Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 27


__ADS_3

AKU MENCINTAIMU TANPA TAHU BAGAIMANA, KAPAN, ATAU DARI MANA


AKU MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA


TANPA TUNTUTAN ATAU KEBANGGAAN


AKU MENCINTAIMU DENGAN CARA INI KARENA AKU TAK TAHU CARA LAINNYA


TAPI CARA INI, DIMANA TIDAK ADA LAGI AKU DAN KAU....


BEGITU INTIM HINGGA KETIKA TANGANMU MENYENTUH DADAKU.


ITU ADALAH TANGANKU


BEGITU INTIM HINGGA KETIKA AKU TERTIDUR MATAMULAH YANG TERPEJAM.


*************


flashback


Langit bermaksud ingin ke toilet ketika dia mendengar suara tangisan,dan Langit mencari asal suara itu.


Sampailah dia didepan gudang dan memperjelas pendengarannya...


"Seperti suara cewek menangis"gumam langit ketika sampai di depan pintu gudang..


"Siapa di dalam..... "teriak Langit


"Tolong......tolong aku.. hiks... hiks"terdengar sahutan dari dalam gudang ,suara cewek yang menangis.


Langit segera mencoba membuka pintu,tapi tak bisa krn terkunci. Langitpun menendang dan mendobrak pintu dengan sekuat tenaganya.


Akhirnya pintupun terbuka dan alangkah terkejutnya Langit ketika mengetahui Mia yang ada di dalam gudang yang lagi ketakutan


"Langit.....kamu kan itu. "Mia berujar pelan melihat siapa yang datang....


"Lu kenapa, apa lu tak apa apa, siapa yang mengurung lu disini"Langit mendekat ke Mia dan berjongkok didepan Mia


"Langit...... Mia takut"cicit Mia sambil spontan memeluk langit yang mendekat.


"Udah sekarang jangan takut ada aku"Ujar langit sambil membalas pelukan Mia.


Sampai akhirnya Raga dan Jino muncul..


flashback off


#######


Langit memurunkan Mia dari gendongannya ke sofa apartemen nya. Langit membawa Mia ke tempatnya karena di mobil ketika di tanya mau kemana Mia tak menjawab,mungkin karena masih ketakutan.


"Tiduran lah dulu di sofa nih, gue ambilin kotak obat dulu ya.... "ucap Langit..


"Jangan tinggalin Mia , .....Mia Takut"Mia memegang lengan Langit menahannya supaya jangan pergi


"Gue cuma ambil kotak obat sebentar, luka lu harus diobati"Langit melepaskan pegangan tangan Mia dan beranjak pergi

__ADS_1


"Sini kaki lu, biar gue obati dulu... "Langit mengangkat kaki Mia ke pahanya dan membersihkan lutut Mia yang berdarah dan mengobatinya..


"Siapa yang lakuin ini..... "tanya Langit


Mia hanya diam, tak menjawab pertanyaan Langit...


"Ih.... perih Lang"gumam Mia..


"Mia... ...tahan dikit ya... kalau tak diobati nanti bisa infeksi... siapa yang ngurung lu di gudang"Langit mengulang pertanyaannya.


"Penting buat Mia jawab"ujar Mia


"Ya... biar gue kasi pelajaran tuh orang"geram Langit


"Apa lu yakin mau ngasi pelajaran,setelah lu tau siapa orangnya"tanya Mia


"Emang kenapa... siapa orangnya"Langit kembali bertanya karena merasa penasaran


"Orang yang paling dekat ama lu di kampus"


"Siapa....... "Langit berpikir sebelum menjawab.....


"Apa.. Sandra...... "tanya Langit pelan karena tak yakin akan jawabannya...


