Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 39


__ADS_3

Lepaskanlah...


maka esok lusa jika dia adalah cinta sejatimu


maka dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan


ada saja takdir hebat tercipta untuk kita


jika dia tidak kembali maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu (tere leye)


*****************


Langit melihat Mia berjalan bersisian dengan Jino menuju kantin.


Dia mengekor dari belakang. Sudah satu minggu Mia sulit ditemui, karena jadwal kuliah yang berbeda dan Jino yang selalu ada disamping Mia.


Kali ini Langit akan tetap menemui gadisnya walau ada Jino disampingnya.


Rindu nya yang membuncah tak dapat ditahan lagi.


"Pagi sayang.... mau sarapan ya... aku kangen nih sarapan disuapin kamu"Langit berujar ketika Mia dan Jino baru duduk dibangku kantin.


"Hmmmmm..... "


Mia hanya bergumam sambil memberi senyumannya tanpa menjawab perkataan Langit. Mia tak ingin menyakiti Langit yang sangat disayangi dan juga Jino sebagai calon tunangannya...


"Suapin dong sayang, aku lapar nih"ujar Langit ketika nasi goreng pesanan Mia telah terhidang di meja...


"Ih... manja banget sih, kan bisa suap sendiri"Lirih Mia...


"Biasanya kan disuapi.... "Langit membuka mulutnya mendekat kearah Mia...


"Satu suapan aja ya, ntar Mia nggak kenyang nih"Mia berucap begitu agar Langit tak meminta suapan lagi, Mia nggak enak ama Jino yang dari tadi menatap gusar.


"Satu lagi dong say..... "


"Lo masih punya tangan yang masih berfungsi kan, dan lo masih punya uang kan buat pesan makanan....kenapa mengganggu orang makan"Jino berkata dengan suara yang lantang, membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian orang di kantin...


"Siapa yang lo bilang gue ganggu orang makan, gue cuma ganggu pacar gue masalah buat lo"Langit berkata dengan suara yang tak kalah lantangnya...

__ADS_1


"Siapa yang lo bilang pacar, bukankah lo ama Mia udah nggak ada hubungan apa apa, dan lo harus ingat kalau Mia adalah calon tunangan gue, mau tak mau lo harus terima kenyataan... jangan bermimpi, karena jika lo terbangun dan menerima kenyataan tak seindah mimpi lo, lo akan merasakan sakit... "Jino semakin emosi melihat Langit yang menggenggam tangan Mia....


"Gue ama Mia tak pernah putus lo harus tau itu"


"Tapi gue akan bertunangan ama Mia minggu depan lo juga harus ingat itu"Jino menunjuk muka Langit dengan jari telunjuknya.


"Maunya lo apa..... "Langit mengcengkeram kerah baju Jino bermaksud melayangkan tinju nya kewajah Jino


"Udah... Lang... Mia mohon... jangan seperti ini.... "Mia menahan tangan langit yang akn melayangkan tinjunya...


"Kita sudah membicarakan ini kan Lang..... "Mia tak bisa menahan air matanya...


"Mia.... aku udah bilangkan,jangan pernah menangis lagi"Langit mengusap air mata di pipi gadis itu


"Lang.......... "Mia tak dapat berkata lagi melihat sorot mata yang terluka dari pancaran mata Langit...


"Ayo... kita pergi"Jino menarik tangan Mia membawanya menjauh dari Langit...


"Lepasin tangan Mia... jangan pernah lo berani nyakiti Mia"


"Lo yang buat Mia terluka dengan lo tak bisa menerima kenyataan Lang"Lirih Jino...


"Kak Jino.... Langit.... udah.... Mia mohon jangan lagi berdebat... Mi.. aa... "Mia tak dapat meneruskan kata kata nya karena dia telah tak sadarkan diri.


Jino mengikuti dari belakang....


Langit menidurkannya di kasur ruangan kesehatan dan memanggil dokter yang bertugas.


########


Hampir satu jam Mia tak sadarkan diri..


Ketika dia membuka matanya, Mia melihat Langit dan Jino yang duduk di kiri dan kanan tempat tidurnya....


"Lang...... "lirih Mia...


"Sayang kamu udah sadar"Langit berdiri dan membungkukan badannya mendekat kewajah Mia...


"Mia.... apa yang Mia rasain, dimana yang sakit sayang"

__ADS_1


"Nggak ada Lang, Mia udah baikan, hanya sedikit kecapean"


"Kalau gitu Mia kakak antar pulang aja ya biar bisa istirahat"ucap Jino


"Sebentar lagi ya kak,..... kak.... bisa tinggalin Mia berdua ama Langit, ada yang perlu Mia omongin ama Langit"pinta Mia...


"Oke.... kakak tunggu di luar ya... "ujar Jino


Jino melangkah keluar meninggalkn mereka berdua dengan terpaksa...


"Lang..... maafin Mia, Langit tahukan seminggu lagi Mia akan bertunangan ama Jino, jadi Mia harap kita bisa jaga jarak...


Mia tak mau nanti kita jadi bahan omongan, dan Mia tak mau nanti orang tua Mia tambah benci ama Mia dan Langit kalau tau kita masih terus bersama... "lirih Mia...


"Tapi Mia.... aku tak bisa jauh dari kamu... aku tak bisa Mia.... "Langit berkata sambil meremas rambutnya kasar...


"Lang... Mia udah pernah bilangkan... kalau emang kita ditakdirkan berjodoh dan hidup bersama pasti nanti takdir juga yang akan mempertemukan kita kembali"Mia berucap sambil menggenggam tangan Langit memberi sedikit kekuatan buat lelaki itu, karena Mia dapat melihat kerapuhan dari mata nya....


"Mia..... mengapa takdir tidak berpihak padaku, mengapa kita aku benar benar mencintai seseorang dan harus dipisahkan dengan cara yang sangat menyakiti ini.


Mengapa takdir tidak mengambil nyawaku aja agar aku tak dapat melihat orang yang aku sayangi harus menyatu dengan orang lain... "Langit mengusap kasar wajahnya yang telah berurai air mata...


"Lang.... takdir tak pernah salah dan jangan pernah mengatakan kalau Langit akan pergi selamanya.... karena Mia tak pernah akan bisa hidup tanpa Langit di dunia ini...


Mengetahui Langit dan Mia masih diatas bumi yang sama dan masih bernafas itu sudah merupakan kebahagiaan bagi Mia walau kita tak bisa hidup bersama"lirih Mia sambil berurai air mata....


Langit memeluk Mia erat, membawa kepala gadis itu bersandar didadanya.....


Mia menangis tersedu dalam pelukan Langit.


Langit mendorong bahu Mia menjauh dari dadanya dan memegang tengkuk gadis itu dengan tangan kanannya dan tangan kiri yang memegang pinggang gadis itu, Langit menunduk mendekatkan wajahnya ke Mia dan langsung ******* bibir gadis itu yang telah menjadi candu baginya.....


Mia membalas ******* yang diberikan Langit, mereka saling menukar saliva dan memainkan lidah di rongga mulut mereka.


Jino yang diam diam melihat semua itu mencoba menahan emosinya sambil mengepalkan jarinya....


"Ini terakhir kali lo bisa mencium bibir Mia karena mulai besok gue tak akan membiarkan lo menyentuh Mia.... "batin Jino.


******************

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya ya


Terima kasih


__ADS_2