
Tak terasa sudah hampir tiga bulan kehamilan Rachel. Mual, muntah dan kepala pusing yang dirasakan Nico sudah agak berkurang. Sekarang nafsu makan Nico yang makin bertambah. Begitu juga Rachel,apapun akan dilahap jika perutnya minta diisi.
"Sayang... hari ini jadwalnya pemeriksaan kandungan kan... "
"Ya.. kak"
"Kak Nico ke kantor sebentar dulu. Ada yang harus kak Nico tanda tangani... kamu siap siap aja. Nanti sekitar jam sepuluhan kakak jemput"
"Rachel biar diantar supir aja kak... "
"Sama kak Nico aja... kak Nico nggak ingin melewati satu momen pun saat kehamilanmu"
"Baiklah kak... nanti bawa Alvin apa nggak kak"
"Bawa aja sekalian.. ...kita sekalian makan siang di luar.. "
"Kak... kita makan nasi padang aja ya nanti. Rachel pengen banget... "
"Ya sayang... apapun yang kamu mau.. kakak ngikut aja. Sekarang sepertinya nafsu makan kak Nico bertambah deh, apapun kak Nico santap... "
"Kak Nico kan lagi ngidam... ha.. ha.. "
"Kamu... bisa bisanya ngeledek kak Nico.. "Nico mengusap pucuk kepala Ravhel"
"Kak Nico nggak jadi ke kantornya. Nanti macet lagi... "
"Ya sayang... kak Nico pamit dulu. Kapan papi dan mommy kembali dari Singapura "
"Mungkin besok kak... hati hati kak"
"Kamu juga hati hati.. "
Nico mengecup pipi dan bibir Rachel sebelum berangkat kerja.
###############
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh.. Rachel dan Alvin sudah siap siap menunggu jemputan Nico.
Setelah menunggu hampir setengah jam,Nico datang menjemput istri dan anaknya.
"Daddy... mau kemana kita... "
"Ke rumah sakit sayang... kita mau periksa adik dalam perut mami.. Agar adiknya Alvin sehat terus"
"Daddy adiknya Alvin... laki laki apa perempuan"
"Belum tahu sayang... oh ya mulai senin depan Alvin sudah harus masuk sekolah ya..."
"Alvin sekolah daddy.... berarti Alvin sudah besar ya daddy.. "
"Ya sayang... kan sebentar lagi Alvin punya adik"
"Mami... kalau Alvin punya adik.. apa Alvin boleh bawa adiknya Alvin kesekolah... "
__ADS_1
"Tentu saja boleh sayang... nanti mami.. daddy dan adik ngantar Alvin kesekolah"
Sampai di rumah sakit Nico langsung membawa Rachel menuju ruang kerja Chandra.
"Selamat Siang om Chandra... "Sapa Nico ketika memasuki ruang kerja Chandra
"Selamat Siang... masuklah.. "
"Bagaimana Rachel.. apa ada keluhan"
"Nggak ada om.. mual dan muntahnya kak Nico juga sudah jauh berkurang. Kalau biasanya pagi, dan makan apapun mual sekarang sudah tidak lagi. "
"Syukurlah... karena ini sudah memasuki kandungan empat bulan. Jadi masa ngidam itu sudah hampir berakhir. "
"Sekarang kak Nico malahan nafsu makannya makin bertambah. Tengah malam terbangun... yang dicari juga makanan... "
"Siap siap aja kenaikan badanmu Nico. Sekarang Rachel bisa tidur... om USG dulu ya"
Rachel dibantu Nico tidur di kasur. Perawat yang membantu Chandra membuka pakaian Rachel sampai ke perut dan mengoleskan gel.
Tampak dilayar monitor janin yang sudah agak membesar sekitar tujuh centi. Dan organ tubuh sudah mulai terbentuk walau belum sempurna.
Chandra menunjuk letak janin... dan mendengarkan detak jantung bayi..
