
"Sayang.... maafkan aku. Bukan maksudku membuatmu menderita, aku bersembunyi sementara karena tak mau menjadi bebanmu. Aku tak mau nanti kau hanya mengasihaniku karena keadaanku. Aku sangat mencintaimu.
Aku ingin kau selalu tersenyum dan bahagia.
Jika kau melihat keadaanku sekarang aku hanya akan menambah kesedihanmu. Aku pasti kembali lagi sayang. Kita akan bersama lagi. "bathin Langit.
Langit mengusap pipi Mia, ia menciumi pipi, mata, hidung dan mengecup bibir Mia.
"Mia kelihatan tambah kurus ya..... "gumam Langit
"Gimana nggak kurus Lang, setiap hari menangisi kepergian lo"Rangga
"Aku tak bermaksud membuat ia menderita, aku hanya tak ingin kehadiranku menjadi beban baginya"Langit.
"Apa sekarang lo pikir lo tak menambah beban baginya. Kepergian lo... itu juga menjadi beban pikirannya. Lo tahu, gue aja tak mau sering muncul dihadapannya karena setiap dia melihat gue, pasti ia akan menangis. Gue aja sebagai sahabatnya tak sanggup melihat itu. Apa lo tega membuat air matanya selalu tumpah hanya memikirkan lo terus"Rangga
"Gue yakin Mia pasti kuat, buktinya sekarang Mia udah mulai bisa mengurus perusahaan gue kan"Langit
"Tapi lo lihat sekarang, akhirnya tumbang juga kan. Ia pasti lelah secara fisik dan mental."Daniel.
"Kita harus pergi sebelum Mia sadar.... "Langit kembali menciumi seluruh bagian di wajah Mia.
"Sayang....... aku sangat mencintaimu"ucap Langit.
Langit mendorong sendiri kursi rodanya, ia dengan susah payah menahan air matanya agar tak jatuh. Ia tak ingin melihat kerapuhannya dengan dua sahabatnya.
"Siapa ya mereka itu. Sepertinya baru aja dari tempat tidur bu Mia"Alex bertanya dalam hatinya melihat ada orang yang baru pergi dari tempat Mia tertidur.
Mia mencoba membuka matanya.
"Tadi Mia merasa ada yang mencium Mia. Dan bau parfumnya seperti kak Langit. Apa Mia hanya bermimpi. Tak mungkinkan pak Alex yang menciumi Mia. Tapi bau badannya seperti kak Langit bukan pak Alex"bathin Mia.
"Bu Mia.... udah sadar. Syukurlah kalau begitu. Maaf tadi saya tinggali sebentar karena harus menjemput Nico depan rumah sakit diantar supir"Alex
__ADS_1
"Berarti yang menciumi Mia tadi bukan pak Alex. Ia tadi tak disini. Lagipula mana mungkin ia melakukan itu. Apa Mia memang bermimpi. Tapi Mia merasakan itu seperti nyata"bathin Mia
"Mommy sakit apa... . Apa ini sakit. "Nico mendekati Mia dan menciumi tanganya yang ada selang infus.
"Mommy hanya kecapekan.... "ucap Mia sambil mengusap kepala Nico
"Saya panggil dokter dulu ya bu Mia"Alex
"Saya sakit apa ya dok..... "tanya Mia ketika dokter datang memeriksa.
"Ibu hanya kecapekan, dan lagi banyak pikiran ya. Jangan sampai telat makan. Banyak istirahat,sebentar juga pulih"Dokter
"Apa saya bisa pulang dok, saya istirahat dirumah aja."Mia
"Bisa.... tapi habiskan dulu satu infus ini. Ibu harus benar benar istirahat dan jaga pola makan. Jangan banyak pikiran. "Dokter
"Tapi ini udah tengah malam. Bagaimana kalau menginap aja semalam disini. Pagi baru pulang"Alex
"Itu juga lebih baik.... Saya tinggal dulu ya"Dokter
"Bisa pak... Bapak urus aja didepan. Semoga istri bapak cepat sembuh"ucap Dokter itu lalu pergi.
"Dokter itu pasti salah paham, mengira saya istrinya pak Alex, tapi mengapa pak Alex tak menyangkalnya sih"bathin Mia
"Bu Mia saya tinggal dulu. Saya mau minta ibu pindah ke ruang rawat aja dulu. Oh ya tadi pak Farrel udah datang tapi saya suruh kembali aja. Kelihatannya ia udah capek banget. "Alex
"Terima kasih pak Alex. Tapi biar saya di ruang ini aja. Besok pagi kan udah bisa pulang"Mia
"Di ruang ini tak ada tempat untuk menunggu ibu"Alex
"Ya mommy.... Nico tak bisa istirahat, ruang ini tak ada tempat tidur buat Nico"Nico
"Pak Alex dan Nico pulang aja. Kasihan Nico kalau harus menginap dirumah sakit. Tak baik buat anak anak. Saya bisa sendiri. Lagi pula saya udah baikan."Mia
__ADS_1
"Nanti jika ibu ada perlu sesuatu siapa yang bantu. Biar saya dan Nico disini menjaga ibu"
Alex
"Terima kasih atas niat baik pak Alex... Tapi saya minta maaf... biar saya sendiri aja karena tak enak dilihat orang nanti, kalau ada yang tahu saya sakit ditunggui anda. Sekali lagi saya minta maaf"Mia
"Emang ada yang marah jika saya disini,menunggu anda"ucap Alex terus terang.
"Pak Alex... saya harus menjaga perasaan keluarga suami saya. Seandainya mereka tahu saya disini ditunggu anda. Suami saya lagi pergi tapi saya berdua ama lelaki lain apa nanti pikiran mereka"Lirih Mia
"Bukankah pak Langit mengalami kecelakaan dan belum ada kabar keberadaannya sampai saat ini"Alex
"Maaf pak Alex.... saya yakin suami saya masih hidup. Perasaan seorang istri tak pernah salah. Ia pasti akan kembali. Dan saya tak mau nanti saat ia kembali ada ke salah pahaman"Mia berkata dengan gusar
"Bu Mia.... anda harus realistis. Mana ada orang yang mengalami kecelakaan dah hampir 4 bulan masih bisa selamat"Alex
"Anda tak berhak berkata begitu. Saya yakin Langit pasti kembali. Ia tak akan meninggalkan saya sendiri"Mia berkata dengan air mata yang sudah tumpah
"Daddy.... Mommy... kenapa kalian bertengkar "Nico
"Maaf sayang.... Nico sebaiknya pulang aja ya sama Daddy. Mommy tak apa, besok juga udah pulang"Rayu Mia.
"Baiklah jika bu Mia memang tak mau ditemani. Tapi saya sekali lagi mengingatkan anda. Dokter bilang anda jangan terlalu banyak pikiran, jika pak Langit memang selamat,dia pasti udah mencari anda. Anda harus berusaha ikhlas atas kepergiannya. Agar tak menjadi beban pikiran anda"Alex
Mia hanya diam mendengar perkataan Alex.
Ia melihat Alex dan Nico pergi meninggalkannya dengan sedikit kekesalan.
"Aku yakin kak Langit pasti kembali. Ia pasti juga sangat merindukan Mia sepeti Mia yang selalu merindukannya. Buktinya kak Langit tadi datang menciumi Mia, walau hanya mimpi. Tapi rasa rindu Mia sedikit terobati."bathin Mia
********************
Jangan lupa ya tinggalkan jejak
__ADS_1
Like... Koment dan Vote nya
Terima kasih