
tak ada yang tersisa lagi untukku selain kenangan indah bersamamu
selamat tinggal insan yang kukagumi
aku akan berlayar diatas aliran air mataku
semoga kau bahagia begitu juga denganku
akan kusimpan dan ku kenang tentangmu di dalam relung hatiku...
************
Bunyi bel apartemennya membuat Mia dan Langit tersentak dan melepaskan ciumannya.
"Siapa sih datang,mengganggu aja"Langit menggerutu
"Biar Mia bukain pintunya Lang"ujar Mia,segera turun dari tempat tidur.
"Biar aku aja, kamu istirahat lah"Langit mengecup bibir Mia sebelum berlalu dari kamar.
"Lo..... mau apa datang kesini"Langit bertanya dengan gusar setelah membuka pintu dan melihat Jino yang ada di balik pintu.
"Gue mau antar makan siang buat Mia"Jino mengangkat kantong berisi makanan yang di bawanya.
"Nggak perlu, gue bisa beliin Mia makanan apa aja yang dia mau"Langit
"Tapi gue di suruh orang tuanya mengantar ini"Jino
"Jangan ngarang cerita macam macam lo"Suara Langit udah mulai meninggi...
"Siapa Lang yang datang, kok nggak disuruh masuk"tanya Mia yang keluar dari kamar karena merasa Langit yang lama membukakan pintu.
"Nggak ada siapa siapa sayang, hanya orang nyasar"teriak Langit.
"Mia, ini kak Jino, papa ama mama Mia menelpon kakak buat ngantar makan siang"Jino pun bersuara
"Oh.. kakak, masuklah"Mia memegang lengan langit dan membawanya duduk di sofa agar Jino bisa masuk
Jino meletakan makanan yang dibawanya di atas meja...
__ADS_1
"Nih, kakak bawain ikan ama ayam bakar dan sambal serta lalapan kesukaan Mia"ujar Jino
"Terima kasih, kakak nggak usah repot repot"Mia
"Kakak nggak merasa repot kok"ucap Jino
Langit memandang tajam kearah Jino...
Menahan amarahnya yang udah memuncak..
"Kalau lo udah nggak ada perlu,lo bisa pulang, taukan pintu keluar"ujar Langit geram...
Mia menahan Langit yang akan berdiri menghampiri Jino, Mia mengelus lengan Langit dan memberi senyuman manisnya agar amarah Langit mereda...
"Napa sih sayang, dia mengganggu aja"Ujar Langit sambil mengecup bibir Mia.
"Gue nggak akan keluar kalau bukan Mia yang mengusir gue"Jino berkata dengan sedikit emosi karena melihat kemesraan Mia dan Langit...
"Lo nantang gue"Langit berdiri dan diikuti juga dengan Jino yang berdiri dari duduknya..
"Gue bukan menantang lo..... Perlu lo tau,yang harus pergi dari sini tuh lo, bukan gue, karena gue calon tunangannya Mia"Jino berkata sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Langit....
"Lo tanya aja ama Mia, gue dan Mia akan bertunangan bulan depan, jadi gue harap lo mulai hari ini jauhi Mia. Kali ini gue berbaik hati membiarkan Lo ama Mia sebagai salam perpisahan"Jino berujar.
"Lo tak berhak melarang gue buat menjauhi Mia, kami saling mencintai" Langit
"Tapi lo harus lupakan cinta lo"Jino
"Udahhhh....... diammm"teriak Mia menghentikan perdebatan antara Langit serta Jino dan meninggalkan mereka masuk ke kamarnya.
"Mia... tunggu sayang"Langit mengejar Mia masuk ke kamarnya.
Dilihatnya wanita yang dicintai menangis di lantai bersandar di tempat tidur menunduk sambil memegang kedua lututnya...
"Sayang... katakan semua ini tak benarkan, Jino hanya berbohong bukan"Langit berlutut dihadapn Mia mendekap tubuh kurus kekasihnya.
Mia menenggelamkan kepalanya didada Langit, menumpahkan semua tangisnya.
"Maaf... Lang... Jino benar, mulai hari ini kita sebaiknya jangan bertemu, karena Mia akan bertunangan"Mia berkata lirih sambil menahan isak tangisnya....
__ADS_1
Langit mendorong tubuh Mia memberi jarak agar dia dapat menatap mata Mia dan mencari kebenaran dari ucapan Mia....
"Mia.... ini nggak lucu,Langit nggak suka candaan Mia kali ini"Langit terduduk di lantai,tubuhnya terasa lemah dan tak berdaya.
Langit tak menyangka jika papa Mia menjodohkan dirinya dengan Jino,dia memang mendengar ketika papa Mia menelpon mengatakan Mia akan dijodohkan tapi dia tak mengira orang itu adalah Jino.
Langit berharap semua ini hanya mimpi bagaimana dia bisa melepaskan Mia bersama Jino.
"Lang... maaf kalau selama ini Mia selalu merepotkan Langit, Mia mengucapkan terima kasih atas semua perhatian dan cinta yang Langit berikan, mulai hari ini kita harus belajar saling melupakan. Mia sayang..... ama Langit ,Mia akan selalu menyimpan cinta ini dihati, tapi bukankah cinta tak harus memiliki.... "Mia berucap sambil berurai air mata...
"Tidak Mia, aku nggak bisa hidup tanpamu, dua hari tanpamu aja aku udah hampir gila"Langit mendekat ke Mia dan kembali memeluk gadis itu erat...
"Aku akan temui orang tua Mia agar membatalkan rencana pertunanganmu"Langit
"Nggak bisa Lang, Mia harus tetap bertunangan. Mia nggak mau papa marah, Mia harus melakukan ini sebagai balas budi karena papa sudah sudi membesarkan Mia walau Mia bukan anak kandung mereka"
Langit terkejut mendengar semua yang dikatakan Mia...
"apa maksud Mia"... Langit
"Mia ini hanya anak angkat Lang,Mia harus turuti kemauan mereka sebagai rasa terimakasih Mia dan Mia tak akan mengecewakan mereka"lirih Mia
"uhhhh....... "Langit mengerang dan meninju lantai sekuat tenaganya dan membuat darah keluar dari sela sela baku tangannya...
"Lang... apa yang kamu lakukan"Mia takut melihat kemarahan Langit...
Dia mendekat, dan melihat darah di tangan Langit...
"Lang... jangan sakiti diri Langit, Mia tak akan sanggup melihatnya. Mia tak mau Langit terluka, Mia mau kita belajar saling melupakan tanpa menyakiti dan tersakiti"...lirih Mia
"Apa kamu tau Mia, kamu telah berhasil menghancurkan hidupku, kamu orang yang paling aku cintai tega membuat hatiku terluka, kamu membunuhku secara perlahan"
Langit berjalan keluar dari apartemen Mia. Dan meninggalkan Mia sendiri yang menangis di dalam kamarnya...
**************
Jangan lupa like dan koment
Terima kasih
__ADS_1