
Sudah seminggu Mia di Singapura. Ia harus kembali hari ini. Tak mungkin lama meninggalkan Langit
"Sayang.. mama harus kembali. Kamu nggak apa disini nak. ...."Mia
"Ngga apa mom.... Rachel nanti akan jadi seorang ibu. Rachel harus bisa mandiri... "Rachel
"Ternyata anak mommy dah dewasa... "Mia mengusap pucuk kepala Rachel.
"Mom... kalau mommy jumpa kak Nico sampaikan maaf Rachel. Karena membela Rachel kak Nico jadi di benci papi... "Rachel
"Akan mommy sampaikan. Tapi sayang... kamu masih belum mau mengatakan lelaki yang harus bertanggung jawab terhadap kandunganmu ini.... "Mia
"Mom... sampai kapnpun Rachel tak mau menyebutnya... karena bagi Rachel ia telah tiada... "Rachel
"Kamu belum siap menceritakan apa sebenarnya yang terjadi sampai kamu bisa begini sayang.... "Mia
"Suatu saat jika Rachel telah siap... Rachel akan menceritakannya ma... Yang jelas semua terjadi di luar kemauan Rachel.... "Rachel
"Kamu harus jaga kesehatan... jangan telat makan.. mommy akan sering mengunjungimu... "Mia
"Mom.....terima kasih atas semuanya. Makasih telah menjadi mommy terhebat buat Rachel... maaf jika Rachel belum bisa membanggakan sebagai seorang anak... "Rachel
"Sayang... kamu anugerah terindah yang Allah berikan buat mommy nak.... "Mia memeluk Rachel. Mereka berdua saling berpelukan dan menumpahkan air mata.
"Pa... ma... Mia titip Rachel. Jika ada sesuatu jangan lupa hubungi Mia secepatnya. Mia pamit... "Mia mengecup telapak tangan papa dan mama nya..
"Kamu jangan terlalu mikirin Rachel. Mama akan menjaganya. ..."Mama Mia.
"Terima kasih ma.... "Mia masuk ke mobil dan menuju bandara...
###############
"Sayang ngapa tak makan.... kok cuma dilihatin doang"Langit menegur Mia yang tak juga menyuap makanan nya.
"Kak... Mia tak lapar. Mia tidur aja ya"Mia
"Makanlah walau dikit... nanti kamu sakit. Sejak kembali dari Singapura kakak lihat kamu nggak ada selera makan... "Langit
"Mia udah kenyang kak... "Mia
"Tidurlah kalau memang sudah kenyang... kakak nanti nyusul. Masih ada kerjaan yang harus kakak selesaikan... "Langit
__ADS_1
Langit masuk ke ruang kerjanya. Ia hanya merenung sendiri.
"Apa salahku sehingga ini harus kualami... aku sayang kamu dan Rachel. Aku tak pernah bermaksud memisahkan kamu dengan putri kita.. Mia. Kakak tahu... kamu nggak mau makan karena marah ama kakak... tapi kakak melakukan ini semua demi kebaikan Rachel... "Lirih Langit.
Langit akhirnya tertidur di ruang kerja. Pagi harinya ia bangun dan menuju kamar.
Dilihatnya lampu kamar masih belum dinyalakan.
"Apa Mia masih tidur. Mengapa lampu kamar belum dinyalakan... "pikir Langit
Ia berjalan menuju tempat tidur. Dilihatnya Mia yang masih tidur.. Langit mendekat. Dan membangunkan Mia..
"Sayang... bangun. Sudah pagi... "Langit mengguncang tubuh Mia. Tapi Mia tak juga terbangun.
"Sayang... bangun... sayang... kamu kenapa"Langit mulai kuatir. Ia memegang dahi Mia dan terasa sangat panas.
"Mia.. apa yang terjadi sayang... maafin kakak"Langit menyadari Mia pingsan
Langit langsung menggendong Mia dan membawanya masuk mobil menuju rumah sakit...
"Ya Tuhan... jangan berikan aku cobaan lagi. Semoga istriku tersayang tidak apa apa. Aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu ama Mia"Gumam Langit.
Langit mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai dirumah sakit ia langsung menggendong Mia ke ruang IGD.
"Aku tak tahu Chan... pagi ketika aku mau membangunkannya... Mia telah pingsan.. "Langit
"Biar gue lihat ke dalam dulu.... "Chandra.
Tak lama tampak Chandra keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Chan... Mia sakit apa"Tanya Langit kuatir.
"Menurut pemeriksaan sementara... Mia hanya kelelahan dan banyak pikiran. Ia hanya kurang tidur dan telat makan. Jadi asam lambungnya naik.... "Chandra
"Oh... sukurlah tidak terjadi sesuatu yang membahayakan... "Langit
"Siapa bilang tidak berbahaya Lang. Jika dibiarkan ...asam lambung sangat berbahaya. Karena nanti lambung tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik... nyawa taruhannya. Lu harus perhatiin pola makan Mia. Sekarang Mia akan dipindahkan ke ruang rawat inap. "Chandra
"Baiklah Chan... aku akan menjaga pola makannya dan tak membiarkan ia telat makan lagi"Langit
"Satu lagi Lang... jangan biarkan Mia terlalu banyak pikiran yang bisa mengakibatkan stres... karena itu juga mempengaruhi lambungnya... "Chandra
__ADS_1
Langit mengikuti perawat yang memindahkan Mia keruang perawatan.
#############
"Mia.... apa yang sakit sayang.... "Langit mencium punggung tangan Mia.
"Kak... hiks... hiks... maafin Mia merepotkan kakak"Mia menangis
"Kakak tak pernah merasa kamu merepotkan. Tapi kamu harus janji... tidak akan pernah telat makan lagi... . Kakak nggak mau kamu sakit lagi.. sayang"Langit
"Kak... "Mia
"Ya... ada apa... Mia mau apa sayang... "Langit
"Mia kangen anak anak.... "Mia
"Baru tiga hari kan Mia dari Singapura... nanti kalau sudah sembuh..Mia bisa ketemu Rachel lagi... "Langit
"Kak... Mia juga kangen Nico.. "Mia
"Mia... jangan membuat kakak tambah frustasi... kamu tahukan itu tak mungkin sayang.. "Langit
"Kak... kalau kakak nggak mau ketemu Nico... biarkan Mia ketemu Nico sendiri. Kasihan Nico kak... ia tak punya siapa siapa lagi. Cuma kita keluarganya... "Mia
"Entahlah sayang.... kakak belum siap ketemu Nico saat ini... "Langit
"Kakak minta Farel temui Nico... suruh ia temui Mia disini. Kak... Mia mohon... "Mia
"Nanti akan kakak pikirkan. Sekarang Mia makan dulu... "Langit
"Kakak janji dulu kalau Nico akan ke sini... "Mia
"Baiklah... nanti kakak minta Farel jemput Nico di kantor"Langit
"Serius kak.... Mia sayang kakak... "Mia memeluk lengan Langit dan mengecupnya.
"Mia sampai detik ini cintaku tak pernah hilang dan berkurang padamu. Aku tak bisa menolak apapun maumu... Kamu itulah kelemahanku... sayang... "Langit membatin sambil mengusap kepala istri tercintanya.
*************
Jangan lupa like... koment dan vote
__ADS_1
Terima kasih*