Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 50


__ADS_3

Tak pernah terpikirkan oleh ku buat melupakanmu, tidak hari ini, esok dan selamanya.


Walau kita dipisahkan oleh waktu dan takdir, aku akan menjaga cinta ini hanya untukmu....


*******************


Sudah hampir satu bulan Langit tidak bisa bertemu ama Mia.


Beberapa kali udah dicoba datang ke apartemen Mia tapi gadis itu tidak juga bisa ditemui.


Langit udah sangat frustrasi,karena nggak tau dimana harus mencari Mia lagi.


Ponsel Mia,nggak bisa dihubungi.


"Kemana aku harus mencarinya lagi Niel, aku udah sangat rindu,bisa mati aku rasanya kalau sampai aku belum juga bisa menemuinya besok"racau Langit, karena keadaannya yang udah mulai mabuk..


Mereka bertiga, Langit, Daniel dan Rangga sekarang berada di club. Sejak tak dapat menemui Mia,Langit melampiaskan kekesalannya dengan minum minum...


"Gimana kalau kita mengikuti Jino, mungkin dia tau keberadaan Mia atau mungkin emang dia yang sembunyiin Mia"Rangga bersuara memberi pendapat.


"Tumben lo pintar Rang, kalau begitu besok kita ikuti aja Jino. Gimana Lang"tanya Daniel.


"Emang selama ini lo pikir gue bodoh ya"Rangga menoyor kepala Daniel


"Kalau saja emang dia yang sembunyiin wanitaku, habis lah kau ditanganku Jin"ujar Langit geram.


"Lo harus tahan emosi Lang, bermain cantik aja"gumam Daniel...


"Sekarang kita pulang aja yuk,siapin tenaga dan pikiran buat perperangan kita besok"Rangga berkata sambil membantu Langit berdiri dan membawanya keluar dari club.......


###########


Langit bersembunyi di parkiran kantor Jino menunggu kedatangannya.


Daniel mengikuti Jino dari apartemennya.


Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya mobil Jino memasuki parkiran.


Dari tempat persembunyian nya Langit melihat Jino turun dari mobil dan diikuti ama seorang wanita keluar sesaat setelahnya.


"********.... ternyata emang Mia bersama kamu selama ini"gumam Langit...

__ADS_1


"Kakak duluan aja masuk ya, Mia mau beli sarapan dulu."ujar Mia


"Kakak temani ya atau biar OB aja yang beliin"


"Nggak usah kk, biar Mia aja, bukankah kakak mau rapat pagi ini juga.... Mia nanti langsung keruang kantor kak Jino aja. "


"Hati hati ya, jangan lama. Kakak duluan ya..."


Langit yang melihat Jino berjalan menjauh dari Mia, tidak membuang waktu lagi, langsung berlari menuju Mia.


Langit menarik lengan Mia membawanya pergi masuk ke mobilnya...


Dan Langitpun langsung menjalankan mobilnya cepat menjauh dari kantor Jino.


"Langit...... "Mia tak dapat mengucap kata kata lagi karena masih merasa terkejut.


"Napa.... kamu udah lupa ama aku ya, udah nyaman ama Jino"Langit mengucapkan kata katanya penuh penekanan karena rasa cemburu melihat wanitanya bersama lelaki lain.


"Lang.... aku nggak ada pilihan lain, kamu apa masih meragukan cintaku. Berarti kamu nggak mengenal Mia seutuhnya, kalau kamu masih meragukan perasaan Mia"Mia dengan susah payah menahan air matanya yang udah hampir tumpah. Rindu selama ini yang di tahan dan dipendamnya ingin diluapannya dengan memeluk Langit dan tak melepaskannya...


"Lang... kita mau kemana"tanya Mia,menyadari mobil yang dijalankan Langit telah menjauh menuju ke luar kota.


"Napa Mia, kamu takut ya aku membawamu jauh dari tunanganmu itu"sindir Langit..


