
Langit menghubungi Jino memintanya datang buat makan malam. Langit juga meminta agar Dion ikut.
"Kak... apa Langit dan Mia sudah tahu mengenai perbuatan Dion terhadap anaknya... "Dina
"Aku rasa memang begitu adanya, karena Langit tak pernah mengundang kita makan malam sebelumnya... "Jino
"Apa yang akan kita lakukan kak... "Dina
"Kita harus datang... karena jika kita tak hadir.... Langit bisa saja melakukan hal buruk terhadap Dion... "Jino
"Tapi bagaimana dengan Dion... apa kita akan mengajaknya sekalian... "Dina
"Tentu saja.... biarkan ia bertanggung jawab atas perbuatannya.... "Jino
"Apa itu tak apa apa buat Dion.... "Dina
"Langit tidak akan melakukan tindakan bodoh... karena kita ada ditempat umum... kita makan malamnya di restoran kan... tidak
dirumahnya... "Jino
Dion yang baru pulang kerja langsung duduk di sofa tempat orang tuanya juga duduk.
"Ada apa ma.... keliatannya wajah mama tegang banget..... "tanya Dion
"Dion... om Langit mengundang kita besok buat makan malam "Dina
"Lalu.... mengapa mama tampak ketakutan... "Dion
"Mama rasa om Langit mengundang kita untuk membahas perbuatanmu terhadap Rachel dulu.. "Dina
"Oh... mengapa mama yang jadi ketakutan... lambat laun semua juga harus diungkapkan... biarlah besok Dion akan berterus terang dengan om Langit... "Dion
"Papa mu dari dulu memang sudah kurang akur dengan om Langit, papa dan mama takut om Langit melakukan suatu yang berbahaya buatmu"dina
"Tenanglah... om Langit tak akan membunuhku... "Dion
"Kamu belum tahu gimana om Langit kalau lagi emosi,papa dulu sekampus dengannya... jadi papa telah lama mengenalnya... "Jino
"Pa... jikalau pun om Langit memukul Dion, itu pantas bukan Dion terima... "Dion
"Ya... benar. Berarti kamu mau ikut dengan kami... "Jino
"Ya pa... "Dion
################
Di kediaman Langit
"Kak... Mia minta nanti kakak bisa menahan emosi kakak. Karena kita bertemu hanya ingin meminta Dion tak mengganggu kehidupan Rachel lagi... bukan buat meminta tanggung jawabnya pada Rachel... "Mia
"Apa kakak tak boleh marah setelah apa yang anak itu lakukan terhadap Rachel... "Langit
"Kak... kakak memang pantas marah... tapi kakak tetap harus menjaga emosi kakak... "Mia
"Kalau kakak minta Jino adu jotos ama kakak gimana.... "Langit
"Kakak.... Mia serius... "Mia
"Duh kamu... sudah jadi nenek masih aja gemesin... "Langit mencubit pipi Mia
"Ayo... kita jalan lagi. Napa kamu ragu ya... takut kakak membunuh Jino atau Dion... "Langit
__ADS_1
"Yuk ah.. jalan. ...."Mia
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam mereka sampai di restoran pilihan Langit.
Langit dan Mia langsung menuju meja yang telah mereka pesan kemaren.
Tak berapa lama... Jino dan keluarganya sampai.
"Selamat malam om... selamat malam tante... "sapa Dion sebelum duduk.
Mia langsung meremas tangan Langit. Ia tampak sangat gugup. Mia takut Langit tak bisa menahan emosinya.
"Selamat malam... silakan duduk... "Langit
"Nico dan Rachel nggak ikut makan malam tante... "Dion
"Mereka lagi pergi liburan... "Mia
"Kalau Alvin mana tante... ikut liburan juga... "Dion
"Tentu saja... mana mungkin Nico mau meninggalkan anaknya . Kamu keliatannya mengenal Alvin... "Langit
"Dion sudah beberapa kali ketemu Alvin om.,anaknya sangat tampan dan pintar... "Dion
"Itu karena Nico yang telah mengajarkan Alvin dengan baik... "Mia
"Sebelum kita bicara banyak... lebih baik kita makan dulu... "Langit.
Langit memanggil pelayan dan memintanya menghidangkan menu yang mereka pesan tadi.
"Mia... apa kabar... Mia masih tampak cantik walau sudah memiliki cucu... "Dina
"Tentu saja... kecantikan Mia akan tetap terpancar... karena aku selalu memberikan cinta dan kebahagiaan didalam keluarga... Betulkan sayang... "Langit
"Tentu kak... Silakan makan.... "Mia
"Terima kasih karena telah mengundang kami buat makan malam... "Jino
"Sudah lama kita nggak ngobrol kan... makanya aku mengundang makan malam... karena banyak yang akan kita bicarakan... "Langit
Mereka menyantap makanan yang dihidangkan dengan tanpa suara. Tampak kecanggungan diantara dua keluarga itu.
