
Mia memasuki ballroom hotel itu sendirian. Alex memang mengajak pergi bersama ke pesta pernikahan Rangga. Tapi Mia menolaknya. Karena ia tak ingin jadi bahan omongan. Di pesta ini semua karyawan perusahaan di undang.
"Malam bu Mia.... "tegur salah seorang karyawan yang menjadi penyambut tamu
"Malam..... "Mia
"Hei.... malam Mia ku, sendiri aja nih. Mana bocah yang selalu mengekori lu"Daniel
"Lagi pergi ke Kuala Lumpur, ketempat neneknya"Mia
"Tahu benar lu kemana perginya tuh bocah. Apa lu juga kenal ama neneknya"Daniel
"Ya kenal, pernah ketemu sekali. Tapi jangan berpikir macam macam. Mia nggak ada hubungan kok ama pak Alex"Mia
Setelah cukup lama berbincang dengan Daniel,Mia pamit ingin bertemu pengantin.
"Selamat ya Rangga, ....Ani.... semoga bahagia selalu pernikahannya"Mia mengecup pipi Ani
"Terima kasih bu Mia... "ucap Ani
"Jangan panggil ibu lagi dong. Kan udah jadi istrinya Rangga. Berarti sekarang kita juga bersahabat"Mia
"Baik bu... eh.. Mia. Sudah cicipi hidangannya"Ani
"Nanti aja... semuanya Mia santap. Rangga... kamu nggak boleh ya nyakiti Ani. Mia tahu siapa Ani. Ia wanita yang baik, jika kamu sakiti Ani, berhadapan ama Mia"ancam Mia
"Oke bu boss.... paling Ani merasa kesakitan pas malam pertama aja"Rangga
"Ih... Rangga ada ada aja"Mia
"Mia.... sama siapa datang"Rangga
"Sendiri aja. Emang mau ama siapa. Kak Langit lama banget perginya. Mia setiap hari menunggu kak Langit pulang."Mia
"Sabar... pasti Langit kembali"Rangga
"Mia permisi dulu ya. Tuh banyak yang nyariin dan pengen salaman ama pengantin"Mia
Mia berjalan sendiri, tanpa ia sadari ada seseorang yang mengawasi setiap langkahnya.
Mia terus berjalan menuju taman. Tempat favorit baginya buat menyendiri.
__ADS_1
Ia duduk di bangku taman sambil memandang bintang di Langit.
Di sudut taman ternyata Langit mengawasi Mia.
"Kamu selalu menyendiri di taman. Pasti sekarang ada yang kamu pikirkan,aku tahu kebiasaan mu sayang. Jika kamu tak nyaman dengan keramaian pasti kamu duduk ditaman buat menenangkan diri"Langit
"Kak.... Mia kangen banget. Mia ingat saat pesta pernikahan kita. Hari itu Mia merasa wanita yang paling beruntung karena bisa menjadi istri dari Langit seorang pria tampan, tajir dan baik hati. Mia merasa itu baru aja terjadi. Semua seakan mimpi, kini Mia tak tahu dimana keberadaanmu. Tapi dimana pun kamu, ingatlah ada hati dan cinta yang selalu menanti kehadiranmu.... Mia selalu mencintaimu kak"lirih Mia
"Hhmmmm........ "Mia dikagetkan dengan deheman dari lelaki disampingnya.
Ia menoleh kearah suara deheman...
