
"Kak hari ini sarapan di kantor aja kita ya. Kepalanya masih pusing"Mia
"Kalau gitu Mia istirahat di rumah aja. Biar kakak aja yang ke kantor. Sarapan nanti biar diantar supir kantor"ucap Langit sambil memegang dahi Mia
"Tapi Mia malas dirumah sendirian... "Mia
"Oke... tapi nanti di kantor harus istirahat ya, jangan lakuin apa apa"Langit.
"Muka kamu pucat banget sayang... atau kita kerumah sakit dulu ya sebelum ke kantor"Langit
"Nggak perlu kak... paling Mia masuk angin"Mia
"Tapi malam tadi Mia tidur dengan pakaian lengkap kok, nggak ada kakak telanjangin"canda Langit vulgar
"Kakakkkk..... Mia pusing nih.. nggak lagi pengen becanda"Mia
Langit memeluk istrinya,gemas melihat raut wajah Mia yang cemberut.
"Jauh kak... jangan peluk Mia. Pasti kakak pakai parfum lagi. "ucap Mia sambil berlari masuk ke kamar mandi.
"Hoeek.. hoeek... "Mia memuntahkan semua isi perutnya.
"Kamu kenapa sayang..... "Langit cemas melihat istrinya yang muntah. Ia menggosok tengkuk istrinya.
"Kakakk.... jauh dari Mia.... hoek... hoek"Mia kembali muntah sampai tak ada lagi yang keluar dari mulutnya.
Mia membasuh mulut dan wajahnya. Ia tampak sangat pucat dan lemas.
"Kak.... jangan pakai parfum lagi. Mia tak suka baunya"ucap Mia sambil merebahkan dirinya di atas kasur.
"Baiklah.... kakak ganti baju dulu ya"Langit
"Napa cuma pakai baju kaos ama celana pendek aja... emang nggak jadi pergi kerjanya"Mia
"Kakak udah hubungi Farrel buat mengurus semuanya. Kita istirahat aja ya. Kakak juga udah nelpon tante Rani buat periksa kamu. Kakak kuatir banget sayang... "Langit memeluk istrinya dan membawa kepala Mia bersandar didadanya.
"Gimana... sekarang, nggak apa apa kakak pelukan. Kakak udah nggak pakai parfum lagi nih"ucap Langit sambil mengusap kepala istrinya
__ADS_1
"Ya kak... kalau gini Mia nggak mual baunya"ucap Mia sambil mengendus di dada suaminya.
"Tunggu ya sayang kakak bukain pintu. Mungkin itu tante Rani... "ujar Langit mendengar suara ketukan di pintu.
"Pagi tante.... maaf harus merepotkan tante sepagi ini. Silakan masuk tante"ucap Langit begitu membuka pintu melihat tante Rani yang datang.
"Pagi Langit... biasa aja lagi. Nggak ngerepotin kok. Mana Mianya. Apa yang dirasakan"Tante Rani
"Di kamar tante. Ayo masuk.... Dari kemaren kepalanya Mia pusing dan muntah muntah aja nte"Langit.
"Pagi cantik..... "
"Pagi tante... maaf udah ngerepotin tante"Mia
"Jangan sungkan.... emang kewajiban tantekan"ucap tante Langit memeriksa Mia dengan stetoskop.
"Apa yang Mia rasakan dan keluhkan... "tante Rani
"Udah 2 hari ini kepala Mia pusing dan mual serta muntah tante"Mia
"Haid terakhir Mia kapan..... "tanya tante Rani
"Seharusnya sih Mia haid minggu kemaren. Ini udah telat 10 hari tante"Mia...
"Tante Mia sakit apa.... "tanya Langit lagi tak sabar menunggu jawaban.
"Mia tak sakit apa apa.... "tante Rani
"Nggak sakit... tapi napa kepalanya pusing dan muntah terus tante. Langit kuatir tante"Langit
"Mia emang nggak sakit. Tapi kemungkinan besar..... "
"Kemungkinan apa tante"Langit kembali memotong ucapan tante Rani
"Sabar Lang... dengar dulu tante ngomong, jangan dipotong melulu"tante Rani
"Kak Langit sabar... dengar dulu apa kata tante"ucap Mia. Walau ia juga sebenarnya kuatir tapi ia tak mau memperlihatkannya.
__ADS_1
"Tante rasa kamu akan jadi seorang ayah.... tapi buat pasti nya periksa ke dokter kandungan aja nanti"ucap tante Rani.
"Maksud tante Mia....hamilll... "ucap Langit gugup
"Ya tante rasa gitu. Kamu bisa bawa Mia periksa. Sekarang tante beri vitamin aja ya"ucap tante Rani
"Mia.... kamu hamil sayang"ucap Langit langsung menghujani wajah Mia dengan ciumannya.
"Kakakk.... malu ama tante"Mia
"Terima kasih tante... "ucap Langit sambil menyalami tante Rani
"Oke... sebaiknya Mia istirahat aja. Usahain makan walau dikit. Tante permisi dulu ya Mia"
"Terima kasih tante. Hati hati di jalan"Mia
"Sayang... kakak antar tante Rani kedepan dulu ya"Langit
#############
"Sayang.... terima kasih ya"ucap Langit sambil mengusap perut Mia
"Mengapa terima kasih ama Mia kak"Mia
"Terima kasih karena kamu sudah mau menjadi istri kakak dan mengandung anak kakak. Mia tahu... Kakak merasa orang yang paling bahagia dan beruntung. Dikaruniai istri yang cantik dan setia.... "Langit menciumi seluruh bagian di wajah istrinya.
"Mia juga berterima kasih karena kakak mau menerima Mia apa adanya sebagai istri kakak. Jika dibilang beruntung, Mia lah wanita yang paling beruntung, karena mendapati lelaki seperti kakak sebagai suami. Kakak pria paling ganteng, baik dan penyayang. Siapapun pasti ingin mendapat cinta kakak. Tapi kakak memilih Mia sebagai pendamping kakak. Dan ibu buat anak anak kakak. Mia sangat mencintai kakak...... Mia ingin hidup selamanya bersama kakak.... "ucap Mia sambil menangis.
"Jangan menangis sayang.... Kakak juga sangat mencintaimu. Selagi kakak masih bernyawa, kakak berjanji akan selalu mencintai dan menyayangimu. Kakak akan membuat kamu merasa selalu bahagia dan tak akan membiarkan kamu bersedih dan menangis. Kita akan hidup bersama selamanya sayang.... "ucap Langit sambil memeluk Mia
*********************
**Jangan lupa tinggalkan jejak
Like... koment dan Vote nya
Terima kasih
__ADS_1
Mampir juga ya di novel terbaruku
FAIZA ALYA AZIZA(Aku Bukan Simpanan**)