
"Kamu harus ikut papa,selama liburan ke Singapura aja"ucap papa.
Papa Mia kemaren datang menjemputnya untuk ikut ke Singapura.
"Tapi pa, Mia liburan di sini aja. Kalau di sana Mia bosan pa, nggak ada teman"ujar Mia.
"Kamu bisa bawa Jino ikut sebagai temanmu"Lirih papa Mia.
"Pa.... Mia mohon pa, kali ini dengar kan maunya Mia pa"pinta Mia dengan memelas
"Ok.... kalau kamu mau tetap di sini, kamu ikut kemana Jino pergi. Jino sekarang udah memimpin perusahaan papanya, jadi kamu harus ikut kekantor Jino setiap hari kerjanya"
"Pa.... nggak mungkin Mia ngekor kemana Jino pergi pa"
"Kamu hanya punya pilihan ikut papa atau ikut kemana Jino pergi... "
"Tapi pa..... "
"nggak ada tapi tapian, kamu kira papa nggak tau apa yang kmu lakukan selama ini. Kamu membuat papa malu. Untung Jino anak yang baik, tak mau ngadu sama orang tuanya. Kalau saja orang tua Jino tau yang kamu lakukan,mau diletakan dimana muka papa,..Mia"ucap Papa Mia...
"Pa... emang Jino ngomong apa sama papa.... "
"Kamu tau kan apa yang kamu lakukan sama Jino, nggak perlu papa menjelaskan. Papa sangat kecewa sama kamu Mia, tinggal dikota besar ini membuat kamu jadi anak yang bebas... "
"Pa..... itu tak seperti yang Papa dan Jino bayangkan"Mia berkata lirih sambil menahan air matanya...
"Apa yang harus papa bayangkan,lelaki itu ternyata telah membawa pengaruh buruk buat kamu"
"Pa.... Langit tak seburuk yang papa pikirkan"
"Mengapa kamu selalu membela lelaki ******** itu, kamu telah dibutakan cintanya. Mulai saat ini jauhi dia dan papa nggak mau dengar kalau kamu masih menemuinya,apalagi tinggal seatap sama ******** itu. Untung Jino lelaki yang baik mau menerima kamu apa adanya.... "
Mia berlari kekamarnya,meninggalkan papanya sendiri di ruang keluarga itu.
#########
"Ingat kamu harus ikut kemana Jino pergi dan jangan pernah temui ******** itu, kalau kamu masih menganggap papa sebagai orang tuamu. Sebentar lagi Jino datang menjemputmu, sekarang bersiaplah dulu.
Papa juga harus kembali hari ini"ucap papa Mia...
Mia masuk kekamar dan mengganti pakaiannya. Menunggu Jino di sofa tamu.
__ADS_1
"Assalamualaikum pa, "Jino menyalami dan mencium tangan papa Mia...
"Waalaikumsalam salam nak Jino... mau berangkat langsung ya"tanya papa Mia.
"Ya pa.... maaf nggak bisa ngantar karena Jino ada rapat pagi ini"
"Ya nggak apa apa nak Jino, titip Mia ya"
"ya pa, kami permisi dulu pa"
"Mia berangkat dulu pa"gumam Mia.
Jino berjalan keluar diikuti ama Mia dibelakangnya....
Di dalam mobil, mereka hanya diam, tak ada yang memulai percakapan, larut dengan pikiran masing masing.
##########
Mia mengikuti kemana langkah kaki Jino tanpa sepatah katapun.
Sampai diruang kerjanya Jino, Mia hanya berdiri ketika Jino telah duduk di balik meja kerjanya..
Mia pun duduk di sofa yang ada diruang itu...
Jino dan Mia larut dengan pikiran masing masing tanpa ada yang mau memulai perbincangan. Sekian lama diam, Jino pun mencoba berbicara memecah kesunyian dan kecanggungan diantara mereka.
"Mia... kamu marah ya ama kakak, kenapa diam aja"
Mia memandang kearah Jino dan menatapnya tajam tanpa kata....
"Kenapa Mia memandang kakak seperti itu, Mia masih marah ama kakak"Jino kembali bertanya...
Mia tak juga mau menjawab tanya Jino, pandangannya dialihkan ke depan memandang kearah luar gedung melalui jendela diruang ini...
Jino mendekati Mia dan duduk di sofa seberang Mia....
"Kakak minta maaf kalau Mia tersinggung dan marah atas perkataan kakak kemaren"Jino menggenggam tangan Mia yang berada diatas meja....
Mia tidak memberikan reaksi apa apa atas sikap Jino...
"Mia.... bicaralah, jangan hanya diam aja... "
__ADS_1
Sekian menit Mia hanya diam. Jino pun berdiri dan pindah duduk disamping Mia.
Jino membalikan badan Mia agar menghadapnya...
"Mia.... jangan diam aja, jangan buat kakak merasa sangat bersalah... "lirih Jino...
Mia tak dapat lagi membendung air matanya. Dia menangis tersedu sedu sampai bahunya berguncang.
Jino yang melihat tangisan Mia membawa nya kedalam pelukan dirinya...
"Mia.... jangan menangis..... "Jino mengusap punggung Mia mencoba meredakan tangis gadis itu.
Karena Mia yang tak ada reaksi dan hanya diam atas semua perlakuannya, Jino merenggangkan pelukannya dan menangkup kedua pipi gadis itu dan memandang lekat wajahnya...
"Apa kamu benci banget ama kak Jino,Mia"lirih Jino...
"Nggak ada hak Mia buat membenci kak Jino"
"Kenapa kamu hanya diam dan apa yang membuat kamu menangis"
"Mia nggak tau, maafin Mia"gumam Mia...
Terdengar suara ketukan dipintu...
"Permisi pak, apa saya boleh masuk"ucap sekretaris Jino...
"Ya silahkan masuk"Jino pun merubah posisi duduknya menjadi tegak.
"Maaf pak, rapat akan segera di mulai. Yang lain udah kumpul diruang rapat. Apa bapak akan segera memimpin rapat hari ini"Tanya wanita itu
"Ok... kamu pergilah duluan,saya menyusul"
"Mia.... kakak rapat dulu ya, kamu bisa tunggu disinikan"ucap Jino
Mia hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan kata.
**************
Jangan lupa like dan koment
Terima kasih
__ADS_1