"Pak Alex.... kok tahu Mia disini"Mia
"Aku mencarimu didalam... tapi tak ada. Aku ingat kamu suka duduk sendiri di taman, coba mencari. Ternyata dugaanku nggak salah"Alex
"Pak Alex udah makan.... "Mia
"Kalau kamu mau menemani ku makan"Alex
"Baiklah.... ayo kita masuk lagi. Nggak enak kalau dilihat ama orang kalau kita berdua di sini"Mia
"Emang kenapa.... apa kamu takut orang mengira antara kita ada apa apanya"Alex
"Mia.... sadarlah... Langit itu telah tiada. Kalau memang ia masih hidup mengapa selama 6 bulan ini ia tak menemuimu. Berarti ia telah melupakanmu"Alex
"Kamu tak berhak menghakimi kak Langit seperti itu. Pasti ada alasan mengapa sampai saat ini kak Langit belum kembali"Mia
"Mia... kamu jangan dibutakan karena cinta. Kamu harus bisa menerima kenyataan. Masih ada cinta yang lain. Ada orang yang juga mencintaimu, mungkin lebih besar dari cinta Langit kepadamu"Alex
"Tak ada yang mencintai Mia sebesar rasa cinta kak Langit.... Kak Langit sangat mencintai Mia, dia pasti kembali untuk Mia"Mia
"Mia.... aku mencintaimu. Aku bisa memberi cinta yang lebih dari yang Langit berikan. Aku akan membahagiakan mu dan menjadikan kamu ratu di hatiku. Aku tak akan membiarkan air mata menetes dipipimu"Alex
"Apa yang bapak katakan.... "Mia kaget mendengar ucapan cinta dari Alex
"Aku mencintaimu Mia. Dari pertama kita jumpa. Aku tak mau melihat air mata menetes lagi dipipimu. Kamu harus ikhlaskan Langit. Cobalah membuka hatimu buatku. Aku akan membuat hari harimu bahagia"Alex
"Nggak mungkin pak..... Mia hanya menganggap kamu rekan bisnis. Mia tak bisa mencintai lagi... karena hati Mia telah sepenuhnya buat kak Langit."Mia
"Kamu tidak harus mencintai sekarang, biarlah aku yang akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku dan sedikit mengisi hatimu buatku"Alex
__ADS_1
Alex menggenggam tangan Mia. Ia berusaha meyakinkan Mia. Tapi Mia melepaskan tangannya.
"Mia tak bisa pak..... Mia masih sangat mencintai kak Langit dan sampai saat ini Mia masih menunggunya"Mia
Langit yang mendengar itu, keluar dari persembunyian nya. Ia tak bisa terus diam. Ia tak ingin ada lelaki lain yang mencintai Mia. Langit tak mau kehilangan Mia lagi.
"Cukup pak Alex.... anda tak bisa memaksakan cinta anda... "ucap Langit yang berjalan tertatih dibantu dengan tongkat penyangga.
Mia dan Alex memandang kearah asal suara.
"Kak... kak Langit.... apa itu benar kamu kak"ucap Mia tak percaya melihat siapa yang datang menghampiri mereka.
"Pak Langit.... anda.... "Alex tak bisa meneruskan katanya.
"Ya saya Langit... masih selamat. Dan sehat... walau mengalami sedikit cedera"Langit.
Mia masih berdiri ditempatnya. Ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Sayang.... apa kamu nggak rindu ama kakak. Kamu tak mau memeluk kakak"ucap Langit
Mia tersadar dan langsung berlari memeluk Langit. Tangisnya pecah dalam dekapan Langit.
"Kenapa kakak lama perginya. Kakak jahat banget ama Mia. Kakak buat Mia menangis memikirkan kakak. Dulu kak Langit bilang tak akan membuat Mia sedih. Kakak jahat..... "Mia memukul dada Langit.
"Sakit Mia.... kalau kamu terus mukul kakak.... kak Langit pergi lagi nih"canda Langit.
"Coba aja kak Langit pergi lagi. Mia tak akan mau menunggu lagi... Mia akan cari pengganti kak Langit"Mia
"Sekarang udah bisa ngancam kakak ya... "Langit mencubit pipi Mia gemas
"Sakit kak.... "Mia pura pura meringis
"Mana yang sakit.... ini ya... cup... ini... cup... ini.... cup"Langit menciumi pipi kiri dan kanan Mia, dahi dan hidungnya.
Dan bibirnya Langit terus menciumi seluruh bagian di wajah Mia. Ia udah sangat merindukan istrinya. Ciuman Langit akhirnya turun ke bibir Mia, ia mengecupnya pelan, tapi Mia yang telah sangat merindukan suaminya langsung membalas ciuman Langit dengan *******. Mereka saling menukar saliva dan bermain lidah, dan terus saling ******* melupakan kalau disana masih ada Alex.
Alex yang menyadari kehadirannya tak diinginkan berjalan perlahan meninggalkan dua insan yang saling melepas kerinduan itu
***************
Jangan lupa like.... koment dan vote nya
__ADS_1
Terima Kasih