Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 65


__ADS_3

"Mia... aku tak pernah mengira dalam setahun lebih pernikahanmu,kau masih belum pernah berhubungan badan dengan Jino. Padahal setiap hari yang membuat aku hampir gila, adalah ketika aku membayangkan dirimu yang tidur dalam dekapan lelaki lain"batin Langit.


Langit tersenyum sendiri ketika menyadari bahwa hanya dirinya yang pernah menyentuh Mia.


"Mulai hari ini aku akan berjuang kembali untuk mendapati cintamu, akan aku singkirkan semua yang menjadi penghalangnya"batin Langit kembali


Lamunan Langit terhenti ketika mendengar ketukan di pintu.


"Maaf pak.... permisi. Boleh saya masuk"terdengar suara Mia dari balik pintu.


"Silahkan masuk..... "ucap Langit.


"Ini pak, berkas berkas yang harus bapak tanda tangani"Mia meletakkan di hadapan Langit.


Langit memandang wajah Mia tanpa berkedip, dia tidak mendengar ucapan Mia.


"Pak.... pak.... tanda tangan disini"Mia kembali bersuara melihat Langit hanya diam memandang kearahnya.


"Kamu tetap cantik dan selalu membuatku terpesona"ucap Langit,masih tetap memandangi wajah Mia.


"Pak.... jangan memandang saya seperti itu, nanti bapak bisa jatuh cinta lagi ama saya"Mia mencoba menggoda Langit.


"Aku emang selalu jatuh cinta ama kamu, dulu... sekarang... dan besok... selamanya aku akan mencintaimu"goda Langit, dia senang melihat wajah Mia yang memerah setiap kali di goda


"Gombalnya kuno... seperti anak anak yang baru puber sedang jatuh cinta"cibir Mia.


"Hei... kamu menghinaku ya... dan tadi kamu manggil aku apa...?. Aku udah bilangkan jangan memanggilku dengan sebutan bapak kalo lagi berdua karena aku bukan bapakmu,sepertinya kamu senang mendapatkan hukuman dari ku ya... "Langit berdiri dari duduknya ingin mendekat ke tempat Mia berdiri.


Mia yang menyadari Langit yang akan mendekat, segera berjalan dengan cepat sebelum Langit melakukan hal hal aneh.


"Maaf pak... saya permisi. Jika berkasnya sudah di tanda tangani bapak bisa hubungi saya buat mengambilnya"Ujar Mia setengah berlari menuju ke luar ruangan Langit.


"kamu sudah mulai pintar ya menghindar dariku, awas nanti aku tak akan melepaskanmu"gumam Langit tersenyum melihat Mia yang berlari menghindarinya.


########


"Mia.... segera ke ruanganku, berkasnya telah selesai di tanda tangani"Langit berbicara di telepon.

__ADS_1


"Baik pak saya akan segera mengambilnya"Jawab Mia menutup telepon kantor.


Tok... tok...


"Permisi pak... boleh saya masuk"ucap Mia


"Silakan masuk... "perintah Langit


Mia mencari keberadaan Langit. Ternyata lelaki itu duduk di sofa tamu.


"Kesinilah.... ini berkasnya udah saya selesaikan"ujar Langit menunjuk ke meja


Mia berjalan mendekat kearah Langit tanpa ada curiga. ..


Begitu Mia mendekat Langit langsung menarik pinggang Mia dan menjatuhkan tubuh Mia diatas pangkuannya...


"Kamu harus menerima hukuman karena tidak mengindahkan perintah saya sebagai atasan"Langit memeluk pinggang Mia agar dia tak bisa bergerak turun.


"Lang... jangan gini ah... ini dikantor. Nanti ada yang lihat Mia pasti jadi omongan"ucap Mia.


"Jadi kamu mau kita melakukan ini dimana. Di apartemen atau hotel... "Langit berbisik ditelinga Mia dan menggigitnya pelan.


"Kenapa mukamu langsung memerah, kamu juga merindukan sentuhan ku ya... "Langit lagi lagi menggoda Mia.


"Lang.... "hanya itu yang keluar dari mulut Mia, karena jujur dia memang merindukan kemesraan seperti ini.


Langit memegang tengkuk Mia mendekatkan wajahnya dan mulai mengecup bibir wanita itu...


"Kamu milikku Mia dan akan tetap menjadi milikku... "racau Langit.


Sentuhan di bibir yang semula lembut mulai memanas, Langit mulai ******* bibir Mia.


Merasakan Mia yang membalas lumatannya, Langit semakin gencar memainkan lidahnya dirongga mulut wanita itu.


"Hhmmmmm....... "gumaman dari Rangga menghentikan kegiatan mereka.


Mia yang menyadari kedatangan Rangga dan Daniel membenamkan wajahnya didada bidang Langit. Dia malu menatap wajah kedua sahabat Langit itu.

__ADS_1


"Apa nggak cukup tadi malam permainannya"tanya Daniel menggoda.


"Kamu dari dulu nggak tau tempat ya kalau mau berbuat mesum"ujar Rangga lagi


"Kalian berdua aja yang tak tau diri, masuk tanpa permisi. Seenak jidat lo aja"bentak Langit.


"Ha... ha... dia marah Niel, karena lagi nanggung, kita gangguin"Rangga terkekeh melihat Langit yang marah.


"Kalian emang udah bosan hidup ya....


Katakan perlu kalian apa datang ke kantorku "


"Kami mau minta traktir karena udah membantumu tadi malam"jawab Daniel


"Dasar kutu kumpret... mau yang gratis aja"


"Makan malam ini kau harus membawa kami kerestoran yang kami mau"


"Keluar kalian nanti aku hubungi lagi. Atau tunggu di lobby kantor,sebentar lagi jam pulang"


"Cepat keluar.... sebelum aku berubah pikiran"Langit kembali bersuara.


Membuat kedua sahabatnya segera pergi keluar sebelum Langit makin marah...


"Oke... kami tunggu di luar, lanjutin deh misinya. Mia... jangan malu gitu. Masih aja malu malu ama kami"ucap Daniel melihat Mia yang masih menyembunyikan wajahnya didada Langit...


"aku hitung sampai tiga... kalau kalian nggak keluar... aku bunuh kalian"


Kedua sahabat langit lari terburu buru sebelum Langit mulai menghitung....


"tiga.... "ucap Langit...


"gue udah mengira lo pasti menghitung langsung ketiga"ucap Daniel diambang pintu....


Langit tertawa melihat tingkah konyol sahabatnya.....


**********

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya


Terima kasih


__ADS_2