Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 106


__ADS_3

Semenjak Mia hamil, Langit tidak pernah lembur kerja lagi. Ia selalu membawa pekerjaan ke rumah. Tak ingin Mia terlalu capek kalau harus ikutan lembur.


Seperti saat ini, Langit menyelesaikan pekerjaan kantor setelah makan malam di ruang kerjanya.


"Kakak.... Mia boleh masuk. Mengganggu nggak... "tanya Mia dari balik pintu.


"Masuklah sayang.... "Langit.


Mia masuk dan langsung duduk di pangkuan Langit sambil memeluk lehernya.


Semenjak kehamilannya Mia memang tambah manja, ia selalu ingin memeluk dan dekat suaminya.


"Ada apa.... nggak bisa tidur sendirian"tanya Langit


Mia menggelengkan kepalanya.


"Lalu mau apa.... ada yang kamu inginkan"Langit memeluk pinggang istri tercintanya.


"Iya.... Mia pengen makan seblak tapi yang pedas banget, level 5 ya kak"Mia


"Apa..... nggak... nggak boleh. Nanti kamu sakit perut. Lagi pula seblak bukan makanan yang bergizi tinggi. Yang lain aja"Langit


"Kak.....Mia maunya seblak. Apa kakak mau anak kakak lahir ileran"Mia


"Mia.... kakak nggak mau nanti kamu malah sakit setelah makan itu"Langit


"Bilang aja kakak nggak mau beliin"rajuk Mia sambil cemberut


"Oke... oke... kakak beliin. Kakak hubungi Daniel dulu ya minta beliin"Langit


"Serius kak.... boleh ya Mia makan seblak"Mia


"Boleh... tapi hanya kali ini aja... "Langit


"Terima kasih kakak sayang.... Mia makin cinta deh ama kakak"Mia pun mengecup pipi Langit.


"Sayang.... apa sih maunya kamu yang tidak kakak kabulkan. Kakak nggak bisa menolak apalagi kalau nih wajah dah cemberut karena merajuk"Langit mencubiti pipi Mia karena gemas.


"Kakak hubungi Daniel dulu ya.... "Langit.


###################


Mia dan Langit duduk di sofa sambil menonton menunggu kedatangan Daniel.


"Kak... kok Daniel lama banget. Apa nggak jadi dibeliin"Mia


"Sabar sayang... pasti Daniel beliin. Kakak udah bilang harus dapat, walau kemanapun harus dicari"Langit membawa kepala Mia agar bersandar didadanya


Terdengar suara ketukan di pintu. Bibi yang membantu di apartemen segera membukanya.


"Langit ada bi.. "Daniel

__ADS_1


"Ada Tuan.... silakan masuk"bibi


"Ini pesanan lu, gue harus mencarinya sampai jauh dan ngantri lagi"ucap Daniel meletakan seblak itu di meja.


"Daniel marah ya ama Mia. Karena minta dibeliin seblak"Mia


"Beeani lu... marah ama istri gue"Ancam Langit


"Siapa yang marah... gue kan cuma bilang gue harus ngantri buat beliin ini"ujar Daniel dan duduk di sofa.


"Mia ambil piring dulu ya kak"Mia


Langit menyalin seblak ke piring yang di bawa Mia.


"Yakin sayang mau makan ini. Ngelihatnya aja kakak nggak tahan... merah banget"Langit.


"Ya kak... Mia pengen makan yang pedas "Mia


"Nggak bini Rangga, nggak bini lu, ngidam gue harus nyariin maunya. Sebenarnya yang punya bini siapa sih. Gue yang jomblo ini merasa punya banyak istri. Untung lu cantik Mia, jadi nggak apa deh gue anggap bini gue juga"Daniel


"Apa lu bilang. Lu anggap Mia istri lu. Minta mati lu"ucap Daniel menjitak kepala Daniel


"Sakit woi pala gue, bukan nya twrima kasih udah bantu beliin malah jitak pala gue"Daniel


Mia mencoba sesendok seblak dan langsung meletakannya di meja dan mengambil minum.


"Huh... pedas banget. Daniel mau buat Mia sakit perut ya"Mia


"Mengapa nasib jomblo begini ngenes. Udah bantu beli masih juga disalahin. Kan lu tadi yang bilang belinya yang pedas"Daniel


"Mia nggak mau lagi. Kakak habisin deh."Mia


"Udah kalau Mia nggak mau biar aja"Langit.


"Nggak boleh buang makanan, mubazir. Harus dihabisin. Mia mau seblaknya dihabisin"Mia


"Kalau gitu lu yang makan Dan... kan lu yang beli. Gue nggak doyan makan pedas."Langit


"Gue juga nggak doyan makan pedas"Daniel


"Pokoknya harus habis... Mau kak Langit atau Daniel terserah mau siapa yang makan. Mia maunya gitu"Mia


"Lu makan.... kalau nggak gue ambil lagi ya motor yang gue yang lu pakai"ancam Langit


"Napa harus gue sih Lang... yang hamil bini lu, yang ngidam anak lu. Malah gue yang disiksa"Daniel


"Lu makan atau gue ambil motor gue"Langit


"Oke... oke demi motor idaman gue."Daniel terpaksa memakan seblak yang pedas itu


"Gila... bisa bisa gue menceret habis makan nih seblak"Daniel

__ADS_1


"Mending lu yang menceret daripada Mia"Langit


Mia yang melihat Daniel memakan seblaknya teesenyum senang.


"Enakan Dan.... "Mia


"Pedas tahu.... kalian suami istri menyiksa gue, besok gue mau ke kantor polisi deh"Daniel


"Mau apa kekantor polisi"tanya Mia


"Mau buat laporan kasus penyiksanaan"Daniel


"Kasus penyiksaan apa... emang siapa yang disiksa"Langit


"Gue yang disiksa ama kalian berdua,gue mau ngelaporin kalian ke polisi"Daniel.


"Ha... ha... dasar gila lu"Langit


"Gue sumpahin anak lu kalau cowok mirip gue, karena gue yang penuhi ngidam anak lu"Daniel


"Amit... amit. Anak gue mirip lu. Lu cabut nggak sumpah lu"ancam Langit lagi.


"Ya iya gue cabut sumpah gue... berarti gue doain aja kalau anak lu cewek nanti jadinya jodoh gue"Daniel.


"Lu mau gue bunuh benaran ya. Amit amit gue punya mantu kayak lu. Jadi teman gue aja sebenar nya gue nyesal dan ada niat mau mengeliminasi lu"Daniel


"Daniel nggak boleh doain anak Mia jadi jodoh Daniel, mana mungkin Mia jadi mertua. Daniel kan udah tua kalau anak Mia dah besar "Mia


"Oke.. oke... kalian harus janji ya tak punya anak banyak"Daniel.


"Emang apa hubungannya gue mau punya anak banyak ama lu"Langit


"Ya adalah hubungannya, kalau lu punya anak banyak yang pasti tersiksa gue. Karena jika istri lu ngidam pasti gue terus yang direpoti"Daniel


"Ha... ha.... bisa aja lu"Langit


"Maaf ya Dan... jadi ngerepoti"Mia


"Ngapain harus minta maaf sayang... Daniel orangnya paling suka direpotin. Betulkan Dan.. "Langit


"Terserah lu ngomong aja Lang.... gue pasti kalah juga karena lu ujung ujungnya ngancam gue"Daniel.


Langit dan Mia tertawa melihat Daniel cemberut. Dalam hatinya Langit merasa sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Daniel yang selalu siap membantu.


******************


Jangan lupa tinggalin jejaknya


Like... Koment.... dan vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2