
Hampir setiap hari selama sebulan ini Alex mendekati Mia. Tapi Mia masih belum memberikan bisa memberikan sedikit perhatian kepada lelaki itu.
Mia hanya menganggap Alex sebagai rekan kerjanya. Walau Mia selalu memberikan perhatian lebih pada Nico, tapi sikapnya terhadap Alex masih sama.
Alex udah berusaha menunjukan rasa ketertarikannya pada Mia. Tapi Mia tetap dengan sikapnya yang sulit buat didekati.
Ia selalu meyakini Alex bahwa antara mereka tidak boleh ada hubungan lebih, karena Mia masih berstatus istri sah dari seorang Langit.
Alex sering menjadikan Nico sebagai perantaranya agar dekat dengan Mia. Ia bahkan memberikan izin jika Nico sering menginap di apartemen Mia. Alex berharap Mia akan luluh dan mau menerima dirinya karena ia yang sangat menyayangi Nico.
"Pagi sayang... udah bangun ya gantengnya mommy. Sini sarapan, mommy udah buatkan nasi goreng seafood kesukaannya Nico"Mia
"Harum banget mommy, pasti enak"Nico
Mia menggendong Nico dan mendudukannya di kursi. Ia menyuapi Nico seperti anaknya sendiri. Kehadiran Nico memang sedikit mengobati rasa kesepiannya.
"Gimana.... mau nambah lagi"
"Mau mommy... Nico bisa gendut kalau tiap hari menginap dan makan masakan mommy"ucap Nico
"Nggak apa apa gendut... pasti tambah ganteng dengan pipi chubby nya ini"Mia mencubit dengan gemas pipi Nico
Terdengar suara ketukan dari pintu....
"Apa itu daddy... ...Nico udah bilang jangan jemput biar mommy yang antar. Daddy pasti sebenarnya ingin jumpa mommy"ucap Nico lucu.
"Ih... kamu bisa aja sayang"Mia
Mia membuka pintu dan melihat siapa yang datang...
"Rangga.... Daniel.... tumben datang"Mia kaget karena yang datang ternyata dua sahabat suaminya
"Pagi Mia...... harum banget. Masak apa sih. Kok lo tau gue belum sarapan"ucap Daniel langsung menuju meja makan.
"Hei..... siapa ini. Lo kok udah punya anak aja"ujar Daniel melihat Nico yang duduk dekat meja makan
"Ini anaknya Alex rekan kerja lo itu kan"Rangga
"Ya.... kamu masih ingat ya"Mia
"Mengapa ia pagi pagi udah ada di apartemen lo. Apa ia dan bapaknya nginap disini"Rangga
"Hus.... apa sih yang Rangga pikirkan. Nggak mungkinlah pak Alex nginap sini, Nico aja kok yang nginap"Mia
"Oom... kenapa menghabiskan nasi gorengnya. Tinggalin dong buat daddy. Daddy harus menyicipi ini. Pasti daddy suka ama masakan mommy Mia."ucap Nico gusar melihat Daniel mengambil dan memakan semua nasi goreng yang di meja makan.
"Hei.... bocah, sebelum lo mengenal Mia, gue udah sering makan di sini. Tak pernah ada larangan buat menghabiskan makanan,paling gue kena jitak Langit"Daniel
__ADS_1
"Lo emang rakus banget, sisain dong dikit buat gue, kan gue juga lapar"Rangga
"Biar Mia buatkan lagi ya... Napa nggak nelpon Mia ngabari mau datang, Mia bisa masak yang banyak"Mia
"Gue jadi nggak enak ngerepotin lo. Tapi kalau lo maksa nggak apa deh masakin lagi nasi gorengnya"Rangga
"Siapa yang maksa... lo geer amat"Daniel
"Tunggu ya Mia masakin lagi. "Mia
"Oom.... kalian sungguh merepotkan mommy. Apa kalian nggak malu.... "Nico berkata sambil melototkan matanya kearah Rangga dan Daniel
"Hei... bocah songong amat muka lo. Gue colok juga nih mata lo"Daniel
"Hhik.... hik.... mommy... oom ini marah ama Nico. Ia mau membunuh Nico"ucap Nico sambil menangis.
