
Sejak kepulangannya dari Bandung... Rachel selalu mengurung diri. Keluar hanya buat makan. Langit dan Mia tidak begitu memperhatikan karena lagi sibuk dengan proyek barunya.
Nico yang setiap hari biasanya bertemu Rachel menjadi heran. Kenapa Rachel selalu di dalam kamar.
"Rachel.... kamu di dalam dek..... "Nico mengetuk pintu kamar Rachel. Ia sengaja pulang cepat, ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Rachel
"Ya... kak.. "Rachel membuka pintu kamarnya
"Boleh kakak masuk... "Nico
"Masuk aja.... sejak kapan kakak minta izin mau masuk kamar Rachel"cemberut Rachel
"Sejak kamu sering mengurung diri dikamar"ucap Nico sambil mengacak rambut Rachel
Nico langsung merebahkan dirinya di kasur empuk Rachel.
"Ada perlu apa kakak ke kamar Rachel"Rachel juga ikutan merebahkan dirinya disamping Nico
"Apa sekarang kakak hanya boleh masuk kamarmu kalau ada perlu"Nico balik bertanya
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga"Rachel menjawab jutek
"Kamu sekarang cepat emosi ya... "Nico memiringkan badannya menghadap Rachel
"Siapa yang emosi... ih kakak sembarangan aja"Rachel
"Ada yang perlu kamu ceritakan.... "Nico
"Cerita apa.... Rachel nggak ngerti"Rachel
"Rachel walaupun kakak bukan kakak kandungmu... tapi kita hidup serumah sejak kamu lahir. Kakak udah mengenalmu lebih dari kakak mengenal diri kakak sendiri. Kamu sekarang lagi ada masalahkan"Nico menarik pinggang Rachel agar berbaring mendekatnya
"Kakak sotoy deh..... "Rachel
"Jadi kamu belum siap nih berbagi cerita... "Nico
"Kakak...... "Rachel memeluk erat Nico dan membenamkan wajahnya didada bidang Nico. Ia langsung menangis tersedu.
Nico mengusap punggung Rachel mencoba memberi ketenangan buat wanita yang sangat dicintainya.
"Ada apa.... kamu mau berbagi"Nico
"Kak... maaf"Rachel
"Maaf untuk apa... "Nico
"Maaf karena Rachel telah mengecewakan semua. Papi... mommy dan kak Nico"Rachel
__ADS_1
"Emang apa yang Rachel lakukan. Selama ini kamu tak pernah mengecewakan kami"Nico
"Kak... Rachel telah melakuakan kesalahan"Rachel
"Kesalahan... kesalahan apa"Nico
"Kak... maaf... saat ini Rachel belum siap cerita. Cuma Rachel ingin bertanya... apakah kakak akan membenci Rachel jika Rachel melakukan satu kesalahan fatal. Tapi kak... percayalah Rachel juga sebenarnya tak ingin melakukannya... "Rachel
"Rachel..... apapun yang pernah kamu lakukan itu baik sengaja ataupun tidak aengaja.. kamu harus percaya kakak akan tetap memaafkanmu. Karena maaf kakak selalu ada untukmu. "Nico
"Kak.... Rachel sayang kakak.... "Rachel menengadah kan kepalanya dan mengecup pipi Nico
"Kakak juga sangat menyayangimu.... "Nico mengecup kepala Rachel
"Kak.... Rachel takut papi dan mommy kecewa... "Rachel
"Kamu harus berani terus terang... walau papi dan mommy akan kecewa tapi percayalah mereka pasti akan tetap menyayangi anaknya"Nico
"Tapi sekarang Rachel belum siap buat terus terang.. "Rachel
"Kapanpun kamu telah siap... kamu bisa cerita sama kakak ,papi dan mommy.... "Nico
"Ya kak... kak.... temani Rachel tidur ya"Rachel memeluk Nico erat dan menjadikan lengannya sebagai bantal
Nico mengusap punggung Rachel sampai ia tertidur dengan pulasnya dilengannya.
################
**Sebulan telah berlalu***...
"Rachel kamu nggak makan sayang... "Mia
"Rachel lagi malas makan mom.. "Rachel
"Jangan ngomong malas makan. Papi nggak mau kamu sakit. Cukup mommy mu aja yang bermasalah dengan lambungnya. Kamu harus makan"Langit
"Tapi pi.... Rachel nggak suka lauknya"Rachel
"Inikan ada cumi saos... udang goreng tepung... semuanya kesukaan Rachel kan"Nico
"Tapi Rachel nggak mau kak..... "Rachel
"Rachel maunya apa... "Nico
"Bebek goreng..... "Rachel
"Ha..... bebek goreng. Sejak kapan kamu suka ama bebek goreng "tanya Langit heran
__ADS_1
"Sejak hari ini pi... "Rachel
"Tapi sayang.... biasanya kamu nggak pernah mau makan daging bebek... "Mia
"Ya udah... Rachel mau ke kamar. Udah nggak lapar"Rachel beranjak meninggalkan semuanya
"Chel.... kamu ke kamar aja dulu. Habis makan kakak beliin ya. Nanti harus makan... "ucap Nico berteriak sebelum Rachel menghilang
"Oke kak... terima kasih kakak sayang"teriak Rachel juga
"Mom.... Rachel kenapa ya. Kok jadi bertukar seleranya... "Langit
"Mungkin Rachel mencoba makan bebek goreng ama temannya pi. Setelah di coba dan rasanya ternyata enak... Jadi ia ketagihan... "Nico
"Mungkin juga..... "Mia
"Mom.... pi.... Nico pergi beli bebek goreng dulu. Kasihan Rachel kalau nggak dibeli... nanti nggak makan"Nico
"Sayang... terima kasih. Kamu memang kakak yang terbaik"Mia
"Kamu selalu aja menuruti maunya Rachel. Makanya ia jadi sangat manja.... "Langit
"Nggak apa pi. Itu bukan keinginan yang sulitkan.... Nico pamit ya... "Nico
"Sayang.... kita keatas lagi yuk... nanti buat Adek untuk Rachel ya"ucap Langit berbisik ditelinga Mia
"Mia nggak mau hamil lagi... bukan punya anak... tapi punya cucu kita bentar lagi"Mia
"Kamu sudah pengen punya cucu.... "Langit
"Nico kan udah dewasa kak... hidup pun sudah mapan.... sudah bisa menikah"Mia
"Semua terserah Nico aja sayang... kita tidak bisa memaksakan kehendak kita"Langit
"Ayo ke kamar... kalau nggak mau buat Adek Rachel... paling nggak adek kecil kakak yang akan masuk sarangnya... "Langit
"Kakak.. .....udah tua... ngomongnya masih mesum aja... "Langit
"Habis kamu tetap cantik dan menarik seperti pertama kita jumpa.... jadi mesumnya kakak nggak bisa hilang sayang... kalau sudah didekatmu... "Langit mengecup pipi Mia
"Gombalnya masih receh banget... nggak sadar umur kak.. "Mia
"Ayolah... atau mau kakak gendong ke kamar. Adek kecil kakak udah bangun nih"Langit pun langsung menggendong Mia membawanya ke kamar.
*****************
Jangan lupa like.... koment dan vote
__ADS_1
Terima kasih