"Dion... om rasa kamu pasti sudah menduga apa yang akan om bicarakan padamu dan kedua orang tuamu... "Langit
"Ya... om.. "Dion
"Om tak ingin banyak bicara... karena semakin lama om melihatmu... oom takut tidak bisa menahan emosi... "Langit
"Langit... aku mohon maaf atas apa yang pernah Dion lakukan terhadap Rachel... "Jino
"Apa kamu pikir aku akan memaafkan perbuatan anakmu.... "Langit
"Langit... Mia... kami tahu ...perbuatan Dion memang sudah sangat keterlaluan... tapi kami benar benar tak mengetahuinya. Jika saja kami tahu dari dulu... pasti kami meminta Dion buat bertanggung jawab... "Dina
"Walaupun aku tahu dari pertama kalau Dion yang menghamili Rachel... aku tetap tak akan menikahkannya dengan putriku... Aku pernah dulu berkata tak ingin ada hubungan denganmu kan.. . Jino.. "Langit
"Langit... aku mohon jangan menghubungi perbuatanku dulu dengan anakku... "Jino
"Bagaimana aku tak menghubung hubungkannya... perbuatanmu dengan anakmu sama saja... apa kamu sudah lupa kalau kamu hampir saja tak mau bertanggung jawab atas perbuatanmu dengan Dina... "Langit
"Itu hanya masa lalu Langit... kamu tak pantas membicarakannya lagi... apa lagi di depan anakku... "Jino
__ADS_1
"Kamu dan anakmu tak ada bedanya... "Langit
"Cukup Langit... kalau kamu masih membicarakan masa lalu... sebaiknya kami pulang saja... "Jino
"Silakan.. ...aku hanya ingin mengingatkan anakmu... jangan pernah mengganggu rumah tangga anakku dan jangan pernah berharap dapat bertemu cucuku... "Langit
"Tapi om... bagaimana pun... Alvin adalah anakku... darah dagingku... apa aku tak ada hak sedikitpun bertemu dengannya... "Dion
Brakkk.... Langit memukul meja keras. Membuat hidangan di meja jadi berantakan
"Sekarang kamu bisa bisanya menuntut hakmu... apa kamu selama ini telah menjalankan kewajibanmu... Dimana kamu saat anakku harus menanggung malu karena hamil diusia muda... apa kamu tahu karena perbuatanmu aku sempat mengusir anak ku Rachel dan Nico... karena aku mengira Nico yang telah menghamili Rachel... "Langit
"Om... aku akan melakukan apa saja yang om pinta. Dan aku akan melakukan kewajibanku untuk menafkahinya... asal om mengizinkan akau bertemu dengan Alvin... "Dion
"Aku tak pernah memintamu melakukan kewajibanmu... aku cuma minta kamu jauhi Rachel dan Alvin... anggap mereka tak pernah hadir dikehidupanmu seperti kamu yang tak. pernah menganggap dia ada selama ini... "Langit
"Tapi om.. aku tak bisa... aku sangat mencintai anakku Alvin... aku hanya meminta bertemu om.. aku tak meminta lebih... "Dion
"Kamuu.... kamu pikir meminta bertemu dengan Alvin itu bukan sesuatu yang berlebihan... itu sudah permintaan yang sangat berlebihan... karena selama ini kamu tak ingin dan tak pernah tahu tentangnya... mengapa sekarang kamu seakan peduli.... "Langit
"Om... selama ini aku akui aku salah... aku khilaf... sekarang aku baru menyadari perbuatan ku... "Dion
"Plak.... "Langit menampar pipi Dion keras.
"Apa apaan kamu Langit... mengapa kamu menampar Dion... "Jino
"Jadi kamu mau aku melakukan apa... melakukan ini...( brakkk... brakkk)..."Langit menendang Dion dengan bertubi tubi.
Jino yang melihat anaknya terduduk mendapat tendangan dari Langit langsung menghalangi Dion...
"Kamu keterlaluan Langit.... "Jino
"Mana yang lebih keterlaluan... aku atau perbuatan anakmu.... "Langit
"Tapi Dion sudah meminta maaf... dan mau melakukan semua kewajibannya mulai saat ini... ia mau bertanggung jawab atas kebutuhan anaknya... "Jino
"Kamu pikir itu cukup... kamu tak tahu bagaimana perasaanku ketika mengetahui anakku yang hamil diluar nikah... "Langit
"Tapi itu bukan hanya kesalahan Dion... Rachel juga... "Jino
Braakk.... Langit menendang perut Jino.
Ia mengangkat kursi dan ingin melemparnya ke arah Jino dan Dion.
Mia langsung memeluk Langit menahannya berbuat kesalahan. Dina juga langsung memeluk Dion... melindungi dari Langit.
"Kak... sudah... jangan lakukan itu. Kakak janji tidak akan emosi... "Mia
Langit menghempaskan kursi ke lantai...
"Dengar baik baik... aku tak mau kamu datang dan menemui cucu ku... kalau sampai aku tahu kamu melakukan itu... aku tak takut masuk penjara... aku akan membunuhmu... "Langit.
"Kak... sudah... kita pulang aja... "Mia
Mia membawa Langit ke luar dari ruangan itu. Beruntung mereka berada di ruang VIP sehingga tidak mengundang keramaian.
*********************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1