memanyunkan bibirnya bertanya. Ia melingkarkan tangannya dileher lelaki itu.


"Lihat ini..... Jino udah dua kali menuliskan namanya di surat undangan, aku sekali pun belum"Langit menunjukan undangan yang dipegangnya.


Mia mengambil undangan dari tangan Langit dan membukanya....


"Jadi ini undangan dari kak Jino. Alhamdulillah jadi juga nikah ama Dina"


"Aku nggak sabar yang, menantikan nama ku tertulis dalam sebuah undangan"


"Itu kan nggak lama lagi Lang, tinggal 2 minggu lagi kok. Tapi kamu janji ya Lang,nggak ngundang orang rame"


"Napa yang.....nggak mau rame"tanya Langit.


"Mia mau pernikahan kali ini lebih berkesan, dengan hanya mengundang saudara,dan teman terdekat, kita akan lebih akrab dan dekat dengan para tamu"


"Apa kamu tetap ingin kita ngadain pesta pernikahan di rumah orangtuaku aja."tanya Langit lagi


"Ya Lang, kalau kamu nggak keberatan.... "ucap Mia


"Apapun yang menjadi keinginanmu dan itu bisa membuatmu senang, akan aku lakukan"ucap Langit dan mengecup pipi Mia.


###################


Mia dan Langit memasuki ballroom hotel dengan bergandeng tangan.


Tampak tamu yang telah banyak hadir, diantaranya teman teman kampusnya.


"Malam calon pengantin..... "ucap Raga ketika Langit mendekatinya.


"Bisa aja lo.... "jawab Langit.


"Rafa mana kak Raga, kok nggak dibawa. Kak Dewi juga. "tanya Mia


"Rafa kurang sehat,jadi Dewi nggak bisa ikut"


"Padahal Mia pengen banget ketemu ama Rafa. Gemes lihat pipi chubby nya"


"Mainlah kerumah ama Langit.......Lang itu kode keras dari Mia,dah pengen gendong bayi tuh"ucap Raga.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, nanti kita buat banyak. Tiap hari aku akan berusaha membuatnya"goda Langit..


"Ih.... Langit, malu ama kak Raga. Ngomong kok mesum gitu"cemberut Mia


"Ngapain malu ama Raga, ia aja udah coba buat tiap malam, malahan kita harus belajar dari Raga"Langit mengusap kepala Mia.


"Ha... ha.... kamu bisa aja Lang, itu tak perlu dipelajari, naluri aja. Mungkin kamu malahan lebih jago dari aku"ujar Raga.


"Ih.... kak Raga kok ketularan Langit sih ngomongnya mesum juga"ucap Mia.


"Selamat malam semua,terima kasih sudah hadir"ucap Jino yang muncul dari belakang mereka.


"Malam kak.... Selamat ya, semoga pernikahan kak Jino dan Dina bahagia"Mia menyalami Jino


"Selamat ya Jin..... "Langit segera melepaskan tangan Mia yang menyalami Jino dan ia pun menyalami Jino.


Langit memeluk pinggang Mia, seolah ingin mengatakan pada semua tamu yang hadir kalau Mia adalah miliknya.


"Mana Dina kak..... "ucap Mia memecahkan kecanggungan.


"Itu lagi ngobrol ama temannya, bentar lagi pasti kesini. Ia bilang tadi mau nyusul"


"Selamat Jin, moga pernikahan kali ini selamanya... "ucap Raga menyalami Jino.


"Malam semuanya,terima kasih ya sudah mau hadir di pesta kami ini"Dina datang menghampiri dan menyalami kami.


"Maaf Mia... bisa kita bicara berdua aja"pinta Dina


"Boleh.... ditaman aja ya. Lang... Mia tinggal sebentar ya "pamit Mia


"Hati... hati.... "ucap Langit.


###########


Mereka duduk di kursi taman belakang hotel


"Mia... aku minta maaf. Karena gara gara aku pernikahanmu harus berakhir ama Jino. Tapi sungguh Mia seperti yang pernah kubilang, aku rela menjadi kedua tanpa kalian harus pisah"lirih Dina


"Semua udah menjadi takdir Mia, kita cuma menjalani aja. Nggak usah jadi beban buat kamu. Karena Mia yang memang nggak mau diduakan, seperti yang Mia juga pernah omongkan, kalau Mia juga ada salah ama kak Jino"


"Tapi Mia, aku tahu betapa besarnya cinta Jino ama kamu. Aku tahu Jino menikahiku hanya karena anak yang ku kandung, karena Jino memang dari dulu mengatakan diantara kami hanya ada se*s bukan cinta"Dina menghembuskan nafas kasar sebelum melanjutkan bicara lagi


"Dan juga Jino bilang kemaren, ia menikahiku hanya karena menuruti kemauanmu. Kamu yang telah meyakinkan Jino buat bertanggung jawab. Jino juga bilang, masih akan belajar menerima aku dalam hidupnya karena jujur du hatinya masih ada kamu"

__ADS_1


"Dina.... kamu jangan kuatir, aku yakin perlahan kak Jino pasti mencintaimu seiring dengan bertumbuhnya anak dalam kandunganmu"


"Aku juga berharap Jino bisa mencintaiku, karena jujur Mia, aku sangat mencintai Jino, itulah jadi alasan mengapa aku mau berhubungannya dengannya"


"Semoga pernikahanmu bahagia selamanya"ucap Mia


"Mia.... sekali lagi aku minta maaf karena telah hadir dipernikahanmu dengan Jino"


"Sudahlah... jangan terlalu kamu pikirkan, karena tanpa kehadiranmu pernikahan kami juga bermasalah"ucap Mia jujur


"Mari kita masuk lagi,nanti banyak yang nyari pengantinnya, kalau lama lama ngobrolnya"Mia menggandeng tangan Dina membawanya masuk


"Kamu baik banget Mia, pantas banyak yang menyukai dan mencintaimu"ucap Dina.


"Kamu bisa aja.... Mia tak sebaik yang kamu pikirkan"ujar Mia.


###############


"Kamu ngomongin apa tadi ama istri Jino, kok lama banget"tanya Langit di dalam mobil dalam perjalanan pulang.


"Nggak ngomong apa apa"


"Nggak ngomong apa apa, tapi kok lama banget, aku kuatir tahu kamu diapain ama istri Jino"


"Jangan takut Lang kalau lawan satu wanita,Mia masih kuat. Lihat nih gigi Mia,kuat buat gigit orang"ucap Mia


"Kalau gigit bibir aku, jangan kuat kuat ya sayang, ntar berdarah"goda Langit.


"Langit..... kapan sih ngomongnya nggak mesum"


"Ha... ha... kamu tahu didekatmu,aku tuh selalu ingin memakanmu. Aku udah menahannya lama sayang. Jangan buat sampai Adek kecilku berkarat ya"goda Langit lagi..


"Ih... Langit,ngomongnya mesum melulu"cemberut Mia


"Jangan digituin bibirnya, aku nggak konsen nih bawa mobil pengen ******* bibirmu jadinya"ucap Langit.....


"Udah ah Lang.... jangan beecanda aja. Bawa mobil yang benar"


"Oke sayang.... aku pun mau kita selamat agar aku tak ada halangan lagi buat pernikahan kita nanti"


Mobilpun melaju menuju apartemen Langit.


*********************

__ADS_1


Jangan lupa like... koment dan vote nya


Terima kasih


__ADS_2