
Langit memandang wajah Mia dengan sangat dekat.
"Aku tak tahu mengapa aku sampai jatuh cinta sebegitu dalamnya sama kamu. Aku akan merelakan kau ama Jino jika itu bisa membuatmu bahagia. Karena bagiku kebahagiaan kamu diatas segalanya. Tapi setelah ku tahu kau tersiksa aku berjanji akan merebutmu kembali, dengan cara apapun"batinnya
"Lang..... napa Mia sampai di kamar kamu"tanya Mia begitu bangun.
"Apa kamu nggak ingat yang terjadi tadi malam"tanya Langit pula.
"Lang..... Mia minta maaf, lain kali Mia nggak minum lagi. Mia nggak tau,kenapa sampai kepikiran buat ke klub"lirih Mia
"Kamu tahu Mia, kalau terjadi sesuatu ama diri kamu, bukan hanya dirimu yang susah. Banyak orang yang juga merasa sakit, terutama aku"gumam Langit...
"Mia.... mengapa setiap ada masalah kamu selalu memendam sendirian. Kamu bisa datang padaku, bahu ku cukup kuat buat mu bersandar, dan dadaku siap menampung tumpahan tangismu"
Mia memeluk Langit dan menyembunyikan kepalanya didada bidang Langit. Tangisan Mia tumpah membasahi dada lelaki itu.
"Lang...... napa sih kamu baik banget ama Mia. Padahal Mia selalu buatmu kecewa dan Mia selalu meninggalkan mu. Tapi kamu tak pernah mau menjauh dari Mia"
Langit mengecup puncak kepala Mia.
"Banyak alasan buat orang mencintai pasangannya, tapi bagiku tak butuh alasan mencintaimu"
"Lang..... kamu bisa mendapat wanita yang jauh melebihi Mia, jadi Mia tak boleh egois menahanmu untuk tetap bersama"ucap Mia sambil menengadah kepalanya memandang Langit.
"Apa kamu ingin melepasku.... "tanya Langit
"Lang...... Mia rela jika kamu meninggalkan Mia dan mencari wanita yang pantas buat mu"
"Jika aku tak mau melepaskanmu... apa kamu mau tetap bertahan disampingku....
Hanya aku yang bisa menilai siapa yang pantas buatku, bagiku kamu lebih dari pantas buat jadi pendampingku.
Kita berjuang bersama, bukankah kamu sekarang udah punya alasan buat meninggalnya Jino"..
"Apa kamu tahu yang dilakukan kak Jino, Lang"tanya Mia..
__ADS_1
"Ya..... kamu harus pisah ama Jino. Karena dia tak bisa memberikan kebahagiaan."Langit mengecup bibir Mia.
"Ih.... jangan di cium Lang. Mia bau alkohol"Mia menutup bibirnya dengan tangan.
"Aku tak peduli walau kamu bau, bagiku kamu tetap wangi sepanjang hari"
"Gombalnya recehan banget sih.... "Mia memukul dada Langit.
"Aduh..... jantungku..... "rintih Langit
"Emang sakit Lang..... Mia rasa tadi mukulnya pelan deh"ujar Mia mengusap dada Langit.
"Jantungku berdegub kencang kalau dekat kamu"goda Langit...
"Ih sejak kapan sih kamu jadi alay gini. Gombal melulu"ucap Mia.
"Mia mandi dulu ya Lang.... takut kak Jino nyariin"Mia bangun dari tidurnya dan turun dari ranjang.
"Kenapa sih masih mikirin tuh orang"gusar Langit.
"Ya lah.... aku kan cuma selingkuhanmu.... "rajuk Langit
"Jangan ngambek..... dari dulu, hari ini, dan esok... selamanya hanya ada kamu di hati Mia... "Mia mengecup kedua pipi Langit dan bibirnya. Mia langsung berlari melihat Langit ingin menarik lengannya agar kembali tidur.
"Kamu nggak bertanggung jawab ya Mia, sudah membangkitkan gairahku langsung kabur"teriak Langit karena Mia telah di dalam kamar mandi.
"Pikiran kamu tuh mesum aja.... kalau nggak kabur mana bisa Mia segera Mandi"teriak Mia kembali.
Setelah selesai mandi Mia keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas tengah paha.
"Lang.... kok masih disini.... "ucap Mia malu dan menarik selimut menutupi tubuhnya
"Kenapa malu.... kamu lupa ya aku sudah sering gantiin kamu berpakaian. Malahan aku ingat dimana letak tahi lalat ditubuhmu"goda Langit
"Lang.... kamu kok mesum banget sih, gimana kalau nanti udah jadi suami Mia"ucap Mia malu dengan wajah yang merona merah.
__ADS_1
"Kalau nanti kita dah nikah.... aku takan biarkan kamu keluar dari kamar..... "
"Ih.... Langit... otak mu perlu di cuci, biar berpikiran bersih"lirih Mia....
"Napa belum ganti baju juga.... apa perlu bantuan"
"Langittt....... "teriak Mia
"Kamu cepat keluar.... Mia mau berpakaian"ucap Mia...
"Serius.... nggak perlu butuh bantuan.... aku dengan tulus dan sukarela membantumu"
"Langit.... jika kamu nggak segera keluar, Mia takan mau kamu cium lagi ya"ancam Mia...
"Oke aku keluar..... tapi nanti kamu harus mau kucium sampai kamu sulit bernafas.... "Langit berucap sambil menaik turunkan alisnya...
"Langittt..... cepatlah keluar. Ntar Mia masuk angin nih kalau terus begini"....
"Baik sayangku.... aku tak ingin kamu sakit"Langit segera keluar dari kamar itu.
"Sayang cepat ya ganti bajunya nanti sarapan keburu dingin"teriak Langit dari luar.
***************
**Jangan lupa tinggalkan jejak
Like.... koment dan vote
Terima kasih...
Kali ini ada bonus visual Langit dan Mia
Karena author penggemar dracin dan drakor jadi tokohnya diambil dari sana aja ya****...
__ADS_1