##########


Langit menghentikan mobilnya disalah satu villa di puncak.


"Apa kamu nggak mau turun, ingin kembali lagi ke Jino"tanya Langit


"Langit.... jangan mulai lagi,Mia nggak mau bertengkar"


Langit masuk ke dalam villa diikuti ama Mia.


Gadis itu duduk di sofa ruang tamu. Langit mengambil air dan memberinya buat Mia meletakan diatas meja.


Tiba tiba Langit berjongkok di hadapan Mia dan melingkarkan tangannya ke pinggang Mia, merebahkan kepalanya dipaha Mia..


"Jangan pernah tinggalin aku Mia, aku dah hampir gila karena kamu menghilang beberapa hari ini"Langit menangis di paha Mia.


Mia mengusap rambut Langit dan menundukan kepalanya mencium pucuk kepala Langit....

__ADS_1


"Aku nggak ada pilihan lain lagi Lang,aku harus mengikuti kemana Jino, karena itu maunya papa, kalau Mia nggak mau, papa akan membawa Mia ke Singapura"lirih Mia dengan menahan isak tangisnya...


Langit menengadahkan kepalanya,menatap Mia, mengusap air mata di pipi mulus gadis itu. Dia berdiri dan langsung memopong Mia membawanya kekamar.


Mia rebahan di tempat tidur beralaskan paha Langit sebagai bantalnya, Langit yang duduk disandaran tempat tidur mengusap rambut Mia dan tangan satunya mengelus elus pipi mulus gadis itu...


"Lang.... pasti kak Jino kehilangan Mia, aku boleh kirim pesan ya Lang biar kak Jino nggak kuatir"


"Selama ini kamu nggak pernah mencoba memberi aku pesan, dan apa kamu pikir aku nggak kuatir dan cemas selama ini"tanya Langit..


"Lang... Mia takut kamu melakukan sesuatu ama kak Jino kalau tau Mia sama Kak Jino, dan Mia nggak mau kamu nanti bermasalah.


Mia beri kabar kak Jino karena takut nanti dia hubungi ponsel papa tanyain keberadaannya Mia"


"Udahlah..... jangan ngomongin Jino lagi"


Langit memindahkan kepala Mia ke bantal dan merebahkan dirinya,memiringkan badan menghadap gadis itu...


Langit menyembunyikan kepalanya di ceruk leher gadis itu menghirup aroma tubuh Mia yang selalu dirindukannya.


"Aku kangen banget ama kamu sayang.... jangan pernah jauh dariku"ujar Langit sambil mengecup leher Mia dan menggigitnya meninggalkan jejak kepemilikan di leher gadis itu...


"Langit..... ih sakit... jangan gitu ah. Nanti memerah lagi"Mia menjauhkan wajah Langit dari lehernya.


Langit kembali mendekatkan wajahnya, kali ini menempelkan kepalanya di dada Mia....


"Lang... geli.. "ujar Mia karena Langit mengendus didadanya Mia..


"Mia.... kita nikah aja yuk, aku udah nggak mau pisah ama kamu. Aku mau setiap hari seperti ini, tidur dalam pelukan kamu"


"Apa kamu berani menghadap dan meminta kepada papa Mia buat nikahin Mia"tanya Mia


"Ya... sabtu kita ke Singapura temui papa Mia"


"Kamu serius Lang..... "


"Ya... aku mau melamarmu buat jadi istriku"Langitpun menaikan kepalanya kebantal mensejajarkan dengan wajah Mia dan mulai mengecup bibir Mia.


Kecupan yang semula lembut perlahan mulai memanas, Langit mulai memasukan lidahnya kemulut Mia, dan memainkan lidahnya di rongga mulut Mia, gadis itu yang semula hanya diam, mulai mengikuti permainan Langit dan merekapun saling *******.


***********

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya


Terima kasih


__ADS_2