
Aku tak tahu perasaan apa yang kini kurasakan
Seperti ada sesuatu yang hilang dalam diriku
Kau seperti membawa sebagian dari jiwaku...
"Kak...... boleh Mia ke tempat tinggal Nico"Mia berkata pelan takut Langit marah
"Jangan meminta sesuatu yang akan sulit kakak kabulkan... "Langit
"Mia... cuma sebentar kak. Mau ngantar makanan yang Nico suka aja... "Mia
"Kamu bisa meminta tolong bi Nah mengantarnya... "Langit
"Mia... juga kangen Nico kak. Sudah empat hari Nico tinggal sendiri"Mia
"Apa maksud mommy kak Nico tinggal sendiri... "Rachel yang baru turun dari tangga bertanya.
"Papi yang meminta Nico meninggalkan rumah ini"Langit
"Mengapa papi meminta kak Nico pergi... apa salah kak Nico"Rachel
"Rachel... duduklah sayang... ngomong pelan pelan"Mia
"Mengapa papi mengusir kak Nico..... "Rachel kembali bertanya
"Karena ia sudah keterlaluan. Apa ia pikir dengan menghamilimu... papi akan setuju kamu menikah dengannya"Langit mulai tersurut emosi.
"Kak... tenanglah... bicara baik baik... "Mia
"Siapa yang bilang kak Nico yang menghamili Rachel... "Rachel mulai terisak mendengar tuduhan keji terhadap Nico
"Nico sendiri yang mengakuinya... mengapa kamu tak berterus terang kalau kalian ada hubungan... "Langit
__ADS_1
"Itu tak benar. Bukan kak Nico yang menghamili Rachel... "Rachel
"Mengapa kamu tak mengakuinya Rachel... kamu ingin menutupi kebejatan Nico"Langit
"Papi.... apa papi selama ini tak bisa mengenali anak papi sendiri. Mana mungkin kak Nico bisa melakukan itu pada Rachel... selama ini kak Nico yang menjaga Rachel... "Rachel
"Karena ia bukan anak papi... makanya papi tak bisa melihat siapa sebenarnya ia"Langit
"Kak.. ...Nico anak kita.... bukankah kakak yang selalu membanggakan Nico kepada sahabat sahabat kakak. Apa kakak lupa.... "Mia
"Itu dulu... sebelum aku tahu kebusukannya.. "Langit
"Papii.... cukup. Papi akan menyesal karena telah menuduh kak Nico jelek. Rachel tak mengenal siapa papi lagi... mana papi yang Rachel sangat banggakan dulu... Papi... Rachel tahu sebagai anak Rachel telah mengecewakan papi... tapi Rachel tak pernah mengira kalau papi lebih mengecewakan Rachel........Papi... kak Nico tak pernah menyentuh Rachel... dengarlah pi... kak Nico tak bersalah. Jangan menghukum kak Nico atas kesalahan Rachel.... hiks... hiks... "Rachel berlutut di kaki Langit
"Papi... maafkan Rachel... bawa kembali kak Nico pi... "Rachel
"Bukan papi yang menuduhnya Rachel... tapi Nico yang mengakui sendiri..."Langit
"Bangunlah sayang.... mommy mau tanya. Siapa sebenarnya yang menghamilimu sayang..... "Mia memegang kedua pundak Rachel yang berlutut
"Kalau memang bukan Nico... mengapa kamu tak mau menyebutnya.... "Langit
"Karena ia tak pantas jadi bapak anak Rachel... "Rachel
"Sebelum papi tahu siapa lelaki itu... Nico tak akan pernah lagi bisa menginjak rumah ini.. "Langit
"Papi... Rachel bersumpah... itu bukan kak Nico. Jika kak Nico tak boleh menginjak rumah ini atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan... mengapa Rachel tetap disini... "Rachel
"Jadi kamu juga mau pergi.... kebetulan ...sekarang susunlah pakaianmu... sementara sampai anakmu lahir kamu tinggal dengan oma dan opa di Singapura... "Langit
"Papi mengusir Rachel juga.... Papi jahaatt..... "Rachel berlari ke tangga menuju kamarnya
"Kak.... mengapa tega sama anak anak. Jika memang mereka melakukan kesalahan... apa memang tak maaf dari kakak. ... Kak... tak ada manusia yang tak luput dari kesalahan... "Mia pergi menyusul Rachel ke kamarnya.
__ADS_1
"Maafkan papi sayang.... papi harus melakukan ini. Papi tak mau kamu jadi bahan omongan karena hamil di luar nikah... Papi sayang Rachel... "Langit mengusap wajahnya kasar karena frustrasi.
"Sayang.... papi tak bermaksud mengusir Rachel. Ini semua untuk kebaikan Rachel juga... Papi tak ingin Rachel menjadi bahan omongan orang... "Mia
"Mom... Rachel tak mengenal papi lagi. Di mana Papi yang penyayang... penyabar dan perhatian itu. Rachel juga tak pernah menginginkan ini terjadi... mommy... apakah mommy juga kecewa dengan Rachel"Rachel
"Mommy tidak tahu... sayang. Mommy bantu ya nyusun bajunya. Kita berangkat siang ini. Mommy antar Rachel... "Mia
"Mommy.... Rachel takut... apa Rachel bisa hidup jauh dari papi... mommy dan kak Nico... hiks... hiks.. "Rachel
"Sayang.... mommy juga tak tahu... apa mommy bisa jauh dari anak anak kesayangan mommy... Nico dan Rachel adalah belahan jiwa mommy..... "Mia
###########
"Papi.... maafkan Rachel karena telah membuat keluarga malu. Dan maaf... Rachel tak bisa jadi anak kebanggaan papi. Rachel pamit... "Rachel mengecup telapak tangan Langit.
Langit hanya diam. Ia ingin sekali memeluk Rachel... anak kesayangannya. Tapi jika ia melakukan itu... ia pasti menangis dan tak merelakan Rachel pergi. Ia hanya ingin melakukan yang terbaik buat Rachel,untuk sementara Rachel harus meninggalkan kota ini.
"Pi... hati hati.. "Rachel pergi meninggalkan rumah menuju halaman tempat mobil di parkir
"Kak... apa kakak nggak mengantar sampai bandara... "Mia
"Bukankah Mia udah menemani... "Langit
"Kak..... Mia pamit. Mungkin Mia seminggu di sana. Kakak jaga kesehatan... jangan lupa makan. ...Jangan minum minum. Kakak dah tua... "Mia memeluk Langit
"Titip Rachel sama mama dan papa... maaf kakak nggak bisa mengantar kalian.... "Langit mengecup pucuk kepala Mia yang sedang memeluknya
Mia masuk kedalam mobil. Langit mengintip kepergian anak dan istrinya dari balik jendela.
"Maaf sayang.... papi tak sanggup mengantarmu. Papi takut tak bisa melepaskan kamu pergi. ...Hati hati sayang.. jaga kesehatanmu... "lirih Langit.
********************
__ADS_1
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima kasih*