
AIR MATA KADANG TAK BISA DI TAHAN DAN TAK PERLU MENAHAN
JIKA DENGAN MENANGIS BISA MENGURANGI BEBAN DIHATI
MENANGISLAH.......
************
"Papa mau kamu menerima perjodohan ini dan tidak ada kata menolak"papa berkata dengan penuh tekanan.
"Tapi pa, Mia udah ada pilihan dan biarkan Mia hidup dengan pilihan Mia pa"ujar Mia,
Di apartemen Mia, dan kedua orang tuanya membahas perjodohannya dengan Jino.
"Mama mau tau apa alasan Mia menolak dijodohkan ama Jino. Mama tau Jino anak yang baik, sopan, ganteng dan mapan. Itu semua menjadi idaman bagi wanita wanita bukan"mama Mia berkata dengan lembut
"Mia tak cinta ama Jino ma, itu udah lebih dari alasan apapun"
"Cinta bisa hadir dengan kebersamaan nantinya"mama kembali mencoba membujuk Mia...
"Tapi ma...... "
"Tak ada tapi tapian Mia, kau harus bertunangan dengan Jino bulan depan, kalau kamu masih menganggap kami orang tuamu.
Dan anggap itu sebagai balas jasa karena kami telah membesarkan mu selama ini"ucap papa dengan suara keras.
"Pa... bukankah membesarkan anak adalah kewajiban orang tua, dan apa itu perlu balas jasa"Mia bertanya dengan suara bergetar
"Ya harus kamu bayar jasa kami selama ini yang telah membesarkanmu, sebagai tanda terima kasih karena kami selama ini telah sudi membesarkanmu"
"apa papa selama ini tak rela membesarkan Mia,....."Mia udah berurai air mata...
"Itu karena kamu bukan anak kandung kami... jadi ini saatnya kamu membayarnya dengan menikah ama Jino, karena papanya Jino telah banyak membantu papa selama ini"
"maksud papa, Mia bukan anak kandung papa."
"Papa cuma bercanda kan ma"Mia menggenggam tangan mama yang duduk disampingnya berharap mamanya menjawab
"Pa.... udahlah berikan Mia waktu buat berpikir"ujar mama
"Udah ma, katakan aja yang sebenarnya,tak perlu ditutupi lagi"
"Pa... Ma..... ini tak benarkan, Mia anak kandung papa dan mamakan. Papa berkata itu karena marahkan"Mia luruh dari duduknya berlutut dikaki mamanya....
"Maafin mama sayang.... "Mama membelai rambut Mia...
"Jadi ini benar..... baiklah kalau memang Mia bukan anak kandung kalian dan dengan menikah ama Jino dapat menebus semua pengorbanan papa dan mama yang telah membesarkan Mia, lakukan sesuai keinginan kalian"
__ADS_1
"Maaf jika selama membesarkan Mia menjadi beban bagi papa dan mama. Terima kasih karena selama ini mau membesarkan Mia dengan kasih sayangmu"Mia pun berlari kekamar nya, menumpahkan semua tangisnya.....
#####
2 hari telah berlalu, papa dan mama mia telah kembali ke Singapura.
Sebelum berangkat papa berpesan...
"Jangan lupa pertunangan mu bulan depan, jangan pernah berhubungan lagi ama Langit dan bersikap baiklah ama Jino, ingat itu"
Mia masih merenungi nasib cintanya yang tragis,apakah kebahagiaan tak pernah berpihak dengannya.
"mia kamu dimana,mengapa ponselnya dimatiin...
"mia, jangan membuatku kuatir, setelah membaca pesan ini, hubungi aku segera. "
"mia, i love you"
"Mia, i love you, i love you, i love you....
hubungi ku segera.....
Itu sebagian pesan yang Mia terima dari Langit setelah menghidupkan kembali ponselnya, yang selama 2 hari ini sengaja di matiin.
