Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 67


__ADS_3

Langit gelisah di dalam kantornya. Sudah hampir jam 9 tapi Mia belum hadir di kantor. Langit sudah menghubungi ponsel Mia, tapi tak aktif.


Langit sangat cemas saat ini. Tak biasanya Mia datang telat. Rapat akan segera di mulai.


Berkas berkasnya ada sama Mia.


Tok... tok...


"Permisi pak.... boleh saya masuk"


"Silahkan ...... "


Tampak Farrel asisten Langit datang membawa berkas yang Langit inginkan. Setelah membongkar meja kerja Mia, Farrel akhirnya menemukan apa yang sedang diinginkan bos nya.


"Pak.... ini berkas berkas yang bapak perlukan. Coba periksa lagi, apa saya tidak salah mengambilnya"Farrel menyerahkan berkas itu dihadapan Langit.


"Ayo kita mulai aja rapatnya. Apa semua udah hadir. Kau yang ikut aku rapat kali ini"Langit berjalan memasuki ruang rapat setelah memastikan berkas yang di bawa Farrel emang yang dibutuhkannya.


##########


Langit memainkan pena diatas meja. Ia masih heran kenapa Mia tidak hadir tanpa kabar.


"apa Mia sakit, atau lagi pergi ama Jino sampai nggak hadir"pikir Langit.


Tiba tiba Langit mendengar suara pintu yang diketok.


"Permisi pak..... apa saya boleh masuk"


"Silahkan ........."jawab Langit antusias mendengar suara siapa yang mengetok pintu.


"Maaf pak saya datang terlambat. Pak Farrel tadi bilang rapat telah selesai dan berkasnya diambil pak Farrel di meja saya. Sekali lagi saya mohon maaf pak, karena telah membuat bapak kesulitan"Mia berkata dengan suara parau karena habis menangis.


Kalau saja Mia tidak ingat hari ini ada rapat,dia mungkin tidak akan hadir ke kantor.


Tadi ketika baru memasuki gedung kantor dia bertemu Farrel, lelaki itu mengatakan terpaksa membongkar meja kerja Mia mencari berkas buat rapat. Mia merasa lega karena rapat masih bisa dilaksanakan.


Langit memperhatikan Mia dengan seksama. Dia melihat mata Mia yang bengkak,dan merah.


"Duduklah... di sofa itu, ada yang perlu aku omongin"ucap Langit.


Langit membuat teh dan meletakannya dihadapan Mia.


"Minumlah dulu, keliatannya kamu kurang sehat."Langit duduk di sebelah Mia.

__ADS_1


"Terima kasih pak.... "


"Apa susah banget ya kamu sekarang memanggil namaku Mia.... udah berapa kali aku bilang, aku bukan bapak kamu"


"Maaf.... Lang"cicit Mia.


"Apa yang terjadi......? "tanya Langit.


"Maksud kamu..... "Mia balik bertanya.


"Jangan pura pura nggak ngerti dengan pertanyaanku AMELIA PUTRI"


"Maaf... apa kamu mau tanya,mengapa Mia datang telat. Mia tadi sakit kepala jadi istirahat sebentar"jawab Mia.


"Aku bukan tanya kenapa kamu telat..... tapi mengapa kamu menangis sampai mata mu bengkak"ucap Langit.


"Mia kan udah bilang, kepala Mia sakit yang membuat Mia menangis"Mia hanya menunduk tak berani memandang Langit, takut kebohongannya diketahui.


"Pandangi mataku..... kamu tak pandai berbohong"Langit menangkup wajah Mia dengan kedua tangan menghadapkan ke mukanya.


"Apa yang Jino lakukan sampai kamu menangis seperti ini"Langit kembali bertanya.


"Mia hanya rindu mama Lang.... "jawab Mia.


"Lang.......... "Mia memeluk Langit dan kembali menumpahkan tangisnya didada bidang lelaki itu.


Langit membiarkan Mia menangis sambil mengusap punggung wanita itu mencoba menenangkannya.


"Apa Jino menyakitimu.... "tanya Langit kembali.


"Lang.... ini salah Mia. Kak Jino berhak marah. "lirih Mia


"Lang...... sebenarnya.... "Mia menjeda setiap ucapannya. Langit hanya diam menunggu Mia berbicara.


"Lang.... Mia selama ini belum menjadi istri yang benar, Mia tidak pernah menjalani kewajiban Mia sebagai seorang istri. Sebagai pria dewasa, tentu kak Jino juga ingin kebutuhan seksualnya terpenuhi....."ucap Mia


"Jadi........ ?"Langit bertanya.


"Kak Jino marah karena itu Lang.......hei.. . kenapa kamu nggak kaget dengarnya"Mia menengadah kepalanya memandang Langit.


Langit mengecup pelan bibir Mia....


"Aku sudah tahu...... "ucap Langit.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau Mia mengatakannya ketika mabuk.... apa karena itu kamu sekarang nggak marah lagi ama Mia? "tanya Mia...


"Hhhmmmmmm........ "


"Jadi itu yang kamu bilang rahasia itu.... ih.... jahat banget sih"Mia menyembunyikan kepalanya didada Langit.


Tiba tiba Langit bangun dari duduknya dan menggendong Mia ala bridal style menuju kamar yang ada di ruang nya. Sebelumnya tak lupa Langit mengunci pintu ruangannya dan mengirim pesan ke Farrel agar tak mengganggunya.


###########


"Kamu kok tambah lama tambah cantik aja.... Hebat ya Jino bisa nahan nafsunya"ucap Langit.


Mereka tidur bersama, lengan langit digunakan Mia sebagai bantalnya.


"Lang.... sebenarnya Mia merasa bersalah ama kak Jino. Dia berhak atas tubuh Mia, karena Mia adalah istrinya. Tapi Mia belum siap menyerahkan diri ini seutuhnya buat kak Jino"ujar Mia


Langit memiringkan badannya menghadap Mia dan mengecup puncak kepalanya.


"Aku tak tahu gimana perasaan ku saat ini Mia, aku sadar aku ini lelaki egois, ... karena aku senang dirimu belum disentuh ama Jino"


"Padahal jika aku berada di posisi Jino, aku juga nggak tau apa yang akan aku lakukan jika istriku tak mau aku sentuh"ucap Langit kembali.


"TAPI TERKADANG CINTA MEMBUAT KITA JAHAT, KITA TAK AKAN PERNAH MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG LAIN ASALKAN KITA BAHAGIA"Langit menekan setiap ucapannya.


"Mia juga terkadang merasa kalau Mia wanita yang jahat, Mia berselingkuh dan menyakiti hati Jino"


"Hei..... jadi kamu menganggap aku selingkuhanmu, berarti aku seorang PEBINOR"canda Langit


Langit meletakan kepala Mia dibantal dan ia menyembunyikan kepalanya di ceruk leher gadis itu sambil menghirup wangi tubuh Mia..


"Lang..... Mia berdosa ya,karena menduakan kak Jino "tanya Mia


"Jangan pikirkan itu... sesekali kita harus egois untuk kebahagiaan kita. Jangan terlalu menjaga perasaan orang aja"


Langit mulai bermain di leher Mia. Mengecupnya dan menggigitnya pelan.


"Lang.... jangan. Nanti ada jejaknya... "ucap Mia agar Langit menghentikannya.


"Kalau nggak boleh itu... berarti minta ini aja"Langit langsung menggigit bibir bawah Mia dan bermain lidah dirongga mulut wanita itu.....******* nya dengan rakus.


*******************


Jangan lupa like dan komentnya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2