Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 62


__ADS_3

Mia menangis di dalam kamarnya. Dia tak habis pikir kenapa Langit sekarang berubah, dia seakan tak mengenal siapa Langit lagi.


Mia terus menangis, menyesal mengapa harus kembali ke kota ini dan bertemu Langit lagi.


Sampai tengah malam Mia masih menangis di kamarnya. Ani asistennya heran karena Mia tak ikut dalam kegiatan dan mencoba menghubungi ponsel Mia, tapi hanya pesan yang diterimanya, Mia mengatakan kurang enak badan dan harus istirahat.


Di kamar lain, Langit merenungi kata kata Mia. Apa dia sudah keterlaluan,sehingga Mia sampai berkata kasar padanya. Mia yang di kenalnya tak pernah sanggup menyakiti orang dengan kata kasarnya. Atau memang Mia telah berubah.


##########


Pagi hari sebelum menuju hotel di tepi pantai seluruh karyawan sarapan pagi.


Langit mencari keberadaan Mia, tapi wanita itu tak nampak juga. Sampai siang saat bus akan membawa karyawan menuju pantai tempat selanjutnya mereka berlibur barulah Mia tampak.


Dia datang dengan memakai kaca mata menutup mata nya yang bengkak karena menangis semalaman.


Mia melewati begitu saja Langit yang berdiri disamping bus. Dia tak peduli pandangan heran karyawan lain, karena merasa Mia yang kurang sopan terhadap atasan.


Langit masuk ke mobil nya dan menyetir mengikuti bus di depannya. Sandra telah pulang pagi tadi karena ada acara keluarganya.


###########


Mia hanya berdiam diri di kamarnya,tak mengikuti yang lain yang asyik bermain pasir dipantai. Asam lambungnya kambuh karena dari kemaren tak ada mengisi perutnya. Dia telah menelpon Ani asistennya dan mengatakan kalau dia kurang sehat sehingga harus istirahat di kamar.


"Kemana bu Mia, mengapa dari tadi tak tampak"Langit bertanya dengan Ani sebagai asisten Mia.


"Bu Mia minta maaf pak, karena harus dikamar aja karena kurang sehat"jawab Ani.


Langit pun berlalu meninggalkan pantai dimana seluruh karyawan nya lagi bermain.


Mia merasa perut yang terasa sakit. Dia mencoba menahan rasa sakit dengan tidur meringkik.


Langit membuka pintu kamar Mia dengan kunci cadangan yang dimintanya sama manager hotel. Hotel ini adalah hotel punya papanya, jadi tak sulit bagi Langit buat meminta apa yang diinginkannya.


Dia masuk ke kamar dengan jalan perlahan, dan melihat Mia yang tidur meringkik menahan sakit perutnya.


"Makan bubur nih,setelah itu minum obat, biar sakitmu sedikit berkurang. Udah bersuami tapi masih tak bisa menjaga diri. Udah tahu asam lambung, masih aja makan tak teratur"Langit meletakan bubur dan obat di meja samping tempat tidur Mia.


"Terima kasih pak.... maaf merepotkan. Tapi saya bisa menjaga diri saya"ucap Mia dan duduk bersandar di ranjang.


Langit melihat wajah Mia yang pucat dan mata yang masih bengkak karena menangis.

__ADS_1


Dia duduk disamping Mia dan menangkup wajah wanita itu dengan kedua tangannya.


"Kalau marah jangan sampai menyakiti diri sendiri. Apa kamu pikir,dengan menyakiti dirimu rasa marahmu akan hilang"Langit mendekatkan wajah nya ke wajah Mia yang dipegangnya.


Langit mengecup kedua mata Mia yang bengkak dan juga mengecup bibir Mia yang pernah menjadi candunya.


Mia terpaku melihat tindakan Langit, jujur dia juga merindukan kecupan itu.


Tapi Mia menyadari ini salah, dia pun mendorong wajah Langit menjauh agar melepaskan kecupan di bibirnya.


"Maaf pak..... kalau tak ada perlu lagi, silakan keluar, saya mau istirahat"ucap Mia.


Langit berdiri dan meninggalkan Mia sendiri keluar dari kamarnya. Sebelum Langit menutup kembali pintu kamarnya Mia berucap...


"Terima kasih pak, karena telah membawa makanan dan obat buat saya"


################


Malam harinya seluruh karyawan kembali berkumpul di tepi pantai dan membuat api unggun sambil membakar jagung buat cemilan.


Mia juga ikut bersama yang lainnya, karena tak enak jika dia terus di kamar.


"Bu Mia... siang tadi bapak Langit menanyakan ibu"ujar Ani.


"Kelihatannya bapak Langit ada perhatian ama Bu Mia... karena saya selalu memperhatikan matanya yang terus memandang ibu kalau lagi bersama"ucap Ani lagi.


Mia dan Ani tak jadi melanjutkan obrolannya mendengar asisten Langit yang ingin berbicara.


"Perhatian semuanya, apa semua setuju jika kita meminta pak Langit buat menghibur kita dengan membawa lagu kesayangannya"ucap Farrel asistennya Langit.


"Setujuuuu........ "serempak mereka menjawab.


Langit duduk ditengah tengah karyawannya yang bersantai sambil menikmati suasana malam di tepi pantai.


"Baiklah saya mencoba menyanyikan sebuah lagu.... "


Langit mulai memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu.... Judika....aku yang tersakiti


Pernahkah kau merasa


Jarak antara kita

__ADS_1


kini semakin terasa


setelah kau kenal dia


Aku tiada percaya


teganya kau putuskan


indahnya cinta kita


yang tak ingin kuakhiri


kau pergi tinggalkanku


Tak pernahkah kau sadari


akulah yang kau sakiti


engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari


Oh Tuhan tolonglah aku


hapuskan rasa cintaku


akupun ingin bahagia


walau tak bersama dia


Suara Langit mulai serak menahan tangisnya. Dia tak mau menangis dihadapan seluruh karyawannya dan juga Mia, yang memperlihatkan kerapuhannya.


Semua terhanyut suasana, terdiam menghayati lagu yang dibawa Langit dengan penuh perasaan.


Tak ada yang menyadari diam diam Mia meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


Dia takut tak bisa menahan tangisnya mendengar Langit membawa lagu itu yang seakan menyindir dirinya.


Jika dia menangis di tempat itu pastilah seluruh karyawan akan heran melihatnya.


*********************


Jangan lupa like dan komentnya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2