
Sudah dua hari Mia terbaring di brankar rumah sakit ini. Matanya seolah enggan dibuka. Mama Mia menangis melihat kondisi anaknya, yang semakin kurus.
Jino duduk dikursi sebelah tempat tidur Mia.
Ia terus berdoa agar Mia segera sadar.
"Apa sebenarnya sakit anak saya ,dokter"tanya mama Mia kepada dokter yang datang memeriksa keadaan Mia siang ini.
"Sebenarnya anak ibu tidak ada sakit apa2, mungkin hanya pikiran dan kejiwaannya yang lagi sakit. Sepertinya ia enggan membuka mata,takut menghadapi masalah yang menjadi pikirannya."jawab dokter itu
"Maksud dokter,anak saya tidak menderita sakit apa apa"Mama Mia kembali bertanya.
"Ya.... Dia seakan malas membuka mata dan betah dengan tidurnya. Tak ada keinginan dari dirinya buat sembuh. Maaf.... apa anak ibu ada masalah sebelumnya, dan sebaiknya
pertemukan dia dengan orang terdekat dan paling disayangnya, mungkin bisa membuat semangatnya buat sembuh kembali"ujar dokter.
"Baiklah dok, saya akan berusaha mendatangkan orang yang paling dekat dan disayangnya"lirih mama Mia...
"Baiklah bu, saya permisi dulu. Usahakan buat secepatnya mendatangkan orang yang paling dicintainya sebelum dia benar benar nyaman dengan tidurnya"pesan dokter sebelum meninggalkan ruang rawat Mia.
"Terima kasih dok.... "
##########
__ADS_1
"Papa nggak setuju jika anak itu harus datang"ucap papa Mia, ketika mama Mia meminta persetujuan mendatangkan Langit kerumah sakit
"Pa... ini satu satu cara agar Mia bangun dari tidur panjangnya, apa papa baru setuju Langit datang ketika Mia udah tidur buat selamanya"lirih Mama Mia
"Tapi jika anak itu datang, masalah pasti bertambah, Mia dan Jino akan segera menikah. Papa nggak mau gara gara anak itu semuanya berantakan"
"Pa... aku mohon.... Mia udah kuanggap seperti anak kandungku,apapun akan ku lakukan, setuju atau tidak setuju mama akan mendatangkan Langit. "
"Mama harus bertanggungjawab jika Mia nggak mau menikah ama Jino. Papa nggak mau tahu, pernikahan harus tetap dilaksanakan."ujar Papa Mia
###########
"Mia..... bangun sayang, aku janji akan menjagamu selamanya. Jangan tinggalkan aku, Mia.... bangunlah.... "Langit menangis sambil memeluk tubuh gadis yang sangat di cintainya, yang tampak sangat pucat...
"Tante.... apa yang terjadi, mengapa Mia sampai di rawat"Langit bertanya ama Mama Mia.
Di sini Langit sekarang berada, dia sangat terkejut mendapat kabar Mia lagi di rawat.
"Apa ini karena perbuatan mu.... "Langit mengcengkeram kerah baju Jino.
"Aku tidak ada melakukan apa apa, dia itu tunanganku,jadi tak mungkin aku mencelakai nya. "Jino berkata dengan penekanan
"Udah Langit, Jino jangan bertengkar ini rumah sakit... "Lerai mama Mia...
__ADS_1
"Mia.... sayang.... bangun, ini aku sayang... Langit"Langit duduk di kursi samping tempat tidur Mia sambil menggenggam tangan gadis itu.
"Tante... biar Langit yang menjaga Mia, tante bisa istirahat dulu..... Dan kamu bisa pulang, tinggalkan aku berdua Mia"ucap Langit tertuju kepada Jino
"Apa kamu lupa Lang, aku tunangan Mia, aku yang lebih berhak disamping Mia... "Lirih Jino
Mama Mia menggenggam lengan Jino membawanya keluar sebelum pertengkaran terjadi,karena dia melihat Jino dan Langit yang lagi sama sama emosi.
"Nak Jino, mama mohon maaf, untuk kali ini biarkan Langit yang menjaga Mia, demi kesembuhannya. Nak Jino, dengarkan apa yang diomongin dokter kemaren"ujar mama Mia setelah mengajak Jino keluar dari kamar rawat Mia, agar Jino dan Langit tidak berdebat lagi.
"Tapi ma, Jino juga ingin menjaga Mia.... "
"Apa nanti nak Jino dan Langit tidak bertengkar jika berdua di dalam menunggu Mia. Karena mama nggak mau pertengkaran kalian di dengar Mia, dan membuat dia tambah enggan buat sadar" tanya mama Mia
"Ma,....Jino janji nggak akan berdebat lagi ama Langit, biar Jino duduk di sofa aja. Tapi biarkan Jino tetap di kamar menjaga Mia ma, Jino mohon ma"pinta Jino
"Baiklah nak Jino, kita sama sama menjaga Mia, tapi mama juga mohon biarkan Langit dekat Mia, mungkin dengan cara ini Mia akan segera sadar"
Jino dan mama Mia kembali masuk ke ruang rawat inap Mia, dan duduk di sofa berdua mama Mia.
Jino melihat dengan rasa cemburu ketika Langit terus menggenggam tangan Mia sambil sesekali mengecupnya lembut....
*************************
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment
Terima kasih