"Rangga.... Daniel... lo apain Nico"Mia bergegas meninggalkan masakannya mendengar tangisan Nico
"Hei... gue tak ada ya menyentuh bocah ini. Pandai dia aja ngarang cerita. Masih bocah udah bisa mengadu domba lo ya"Rangga
"Benar benar nih bocah minta di pitak kepalanya"Daniel
"Daniel.... Rangga... udah. Jangan buat Nico menangis. Mia mau masakin nasi goreng apa nghak nih. Kalau Nico masih kalian buat menangis Mia nggak jadi ya masakin"Mia
"Oke.... demi nasi goreng buatan lo... kami mengalah. Ayo Dan... kita duduk di sofa aja. Daripada dekat nih bocah... bisa bisa gue naik darah"Rangga.
Tak berapa lama setelah Rangga dan Daniel selesai makan, terdengar suara ketukan pintu.
"Biar gue yang buka... lo teruskan aja nyuci piringnya"ucap Rangga
"Pagi..... Mia ada"ucap Alex. Ia kaget melihat Rangga yang membukakan pintu.
"Ada... silakan masuk"Rangga
"Maaf... aku tak tahu kalau Mia kedatangan tamu. Aku udah mengganggu ya"ucap Alex begitu sama sama telah duduk di sofa.
"Sebenarnya sedikit mengganggu tapi karena lo udah terlanjur datang, ya nggak apa apa deh"Daniel
"Pak Alex udah sarapan.... kalau belum saya ada masak nasi goreng. Apa anda mau saya ambilkan"Mia
"Daddy.... mau coba nasi goreng mommy. Enak banget. Oom ini aja dah makan banyak"Nico
"Hei.... siapa yang makan banyak... jangan ngarang lo ya. Gue cuma makan 3 piring"Daniel
"Bolehlah... Daddy mau coba masakan mommy Mia mu"ucap Alex sengaja menekan kata mommy Mia mu agar Rangga dan Daniel tahu kalau Nico udah menganggap Mia seperti ibunya sendiri.
"Mommy Mia.... mommy Mia"gumam Daniel gusar
__ADS_1
"Ini pak.... silahkan dicicipi"Mia menyodorkan sepiring nasi dan segelas air putih di hadapan Alex.
Mia bergabung duduk dengan mereka. Mia menanyakan maksud kedatangan dua sahabat Langit itu ke apartemen nya.
"Pasti kalian ada maksud datang kesini. Karena jarang mau datang sejak kak Langit nggak ada"Mia
"Maaf Mia... kami kebetulan sibuk selama ini. Aku datang kesini emang ada maksud tertentu. Aku mau mengundang kamu ke pesta pernikahan ku minggu depan"ucap Rangga
"Jadi yang Rangga maksud kejutan itu, karena kamu mau nikah. Ama siapa. Kok udah nikahan aja langsung"Mia
"Ama Ani mantan asisten lo dulu"Rangga
"Yang benar... sejak kapan lo dekat kok udah mau nikah aja"Mia
"Rangga gercep, takut nanti Ani sadar dan menolak buat nikah"Daniel
"Hei... gini gini gue juga ganteng ya... siapa sih cewek yang bisa nolak pesona gue"Rangga
"Ganteng.... dilihat dari monas dan pakai sedotan"Daniel
"Pasti kak Langit senang banget kalau ia ada dan bisa menyaksikan pernikahan kamu"ucap Mia sedih
"Hhmmmmm...... "deheman Alex yang merasa diacuhkan menyadarkan mereka keberadaannya.
"Mommy.... kenapa sedih"Nico mengusap air mata Mia yang jatuh di pipi.
"Gue yakin dimana pun Langit sekarang, ia pasti akan menyaksikan hari bahagia gue. "Rangga
"Mia juga yakin itu. Pasti ia akan sangat bahagia karena Rangga bisa menikah"Mia
"Oh... ya pak Alex juga harus hadir. Nanti saya kirimkan undangan ke kantor Mia"Rangga
"Terima kasih.... "Alex
Mereka berbincang sampai tak terasa hari sudah menjelang siang. Alex, Rangga dan Daniel pamit meninggalkan apartemen.
Mia masuk ke kamar, memandangi foto pernikahannya dengan Langit.
"Kak Langit.... Rangga sahabat kakak akan melangsungkan pernikahannya. Seandainya kakak ada di sini pasti kakak juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang dirasakan Rangga"gumam Mia
*******************
Jangan lupa like.... koment... dan vote nya
Terima kasih
__ADS_1