"Bayinya Rachel sehat... detak jantungnya bagus"
"Syukurlah om... "Nico tampak antusias melihat semuanya.
"Ini bayinya... sudah mulai terbentuk organ tubuhnya. Ini kepala dan badannya... "
"Ini sayang... adiknya Alvin sudah mulai gede"
"Tapi mukanya kok belum ada.. opa"
"Sebentar lagi Alvin bisa lihat wajahnya... "
"Opa... Alvin mau sekolah dan punya adik.. Alvin sudah gede sekarang.. Alvin anak yang pintar opa"
"Hebat ya Alvin... rajin rajin ya sekolahnya. Jangan nakal"
Perawat membantu Rachel membersihkan sisa gel di perut. Nico pun membantu Rachel turun dari tempat tidur.
"Ini vitamin buat janin dan ibunya. Diminum yang teratur... "
"Ya om. Terima kasih"
"Om.. Nico dan Rachel pamit dulu... Terima kasih.. "
"Salam buat papi dan mommy. Masih di Singapura... "
"Masih om.. mungkin besok baru kembali"
"Hati hati... "
__ADS_1
Nico menggendong Alvin dan menggandeng Rachel berjalan menyusuri lorong rumah sakit.
Ketika sampai diparkiran Nico dan Rachel di kagetkan dengan kedatangan Dina mamanya Dion.
"Selamat Siang Nico, Rachel dan si ganteng Alvin"Dina memegang pipi Alvin gemes
"Siang tante.... apa kabar. Siapa yang sakit"ujar Rachel menetralkan kekagetannya.
"Dion.. sudah hampir sebulan ia dirawat.. "
"Oh... memangnya sakit apa Dion... "Nico akhirnya bertanya karena bagaimanapun ditubuh Alvin mengalir darah Dion
"Rachel... Nico... tante mau bicara dengan kalian... Tante mohon, bolehkan tante bicara"
"Tante mau ngomongin apa lagi"Nico tampak tak senang mendengar permintaan Dina
"Ada yang harus tante bicarakan mengenai penyakit Dion"
"Memang nya ada hubungan apa antara
penyakit Dion dengan kami"lirih Rachel
"Ada Rachel... tante mohon. Cuma sebentar.. beri tante waktu. Tante tahu kamu masih belum memaafkan Dion... dan juga pasti papi mu marah jika tahu kamu menemui tante. Dion juga pasti tak mengizinkan jika tahu tante menemuimu. Tante sebenarnya ingin menghubungi Nico atau Rachel, tapi kebetulan bertemu disini... "
"Baiklah... tapi kami tidak bisa lama lama... "Nico menyetujui maunya Dina melihat wajah Dina yang memelas
"Kapan kita bisa bicaranya... "
"Sekarang apa tante bisa.. kita bicara di taman ini aja sebentar. Karena Rachel pengen sesuatu "
"Rachel... apa kamu lagi hamil"
"Ya tante... "
"Selamat ya... moga kamu dan calon bayimu sehat"
"Terima kasih tante"
"Tante ke kamar Dion sebentar mengantar ini, setelah itu tante akan bicara sesuatu tentang Dion... "
"Baiklah... kami tunggu tante di taman"
Dina dengan tergesa masuk melewati lorong rumah sakit menuju kamar Dion.. Ketika Dina masuk Dion lagi tidur. Jadi Dina tak perlu pamit. Ia meletakan bekal makan siang dan makanan yang Dion inginkan di lemari samping tempat Dion tidur.
Dina melangkah keluar menuju taman rumah sakit tempat dimana Nico dan Rachel yang telah menunggunya.
Bonus visual daddy Nico
***************************
**Terima kasih telah membaca novel ini. Dan juga ucapan terima kasih untuk yang selalu memberi like... koment dan vote.
__ADS_1
Mampir juga di novel ku AKU BUKAN SIMPANAN**.