
"Pagi pak Langit. Pak Alex ingin bertemu anda dan bu Mia"ucap Farrel
"Suruh aja masuk farrel. Kami menunggu"Langit.
"Kenapa pak Alex juga ingin bertemu sama kamu. Bukankah kalau soal pekerjaan bisa dibicarakan berdua kakak aja"tanya Langit dengan Mia yang duduk santai di sofa
"Mungkin karena dulu kerja sama ama Mia kak"Mia
"Bukan masalah lain kan"Langit
"Maksud kakak.... "Mia
"Oh... lupakan aja. Kamu dah makan sayang"Langit mengalihkan bicaranya.
"Udah... masih kenyang banget. Kak... Mia sekarang sering lapar, kalau nanti Mia gendut kakak masih sayang Mia nggak. "Mia
"Nggak.... "Langit
"Jadi kalau Mia gendut kakak mau cari yang lain.. Kakak nggak cinta dan sayang Mia lagi. "Mia cemberut dan langsung meneteskan air mata nya sedih mendengar jawaban Langit
Langit memeluk istrinya dan mengusap rambut Mia.
"Makanya kalau orang ngomong jangan dipotong aja. Kakak mau bilang... nggak akan berubah rasa sayang dan cinta kakak walau akhirnya Mia menjadi gemuk karena hamil. Karena pengorbanan Mia lebih besar karena mau mengandung dan melewati kesulitan karena hamil."Langit
"Kakak..... Mia sayang banget ama kakak"Mia langsung mencium bibir Langit.
"Mommy..... apa yang mommy lakuin"Nico yang masuk dengan tiba tiba melihat Langit dan Mia yang lagi ciuman.
"Sayang mommy.... sini nak"ucap Mia malu malu.
"Maaf pak Langit.... Nico masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu"ucap Alex yang masuk setelah Langit persilakan.
"Oh... nggak apa apa.... "ucap Langit kaku.
"Silakan duduk pak Alex.... ada perlu apa ya pengen ketemu kami"tanya Langit langsung tanpa basa basi.
"Mommy apa mommy sakit perut.... "Nico
Semua mata jadi tertuju kearah Nico karena pertanyaan yang diajukannya.
"Nggak sayang....emang napa Nico tanya gitu"Mia
"Kenapa perut mommy jadi besar. Nico kira karena mommy sakit perut"tanya Nico polos.
"Oh... mommy kira karena apa"Mia tersenyum mendengar ucapan Nico
__ADS_1
"Mommy Mia sakit perut karena oom sering kerjain tiap malam. Oom lagi nyimpan benih di perutnya"Langit.
"Benih apa om"tanya Nico polos.
"Benih dari hasil kenikmatan oom ngerjain mommy Mia"Langit.
"Nico tak ngerti maksud oom"Nico
"Kakak.... ngomong ama anak kecil yang benar ih.... "Mia
Langit dan Alex tertawa melihat wajah Nico yang juga belum paham dengan maksud ucapan Langit.
"Sini sayang.... duduk dekat mommy. Di dalam perut mommy ada adek kecil. Nanti kalau udah waktunya akan lahir baby"Mia
"Jadi mommy mau punya adik kecil. Berarti Nico akan punya adik mommy.... "Nico
"Ya.... sayang... "Mia
"Mommy...... Nico janji akan menjaga adik dengan baik dan tak akan biarkan ada yang jahat ama adiknya Nico"Nico
"Terima kasih sayang..... "Mia mengusap kepala Nico dan mengecupnya.
"Oh ya ada perlu apa pak Alex datang ya"Mia
"Apa yang bisa kami bantu"Langit
"Mia... kamu pernah jumpakan ama neneknya Nico. Itu ibu angkat dari mommy nya Nico. Aku baru tahu jika ia baik ama Nico karena hanya ingin mendapat hartaku. Setelah Nico mendapat warisan dari ku mungkin ia akan mengacuhkan Nico. Jadi sejak saat itu aku tak bisa mempercayakan Nico ama neneknya itu"Alex
"Terus apa yang bisa kami bantu. Bukankah itu masalah keluarga anda"Langit.
