
"Maaf pak..... apa saya boleh masuk"tanya Farrel setelah mengetuk pintu ruang kerja Langit
"Masuklah..... "Langit
"Pak..... ada yang ingin bertemu ama bu Mia"Farrel
"Siapa Farrel..... "Langit
"Pak Sariman pengacaranya pak Alex"Farrel
"Oh.... suruh aja masuk. Sebentar lagi Mia kembali. Ia lagi menjemput Nico ama supir tadi"Langit.
"Baik pak... saya panggil dulu"Farrel
"Siang pak Langit..... "Sariman
"Siang pak Sariman,ada yang bisa saya bantu"Langit
"Saya ingin bertemu bu Mia. Ada yang akan saya bicarakan dan diskusi ama bu Mia"Sariman
"Silakan pak Sariman duduk dulu. Istri saya lagi dalam perjalanan dari menjemput Nico pulang sekolah"Langit
"Terima kasih..... "Sariman duduk di sofa tamu menunggu Mia
"Maaf pak.... mau saya buat kan minum apa"tanya Farrel
"Buatkan aja kopi dua cangkir..... "Langit.
"Baik pak... saya permisi dulu"farrel
#############
"Ada apa ya pak.... mencari saya"tanya Mia setelah duduk di sofa, karena Langit menelponnya mengatakan pengacara pak Alex ingin bertemu.
"Begini buk Mia.... pak Alex udah sebulan meninggalkan kita. Jadi saya ingin menyampaikan wasiat beliau untuk anda"Sariman
"Wasiat untuk saya....... "tanya Mia heran
"Ya bu Mia, sebelum pak Alex meninggal ia pernah meminta saya membuatkan surat wasiat. Semenjak ia mengetahui kalau ibu angkat dari istrinya menginginkan harta nya"Sariman
"Tetapi wasiat apa dan apa hubungannya dengan Mia istri saya. Karena Mia bukan siapa siapanya pak Alex"tanya Langit dengan sedikit rasa cemburu
"Memang bu Mia tidak ada hubungannya dengan pak Alex, tapi ia percaya bu Mia akan menjaga dan mengurus Nico. Pak Alex dan istrinya tak memiliki saudara. Mereka berasal dari panti asuhan. Jadi pak Alex ingin menjaga hartanya yang menjadi hak Nico dari orang orang serakah yang ingin merebutnya"Sariman
"Boleh saya tahu isi wasiatnya apa..... "Mia
__ADS_1
"Tentu saja ibu Mia perlu tahu, karena ini memang wasiat buat bu Mia. Saya membacakan inti dari isi wasiatnya ya bu Mia."
"Pak Alex menyerahkan seluruh hartanya buat anda urus dan kelola sampai Nico udah cukup umur dan dewasa. Setelah ia dewasa hartanya bisa anda serahkan ke Nico lagi"Sariman
"Mengapa harus Mia istri saya"tanya Langit
"Karena pak Alex selama ini melihat Mia menyayangi Nico dengan tulus,begitu juga dengan Nico, ia tampak menyayangi Mia. Jadi tak ada yang pak Alex percaya selain istri anda... bu Mia"Ucap Sariman menjelaskan kepada Alex
"Saya takut tidak bisa mengelola dengan baik sampai. Nico dewasa"Mia
"Itu saya tidak bisa ikut campur. Saya hanya di percaya pak Alex buat surat wasiat ini. Dan satu lagi wasiat pak Alex........."Sariman
"Wasiat apa Lagi"tanya Langit tergesa sebelum pak Sariman selesai bicara
"Pak Alex menyerahkan hak asuh Nico kepada bu Mia. Jadi jika suatu saat ibu angkat istri pak Alex menggugat anda sudah punya kekuatan hukum"Sariman
Langit mengusap wajahnya kasar. Ia bertanya dalam hati, apa hubungan Mia dengan Alex sehingga Alex begitu mempercayai Mia mengelola hartanya.
"Ada yang perlu bu Mia tanyakan... "Sariman
"Untuk saat ini tak ada..... nanti jika saya memerlukan penjelasan anda,saya hubungi lagi"Mia
"Baiklah bu.... kalau begitu saya permisi. Terima kasih...pak Langit saya pamit dulu"Sariman
#################
Langit masih bertanya ada apa dengan Alex dan Mia sebenarnya. Apa ada hubungan mereka sebelum Langit kembali dari kecelakaan dulu.
