
Sudah tiga bulan sejak kejadian pesawat yang ditumpangi Langit mengalami kecelakaan.
Pencarian telah dihentikan. Tapi Mia masih dengan keyakinannya kalau suaminya pasti baik baik saja. Ia yakin Langit pasti selamat.
Di kantor, Mia kembali termenung sambil memeluk foto suaminya. Air mata terus aja menetes dari kedua matanya.
"Sayang,aku yakin kamu pasti selamat. Kamu tak akan mengingkari janjimu. Kamu bilang,kamu akan kembali secepatnya. Mia pasti akan selalu menunggu kedatanganmu.
Ku ingin saat ini engkau ada disini, kembali memeluk Mia, mencium Mia,dan tertawa bersama seperti saat itu. Bukan Mia tak menerima kenyataan atau takdir, tapi Mia benar benar yakin kamu pasti akan kembali kepelukan Mia. Mia sangat merindukanmu.
Seandainya Allah ingin mengabulkan permintaan Mia, hanya satu yang akan Mia pinta. Kamu kembali dalam dekapan Mia, walau hanya sehari. Mia akan menghabiskan waktu sehari itu untuk tetap berada didalam dekapanmu sambil berbisik... Mia sangat mencintaimu, tak akan ada cinta yang lain di hati ini selain cinta Mia untukmu. "bathin Mia.
Mia memeluk erat foto Langit, seolah sedang memeluk tubuh suaminya.
Suara ketukan di pintu tak terdengar olehnya.
Farrel kembali mengetuknya lagi...
"Maaf bu.... permisi. Apa saya boleh masuk"Farrel mengulang ucapannya beberapa kali, tapi belum ada jawaban dari Mia.
"Mommy..... kenapa kamu menangis. Apakah kamu merindukan aku"....
Mia kaget melihat ada bocah laki laki berusia sekitar 4 tahun,memegang tangannya.
"Ya.... kamu siapa..... ganteng banget. Tadi kamu ngomong apa. Maaf tante tak mendengar"Mia meletakan foto langit di meja dan menangkup wajah bocah tersebut.
"Nama saya Niko.... apakah kamu mommy nya Nico. Mengapa mommy menangis, kamu merindukan Niko"ucap anak itu polos.
Belum sempat Mia menjawab terdengar suara seorang lelaki yang tiba tiba masuk ruangannya diikuti Farrel.
"Maaf... telah mengganggu anda"ucap pria itu. Ia pun menarik tangan bocah itu dan membawanya sedikit menjauhi Mia.
__ADS_1
"Permisi bu... saya udah mengetuk pintu dari tadi tapi tak ada jawaban. Maaf kalau langsung masuk"ucap Farrel
"Oh... saya yang harus minta maaf. Ada perlu apa Farrel"tanya Mia
"Ini bu... perkenalkan, bapak Alex dari perusahaan XX yang akan bekerjasama dalam peluncuran produk terbaru kita"ucap Farrel memperkenalkan lelaki yang bersamanya.
"Oh... silahkan duduk pak Alex, maaf tadi saya benar benar tak mendengar suara ketukan dipintu"
"Saya datang ingin membicarakan kapan dan dimana kita akan adakan pemotretan buat peluncuran produk kerjasama kita. Mengenai segala tekniknya udah saya bicarakan sama pak Farrel,saya ingin mendengar pendapat anda sebagai pimpinan"ucap Alex sambil memangku anaknya.
"Semua yang dikerjakan Farrel saya setuju aja karena saya percaya dengan cara kerjanya. Saya mengikuti aja. "ujar Mia...
"Gimana pak Farrel, ibu Mia setuju dengan apa yang telah kita sepakati. Berarti seminggu lagi jadwal pemotretan akan kita laksanakan"Alex
"Baik pak.... mengenai tempat dan waktu besok kita sepakati lagi"ucap Farrel
"Kalau begitu saya permisi. Besok kita ketemu lagi. Semoga kerjasama kita berjalan sukses dan lancar"Alex menyalami Mia.
"Daddy.... kita mau kemana lagi"ucap Nico
"Apa mommy juga ikut... "tanya Nico sambil memandang Mia.
"Mommy..... mommy yang mana"Alex bertanya dengan wajah keheranan.
"Mommy nya Nico, itu mommy nico kan"tunjuknya kepada Mia.
Alex memandangi Mia, sedangkan Mia hanya bisa tersenyum kikuk mendengar penuturan Nico.
"Itu bukan mommy mu.... ayo kita pulang"Alex menjadi malu atas sikap anaknya.
"Nggak mau..... Nico mau pulang kalau mommy ikut bareng kita. Bukankah Daddy bilang kalau Nico ikut ke Jakarta, kita bisa ketemu ama mommy. Ini mommy nya Nico kan"ucap Nico berlari ke arah Mia dan memeluk kaki Mia.
"Nico..... Daddy pasti akan mempertemukan kamu ama mommy, tapi dia bukan mommy mu"ucap Alex
__ADS_1
"Nico sayang..... tante bukan mommy nya Nico, nama tante Mia.... anak ganteng"ucap Mia lembut sambil membawa Nico kepangkuannya
"Kenapa tante tidak mau jadi mommy nya Nico, apa karena Nico nakal. Nico janji tak akan nakal lagi kalau tante mau jadi mommynya Nico"ucap Nico sambil menangis dan memeluk Mia.
"Maaf.... atas sikapnya Nico. "ujar Alex
"Nico kalau kamu tak mau pulang dan masih dalam pelukan tante Mia, Daddy tak akan membawamu menemui mommy lagi"ucap Alex gusar.
"Nico... sebaiknya dengar omongan daddy ya. Nico mau ketemu mommykan, jadi Nico harus jadi anak yang penurut dan baik"bujuk Mia
"Baiklah tante, kalau Nico dengar apa kata daddy, Nico masih bisa ketemu tante lagi dan tante mau jadi mommy nya Nico"
"Nico bisa ketemu tante lagi...tapi tante bukan mommynya Nico. "ucap Mia
Nico pun turun dari pangkuan Mia dan mendekati Alex.
"Ayolah daddy kita pulang. Tapi besok kalau daddy kesini lagi, Nico ikut. Nico mau main ama mommy Mia"ucapnya
"Tante Mia..... bukan mommy Mia"ucap Alex
"Terserah.. ....."ucap Nico kesal
"Saya permisi dulu bu Mia... maaf atas sikapnya Nico... "pamit Alex
"Ya... nggak apa apa pak Alex."
##################
Setelah Alex dan Nico meninggalkan kantornya, Mia kembali memandangi foto Langit.
"Kak..... kamu pasti kembalikan. Kamu pernah mengatakan,ingin punya anak dari rahim Mia kan. Kita akan memiliki anak yang lucu seperti Nico kan. Yang akan melengkapi kebahagiaan kita. Kak..... pulanglah. Mia sangat merindukanmu. Jangan buat Mia terlalu lama menantimu. Kak.... jika Mia tahu kamu akan pergi selama ini, Mia pasti akan ikut. Kak..... jemputlah Mia..... "lirih Mia.
**************************
__ADS_1
Jangan lupa ya like.... koment... dan vote nya
Terima kasih*