"Ya... sekarang apa lu yakin ingin memberi peringatan setelah tau siapa orangnya"


"Tentu saja... siapapun orang yang bertindak kejahatan harus di beri peringatan agar dia tak mengulang perbuatannya.... "Ucap Langit


"Aduh..... sakit"Mia merintih merasakan sakit diperutnya yang ditendang Sandra ketika akan memperbaiki duduknya. Karena Mia ngerasa risih kakinya yang berada dipangkuan Langit.


Mia yang mendapat perlakuan itu, mendadak gugup.


"Mereka menendangnya tadi"Mia bergumam, tapi didengar Langit


"Mereka... maksud lu, Sandra tak sendiri menganiaya lu"Langit bertanya sambil mengeram menahan emosi


"Mereka ada empat orang"


"Bajing*n...... "Langit mengepal tangannya emosi....


"Lo tiduran aja dulu ya... "Langit memegang pundak Mia membantunya tiduran di sofa...


"Atau tidur dikamar gue aja biar agak nyaman"


"Disini aja Lang"


"Gue nggak akan macam macam, lu istirahat di kamar aja....gue pesan makanan dulu ya"Ucap Langit dan langsung menggendong Mia ke dlam kamarnya


"Lang... terima kasih"ucap Mia ketika Langit hendak keluar dr kamar setelah menidurkan Mia di kasur empuknya...


"Hmmmm....... "ujar Langit sambil meninggalkan Mia.


#######


Tak berapa lama Langit pun kembali masuk kamar setelah pesanan makanannya datang.

__ADS_1


Langit duduk ditepi ranjang memperhatikan Mia yang terlelap.


"Manis banget... sepertinya aku telah jatuh cinta ama kamu Mia"Gumam Langit...


"Padahal aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta, tapi sejak pertama melihatmu jantungku udah berdebar"Langit bergumam sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Mia dan mengusap dahi dan pipi Mia perlahan...


Langit naik ketempat tidurnya dan tidur menyamping memandangi wajah Mia dari jarak yang sangat dekat sambil tangannya tak berhenti mengusap wajah Mia lembut.


Mia yang menyadari ada tangan megusap wajahnya, mencoba membuka matanya.


Dan kaget mendapati wajah Langit yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya.


Mata Mia memandang lekat ke netra hitam Langit... Mata mereka bertemu, Mia merasa detak jantungnya yang cepat...


"Langit.... ih... mau apa"tanya Mia memecahkan kegugupannya.


"Memandang ciptaan Allah yang paling indah"


"Gombal...... "ujar Mia berusaha mendudukan badannya....


Langit membantu Mia bersandar di kasur.


"Kamu lapar... nih dah aku pesan makanan"


"Tapi Mia nggak mau makan... malas"cicit Mia


"Kapan badan kamu gedenya Mia....kalau makan malas terus, lagipula ntar kamu sakit kalau nggak makan, ini udah sore."Ucap Langit


"Mia pulang aja, ....."ucap Mia


"Nanti aku antar setelah kamu makan dulu. Atau mau aku suapi"Langit bertanya sambil menggoda Mia...


"Nggak usah Mia bisa sendiri,makannya di sofa aja Lang"pinta Mia


"Udah disini aja sambil istirahat"perintah Langit


.


.


.


Setelah selesai makan Mia melanjutkan tidurnya sambil menunggu Langit mandi buat mengantarnya pulang, karena ia masih merasakan sakit disekujur tubuhnya yang kena tendangan...


Langit kembali kekamar setelah mandi dikamar tamu. Dia melihat Mia yang kembali tertidur. Langitpun ikutan tidur disebelah menghadap ke Mia.


Langit memperhatikan dengan seksama wajah Mia dan menyadari pipi Mia yang merah dan darah yang mulai mengering di sudut bibir Mia.


"Lu mau cari mati ya Sandra, bisa bisanya lu main keroyok"Gumam Langit.


Langit mengusap mengusap wajah Mia berharap itu dapat mengurangi sakit di pipi Mia.....


################


Terima Kasih buat yang telah membaca novel ini.

__ADS_1


__ADS_2