"Saya ingin mengecek proyek baru saya di sumatera. Mungkin saya akan sedikit lama disana. Kira kira 2 minggu. Saya mau minta tolong, bisa saya titip Nico dirumah anda selama saya pergi"Alex
"Mia terserah kak Langit aja. Kalau Mia pribadi tak keberatan karena dulu juga Nico sering nginapkan. Tapi sekarangkan ada kak Langit jadi Mia harus minta izin kak Langit"Mia
"Bagaimana pak.... apa saya bisa tolong. Menitipkan anak saya. Jika Nico nakal anda marahi aja. Saya tidak keberatan. "Alex
"Kalau memang Mia tidak keberatan ya saya juga tak apa apa"Langit
"Terima kasih pak. Saya tidak bisa membawa nya karena proyek saya ada di pulau yang sedikit terpencil. Harus menyeberang dengan perahu. Kami mau mengembangkan tempat itu jadi wisata. Saya tidak tahu harus mempercayakan siapa buat jagain Nico. Saya percaya sama kalian berdua"Alex
"Kami juga berterima kasih karena anda percaya ama kami"Langit.
"Baiklah pak... saya permisi dulu. Pagi pagi saya antar ke apartemen anda sebelum saya berangkat. Malam ini saya masih mau tidur ama Nico"Alex
"Ya pak Alex.... saya tunggu besok"Langit.
__ADS_1
"Mari Nico kita pulang... "Alex
"Tapi Nico masih mau main ama mommy Mia... daddy"Nico
"Nico bisa main besok ama mommy Mia.... karena besok Nico nginap dirumah mommy"Mia
"Betulkah itu mommy.... jadi Nico akan nginap dirumah Mommy lagi. Nico udah kangen tidur ama mommy"Nico.
"Ya sayang..... "Mia.
"Kalau gitu Nico sekarang pamit dulu ama om Langit dan mommy Mia"Alex
"Om... mommy.... Nico pamit dulu. Sampai jumpa besok"Nico
"Ya sayang hati hati.... "Mia
"Apa Nico dulu sering nginap di apartemen"tanya langit begitu Alex dan Nico pamit.
"Ya.....napa kak"Mia
"Nico nginap ama...... "Langit menjeda ucapannya
"Jangan berpikir yang macam macam kak. Cuma Nico yang nginap,bukan sama pak Alex"Mia
"Maaf.... kak cuma takut Alex masih menyimpan cinta nya buat kamu. Kakak tak akan membiarkan ada orang yang berniat merebutmu dari kakak"Langit
"Kakak.. apa sih yang kakak pikirkan. Mana mungkin Mia membawa lelaki lain nginap di apartemen ketika kakak nggak ada.Apa kakak mencurigai Mia, nggak percaya ama Mia"Mia menahan tangisnya menyadari Langit yang curiga.
"Sayang kakak percaya kalau kamu mencintai dan menyayangi kakak. Tapi kakak nggak bisa percaya ama lelaki yang dekat ama kamu. Mia.... kamu sadar nggak kamu itu baik dan sangat cantik, mudah bagi lelaki jatuh cinta. Kakak hanya kurang percaya ama Alex.
Ia pasti masih menyimpan rasa cintanya buat kamu sayang"Langit memeluk Mia menyadari istrinya yang hampir menngis
"Kak... tak pernah ada niat Mia mengkhianati kakak. Mia udah nggak bisa mencintai orang lain, karena semua rasa cinta dan sayang Mia udah Mia berikan semua buat kakak"Mia
"Uh.... so sweet banget sih istri tersayang kakak"canda Langit
"Ih... kakak.... Mia nggak bercanda nih"Mia
"Iya sayang..... jangan nangis lagi nih. Kakak percaya ama Mia. Cinta kakak juga semuanya dah buat Mia.... "Langit langsung ******* bibir istrinya.
*************************
Jangan lupa like .... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1