Ia heran mengapa Alex begitu percaya ama Mia jika diantara mereka tidak ada apa apa.
"Kak.... napa kakak diam aja dari tadi... ada yang kakak pikirkan"Mia bertanya ketika mereka akan tidur malam ini.
"Mia.... kamu harus jawab dengan jujur ya"Langit
"Menjawab apa kak.... apa yang ingin kakak tanyakan"Mia
"Sebenarnya apa hubungan Mia dengan pak Alex... "Langit
"Maksud kakak..... "tanya Mia heran dengan pertanyaan Langit
"Sebelum kakak kembali dari kecelakaan dulu, apa kamu ada hubungan dengan pak Alex"Langit
"Hubungan kami hanya sebatas rekan kerja kak. Apa kakak mencurigai Mia.... "tanya Mia dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Mia.... kakak nggak tahu ada apa dengan pikiran kakak,tapi terus terang kakak masih belum bisa memahami mengapa Alex begitu mempercayai Mia"Langit
__ADS_1
"Kak.... Mia juga nggak tahu. Mia juga heran dengan surat wasiat itu. Percayalah kak.... Mia tak ada hubungan dengan pak Alex selain hanya rekan kerja"Mia
"Entahlah Mia.... kakak pusing"Langit beranjak dari tempat tidur menuju balkon kamar
"Jadi ini yang membuat kakak diam dari tadi. Ini yang menjadi pikiran kakak dari tadi. Apa kakak tidak mempercayai ucapan Mia"Mia
"Mia biarkan kakak sendiri dulu.... kamu tidur aja"Langit
"Kak..... Mia tak percaya kalau kakak bisa mencurigai Mia. Selama kakak pergi tak pernah ada niat Mia buat mengkhianati kakak. Mia selalu menjaga cinta Mia buat kakak seorang. Tapi Mia nggak nyangka kakak bisa mencurigai Mia. "Mia berucap sambil menangis
"Kakak nggak tahu Mia.... apa yang ada di pikiran kakak saat ini. Biarkan kakak sendiri ya. "Langit.
"Baik.... Mia beri waktu kakak buat sendiri supaya kakak dapat berpikir jernih dan tenang"ucap Mia meninggalkan Langit sendiri di balkon.
Mia tidur sambil terisak. Ia tak percaya Langit mencurigainya. Padahal ia selama ini selalu menjaga kesetiaannya hanya buat Langit seorang.
Langit masuk dan melihat Mia yang tertidur. Ia pergi keluar apartemen, menghubungi Daniel buat minum di klub. Ia mau menghilangkan keraguan dihatinya.
Ia percaya Mia mencintainya ,tapi ia juga masih belum bisa menerima keputusan Alex yang mempercayai Mia mengelola hartanya. Mengapa Alex begitu percaya sama Mia jika tak ada hubungan.... pertanyaan itu selalu muncul dalam pikirannya.
Mia yang hanya berpura pura tidur.... sedih melihat Langit mengacuhkannya.
Ia melihat Langit meninggalkan apartemen malam ini.
"Baiklah kak....jika memang kakak tidak percaya akan kesetiaan Mia... buat apa kita bersama. Mia akan pergi.... dan Mia akan membiarkan kakak berpikir"bathin Mia
Mia pergi kekamar pembantunya. Dan meminta pembantunya menjaga Nico.
"Bi.... saya mau pergi. Ada keperluan keluarga. Bibi tolang jaga Nico dan jangan lupa siapkan sarapan buat pak Langit"pamit Mia
"Baiklah bu.... sama siapa ibu pergi. Mengapa pak Langit tak ikut dengan ibu"tanya bibi
"Pak Langit ada rapat penting besok bi... jadi tak bisa ikut. Jangan lupa makanan buat pak Langit dan Nico"Mia
"Baik bu.... hati hati"Bibi
"Ya bi..... "Mia
"Maaf kak..... Mia harus pergi. Mia akan beri waktu buat kakak berpikir. Jika kakak memang tak mempercayai Mia... buat apa Mia disini"bathin Mia
**********************
Jangan lupa like.... koment dan vote nya
Terima Kasih
__ADS_1