Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 45


__ADS_3

Hujan tak akan pernah tahu kapan dan dimana ia akan jatuh dan siapa yang dibasahinya


Tapi air mata ku yang jatuh, aku tahu buat siapa ku menangis....


**************


Pesta perayaan kelulusan dan akan wisudanya angkatan Langit, Jino dan temannya berlangsung meriah disalah satu ballroom hotel ternama di kota ini.


Tampak Mahasiswa dan Mahasiswi bergembira merayakan kelulusan mereka.


"Kak.... Mia pulang aja ya, nggak enak nih ama yang lain, bukankah Mia hanya junior mereka"lirih Mia...


"Mia kan hadir ama kakak,buat teman kakak"Jino menarik tangan Mia agar mau memasuki ballroom hotel dan telah terdengar suara musik ketika kaki mulai memasukinya.


Mia yang memakai gaun hitam tanpa lengan, model payung dibawahnya, sejengkal diatas lutut. Dimana bagian dadanya dihiasi kain transparan dan bagian punggung sampai pinggang juga hanya ditutupi kain transparan, keliatan sangat seksi.


Banyak mata memandang kedatangan Mia dan Jino yang memasuki ruangan ini, karena memang mereka datang setelah acara di mulai,karena Mia yang dari apartemen nya udah ragu ragu buat ikutan ke pesta ini...


"Kamu cantik banget malam ini, sungguh pasangan yang serasi,ama Jino yang ganteng"Dewi menghampiri Mia ketika melihat ia masuk ruang ini.


"Terima kasih, kak Dewi juga cantik banget.


Oh ya, selamat atas pertunangan kak Dewi dan kak Raga, maaf nggak bisa hadir kemaren karena lagi ujian"Mia menyalami Raga dan Dewi yang bertunangan dikota kelahiran mereka seminggu yang lalu..


"Terima kasih Mia... "ujar Raga.


"Kita kesana aja ya duduknya, mau nyicipi hidangan yang mana Mia"tanya Jino sambil menuju ketengah ruangan buat duduk menyaksikan temannya yang menyumbangkan lagu...


"Mia minum aja kak, masih kenyang"


"Kalau gitu Mia duduk aja dulu ama kak Dewi, biar kakak yang ambilin minumnya"


Raga dan Jino menuju hidangan yang akan mereka santap. Mia duduk sambil matanya mencari kehadiran seseorang yang sangat dihindarinya di pesta ini.


Langit melihat dengan jelas gadisnya sejak gadis itu memasuki ruangan ini, terasa nyeri dadanya melihat gadis yang dicintainya hadir dengan lelaki lain sambil bergandeng tangan.....


Raga dan Jino datang membawa makanan dan minuman yang akan mereka santap, pandangan Mia kembali fokus ke Jino dan Raga..


"Kapan nih pesta pernikahannya Jin, di kota ini kan pestanya"tanya Dewi memecahkan keterdiaman mereka.

__ADS_1


"Tunggu Mia wisuda dulu, kalau aku sih maunya cepat"Jino menjawab antusias


"Lama lagi dong, setahun lagi, duluan kamilah, kami 3 atau 4 bulan lagi"ujar Raga.


"Tapi itu nggak pasti, karena terserah ama orang tua kami, bisa lebih cepat bisa juga lebih lama,ya kan Mia"ujar Jino mengagetkan Mia yang lagi berpikir, dimana Langit karena tak tampak dari tadi....


"Hmmmmm.... "Mia hanya berdehem menjawabnya...


"Eh... itukan Langit,mau nyanyi ya tuh anak, naik ke panggung"Dewi berujar membuat mata kami berempat memandang kepanggung serempak...


"Langit kan emang pintar nyanyi, suaranya juga bagus, pasti nyanyi dong kalau kepanggung"ujar Raga...


Di panggung tampak Langit duduk dengan gitar di tangannya dan mulai bernyanyi...


Sampailah pada reff lagu, Langit yang bernyanyi penuh penghayatan membuat semua hadir diam mendengarnya....


"**mencintai dalam sepi


dan rasa sabar mana lagi


yang harus kupendam dalam


melihatmu genggam tangannya


nyaman di dalam pelukannya


yang mampu membuatku


tersadar dan sedikit menepi


(lirik lagu menepi**)


Mia tak dapat menahan kesedihannya dan air matanya yang akan tumpah....


"Kak Mia ke toilet dulu..."pamit Mia dan langsung berjalan cepat agar yang lain tak melihatnya menangis...


Mia berjalan terus, menghindari keramaian dan tak terasa sampai pintu samping hotel menuju taman.


Mia duduk menyendiri di taman dan menumpahkan seluruh tangisnya. Mia nggak tau, mengapa dia begitu sedih mendengar lagu yang Langit nyanyikan....

__ADS_1


"Napa duduk disini, dingin nanti kamu bisa masuk angin"seseorang menepuk pundaknya, dan Mia tau suara siapa ini....


"Lang..... maaf.... "ucap Mia tetap menunduk tanpa memandang ke asal suara.


Langit berjongkok bertumpu dengan satu lututnya didepan Mia yang duduk,dan menggenggam tangan gadis itu...


"Maaf buat apa,...Mia tak salah, aku harus sadar posisi aku,Jino sebagai tunanganmu emang lebih berhak dari pada diriku"Langit menekurkan wajahnya dipaha Mia...


Mia mengusap rambut Langit dan tangan yang satu mengusap punggung langit, memberi kekuatan, karena Mia dapat merasakan bajunya yang basah karena air mata Langit..


"Lang... "lirih Mia


Langit berdiri dan duduk disebelah Mia, membawa kepala gadis itu bersandar di bahunya...


"Aku nggak tau Mia, kenapa aku menjadi cengeng kalau melihat kamu mesra ama Jino, padahal aku tahu posisiku bukanlah siapa siapa"


"Lang.... kamu tetap mempunyai tempat teristimewa dihatiku, "ujar Mia


"makasih Mia, kamu tau aku selalu takut hatimu berubah"....Langit menuntun Mia buat berdiri...


"Kita pulang aja ya... "


"Tapi nanti kak Jino pasti susah nyariin Mia"


"Mia kirimin aja pesan, bilang Mia dah pulang duluan"Langit mengecup pipi gadisnya,merayunya.......


"Lang.... napa ya Mia nggak bisa nolak apapun mau nya kamu, kamu pakai pelet ya "cibir Mia...


"Ya.... dengan pelet cinta"ujar Langit menarik mia agar segera berjalan meninggalkan taman sebelum ada yang melihat mereka meninggalkan hotel berdua....


Tanpa mereka sadari sepasang mata Jino mengawasi yang mereka lakukan dari tadi.


Jino yang merasa kepergian Mia begitu lama, mencari keberadaannya. Dan melihat Langit yang juga keluar dari ruang acara, Jino mengikuti langkah Langit.


***************


Jangan lupa like dan komentnya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2