Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
BCYT part 22 (S-2)


__ADS_3

"Apa hasilnya..... "tanya Langit begitu memasuki ruang kerja Chandra


"Sabar dikit bro... jangan terburu buru.. "Chandra


"Gue udah bersabar selama seminggu ini... lu tahukan"Langit


"Lu lihat sendiri.... seperti dugaan gue... hasilnya negatif.. tak ada genetiknya antara Nico dan bayi Rachel yang sama... "Chandra


"Itu artinya.... "Langit


"Anak yang dikandung Rachel bukan anak Nico... "Chandra


"Oh... syukurlah... gue lega banget... "Langit mengusap wajahnya


"Lu sekarang bisa baikan lagi ama Nico. Lu tuh ya... apa tak bisa menilai anak sendiri. Lu bilang menyayangi Nico seperti anak sendiri, masa lu tak tahu kelakuannya Nico. Membantah ucapan lu aja Nico tak berani apalagi sampai menyentuh Rachel di luar batas. "Chandra


"Gue bersalah ama Nico. Gue terbawa emosi... "Langit


"Lu bisa minta maaf.... belum terlambatkan.... Dan gue yakin Nico memaafkan lu. Nico anak yang baik... ia tak akan dendam dan marah walau lu perlakukan tidak adil kemaren... "Chandra


"Ya gue yang salah... Terima kasih chan.... gue cabut dulu... "Langit.


##############


Langit memasuki perusahaan Nico dengan sedikit canggung. Semua karyawan yang melihat Langit memberikan hormat. Mereka mengetahui Langit adalah orang tua Nico pimpinan mereka


Langit langsung menuju lantai atas ke ruang kerja Nico. Di depan pintu Langit bertemu Raffa.


"Siang om.... ada yang bisa saya bantu.. "Raffa


"Nico nya ada... "Langit


"Ada om... silakan masuk.. "Raffa


"Terima kasih... "Langit mengikuti Raffa memasuki ruang kerjanya Nico


"Siang bos... papi nya bos mau bertemu"Raffa


"Papi... papi gue... "Nico


"Ya... napa... emang papi nggak boleh ketemu ama kamu lagi"Langit


"Tentu aja boleh pi.... siapa yang bisa melarang papi ketemu ama anaknya... "Nico senang melihat Langit ada dihadapannya dengan wajah yang tersenyum, tidak tampak kemarahan lagi diwajahnya.


"Kamu mau ikut papi ke Singapura jemput mommy dan Rachel... "Langit


"Nico... pi"tanya Nico kaget


"Ya jelas kamu Nico... emang papi ngomong ama siapa dari tadi.. "Langit

__ADS_1


"Tentu pi.. Nico mau.. mau banget pi... "Nico


"Girang banget sih.... "Langit berjalan mendekat ke tempat Nico duduk dan mengusap rambut Nico


Nico langsung menggenggam tangan Langit yang ada dikepalanya dan menciumnya sambil berurai air mata.


"Hei... kamu badan aja yang gede... tapi masih cengeng.. nggak malu ama Raffa... "Langit


"Papii... maafin Nico.. "Nico


"Papi yang salah.... sekarang cepat siap siap. Pesawatnya berangkat dua jam lagi.. "Langit


"Baik pi... Nico bawa baju yang ada di kantor aja... "Nico


"Sudah cepat siapkan... "Langit


Nico berdiri dari duduknya dan masuk kedalam kamar yang ada diruang kerjanya tempat ia bisa beristirahat. Ia duduk di tepi ranjang sambil menangis.


"Ini bukan mimpikan Tuhan.... aku takut semua ini hanya mimpi... aku takut terjaga dan mendapati kenyataan tak seindah mimpi.. "lirih Nico


"Nico... kamu jadi ikut papi nggak. Lama banget. Nanti ketinggalan pesawat"Langit


"Ya pi.... Nico dah selesai... "Nico tersentak dari lamunannya dan menyadari semuanya bukan mimpi


"Raffa gue titip perusahaan ini. Jika ada yang memerlukan tanda tangan... seperti biasa lu bisa tanda tangani sebagai pengganti gue"Nico


"Baik bos... gue tunggu bos aja kalau memang ada yang perlu di tanda tangan.. "Raffa


##############


Langit dan Nico telah sampai di bandara Changi Singapura. Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya Langit tampak sangat bahagia.


"Pi... mommy dan Rachel tahu kita akan menjemputnya... "Nico


"Nggak.... papi sengaja buat kejutan... "Langit


"Papi... terima kasih... "Nico


"Terima kasih... buat apa... "Langit


"Terima kasih karena mau membawa Rachel kembali.... "Nico


"Apa kamu tak mau kembali ke rumah... "Langit


"Nico... ke rumah... maksud papi"Nico


"Apa kamu mau juga kembali jika Rachel kembali ke rumah... "Langit


"Apa papi... boleh Nico pulang... "Nico

__ADS_1


"Tentu saja... pasti mommy dan Rachel senang kalau kamu kembali"Langit


"Papii... Nico sayang banget ama papi"Nico memeluk Langit sambil terisak.


"Sudah papi bilang... malu ama badan... masih aja cengeng... "Langit mengusap punggung Nico. Ia pun menahan agar air matanya tak jatuh...


Mia dan Rachel sore ini lagi duduk di taman belakang rumahnya. Rachel asik dengan cemilan sambil bermain ponselnya


Langit mengetuk pintu rumah dengan tergesa. Keluar pelayan rumah yang telah Langit kenal. Ia langsung menuju taman belakang rumah.


"Sore.... boleh papi duduk... "ucap Langit dihadapan Rachel dan Mia yang lagi duduk di kursi.


Rachel mendongakan kepalanya...


Ia begitu kaget melihat Papi nya sudah ada dihadapannya


"Papi.... "Rachel


"Sayang... kamu nggak kangen papi... nggak ingin memeluk papi... "Langit.


"Papi... Rachel kangen... "Rachel berdiri dan langsung memeluk erat Langit.


Langit yang tanpa sadar juga langsung menggendong putrinya ala koala. Ia lupa Rachel lagi hamil....


"Kak... Rachel jangan terlalu erat pelukannya... kasihan bayi dalam perutmu... "Mia mengingatkan...


Langit mengendorkan pelukannya dan duduk di sofa dengan Rachel masih di pangkuannya.


"Papi... Rachel sayang papi... "Rachel menciumi kedua pipi Langit.


"Papi juga sayang banget ama Rachel... "Langit menngecup dahi putrinya


"Kenapa papi nggak ngomong mau kesini... "Rachel


"Papi mau buat kejutan buat putri papi yang cantik ini"Langit mencubit pipi Rachel


"Kalau Rachel tahu papi mau kesini... Rachel mau minta dibeliin asinan buah bogor"Rachel


"Besok papi beli semua yang kamu inginkan.. "Langit


"Janji ya pi.... "Rachel


"Ya papi janji beliin apa yang kamu mau dan inginkan... "Langit


"Papii....... "Rachel memeluk Langit dengan melingkarkan tangannya di leher papinya


Mia yang menyaksikan Langit dan Rachel berpelukan tak berhenti mengucapkan syukur. Ia senang banget melihatnya.....


*********************

__ADS_1


Jangan lupa like koment dan vote


Terima kasih


__ADS_2