Mia selama 2 hari ini memang tak menginap di apartemen nya karena papanya meminta dia ikut menginap di hotel karena papa nya nggak mau Langit menemuinya, setelah papa menemui Langit datang sore hari sehabis mengantar Mia hari itu dan langsung diusir papa Mia.
Mia membiarkan air dari shower membasahi seluruh tubuhnya. Mia berharap air yang jatuh membasahi tubuhnya dapat menghapus luka hatinya.
Mia terus menangis dan membiarkan air terus membasahi tubuhnya yang telah menggigil.
Langit kembali memasuki apartemen Mia untuk kesekian kalinya berharap menemukan kekasih hatinya yang telah dua hari ini tak ada kabar dan tak tau dimana keberadaannya.
Langit sempat menginap di apartemen Mia kemaren berharap gadis itu kembali.
Seperti hari ini pulang dari kampus dia langsung menginjak kakinya ditempat ini
Dan Langit mendengar suara air berasal dari kamar Mia, dia begitu senang nya karena yakin itu pasti Mia setelah dia melihat pesannya yang telah Mia baca.
Langit duduk di tepi tempat tidur menunggu kekasihnya selesai mandi, tapi setelah hampir 1 jam Mia tak keluar, Langit tak bisa menahannya, dia takut terjadi sesuatu dengan gadis itu.
Langit membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci dan betapa terkejutnya melihat gadis tersayangnya telah terkapar di lantai kamar mandi.
"Mia...... "jerit langit dan langsung menggendong Mia dan membawanya ke tempat tidur.
"Maaf sayang aku harus melakukan ini"ucap Langit, membuka seluruh pakaian Mia yang basah dan mengeringkan tubuh gadis itu dan menggantinya dengan yang kering.
"Mia.... bangun sayang, sadar sayang, jangan tinggalin aku... Mia... jangan buatku cemas begini"Langit mengguncang tubuh Mia ....
__ADS_1
Mia pun tersadar karena merasa goncangan yang keras dibadannya...
"Langit...... "gumam Mia...
"Mia.... kamu telah sadar sayang"Langit langsung memeluk erat tubuh Mia dan mengecup pipi dan bibir Mia....
"Apa yang kamu lakukan, jangan coba2 lagi ya lakukan itu"Langit melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Mia, kembali memberi ciuman dibibir Mia lembut.
"Hmmmm... "Mia tak dapat berkata kata selain bergumam...
"Kamu mau makan apa, biar aku pesan ya, sekarang aku buatkan teh hangat dulu ya"
"terserah Langit aja, mau pesan apa"lirih Mia.
"Oke..... aku tinggal dulu ke dapur"
#####
"Nih minum biar tubuhnya hangat"Langit meminumkan teh yang dibuatnya kemulut Mia
"Siapa yang gantiin baju Mia, Lang"Mia bertanya setelah menyadari pakaiannya yang telah berganti
Langit menggaruk kepala dan lehernya yang tak gatal mendengar pertanyaan Mia...
"Maaf.... sumpah deh Langit nggak memperhatikannya, Langit membuka dan menggantinya dengan tergesa gesa aja kok tadi"ujar Langit...
"Tapi emang sih ada Langit melihat dan memegangnya dikit"ucap langit cengar cengir menggoda Mia
"Langit....... "Mia berteriak karena menahan malu...
"Sayang aku tadi kurang memperhatikan karena takut Mia tambah kedinginan, apa sekarang boleh direka ulang nggak adegan tadi"Langit kembali menggoda Mia yang membuat wajahnya memerah...
Mia mendorong tubuh langit sekuat tenaganya dan membuat Langit terjatuh dari tempat tidur.
"Aduh... sakit bokong ku Mia... "Langit mengusap bokongnya yang tadi mencium lantai
"Rasain... siapa suruh pikiran tuh mesum terus"Mia menjulurkan lidahnya mengejek Langit..
"Minta digigit ya lidahnya"ucap Langit mendekatkan wajahnya....
"Langit.... jangan mulai ya... "ucap Mia....
***************
Jangan lupa like dan komentnya
Terima kasih
__ADS_1