
Bandar udara Changi Singapura...
"Lang.. sebaiknya kamu nggak usah ikut Mia ke apartemen,kamu nginap di hotel aja ya"bujuk Mia
"Nggak bisa Mia, aku harus ikut. Aku tak mau terjadi sesuatu sama kamu"
"Lang.... papa nggak mungkin memukulku"
"Tapi dia bisa melakukan hal kejam lainnya, aku nggak mau itu terulang"
"Tapi kamu janji nggak akan emosi kalau papa marah ama Mia.... "
"Aku tak bisa janji.... "lirih Langit.
"Lang........ "rengek Mia.
"Kalau kamu nggak mau janji, kita nggak jadi temui papa"
"Tergantung situasi Mia, seandainya papa mu kelewat batas aku nggak mungkin tinggal diam"
#############
Didalam apartemen.....
"Ada perlu apa kalian kemari. Tindakan bodoh apa lagi yang kamu lakukan Mia"tanya papa marah begitu melihat kedatangan aku dan Langit.
"Pa..... maaf Mia nggak bisa menuruti keinginan papa lagi, Mia mau pisah ama Jino"
"Sebenarnya apa yang Jino lakukan sampai kamu ingin cerai"tanya papa Mia.
"Mengapa papa nggak kaget dan marah mendengar Mia minta pisah"tanya Mia karena menyadari papanya bersikap tenang.
__ADS_1
"Kemaren Jino baru menelpon papa, menanyakan apa kamu ada disini. Ketika papa tanya apa yang terjadi, Jino meminta maaf, ia bilang semua karena salahnya sehingga menyebabkan kamu pergi dari rumah. Tapi Jino tak mau mengatakan kesalahan apa sebenarnya yang telah dia lakukan"
"Pa.... kak Jino menjalin hubungan ama seorang wanita, dan sekarang wanita itu hamil. Mia nggak mau dimadu pa. Mia mau cerai"ucap Mia
"Apa karena kamu bersama lelaki ini yang menyebabkan Jino selingkuh"Tunjuk papa ke arah Langit.
"Pa.... kak Jino sudah hampir satu tahun menjalin hubungan dengan wanita itu, Mia baru ketemu lagi ama Langit 4 bulan ini."ucap Mia.
Papa Mia tampak menarik nafasnya sebelum mengucapkan katanya. Mia hanya menunduk tak berani memandangi wajah papanya.
"Papa minta maaf nak, kalau papa memaksamu menikah. Tapi papa lakukan itu semua untuk membalas budi papa Jino.
Waktu kamu berumur 5 tahun kamu mengalami kecelakaan dan saat itu banyak memerlukan darah, sedangkan stok darah lagi kosong. Untung ada papa Jino yang mendonorkan darahnya sehingga nyawa mu tertolong. "papa berhenti bicara sejenak dan menarik napasnya.
"Ketika Jino dan papanya datang ke Singapura ingin menanamkan modal di perushahan papa, kami mengundangnya makan malam. Jino kaget melihat fotomu dan mengatakan kamu adalah mantan pacarnya dan saat itu masih mencintaimu, tapi sayang kamu udah ada yang punya,kata Jino sma kami"
"Sejak itulah papa mempunyai niat menjodohkan kamu ama Jino untuk membalas budi papanya"
Melihat mata papanya yang memerah menahan tangis, Mia mendekatkan duduknya, dan memeluk papanya....
"Pa.... Mia juga minta maaf, karena selama ini udah membuat papa kecewa. Mia tak pernah ngabari papa, gimana keadaan Mia sejak nikah. Mia salah.... karena selama ini Mia marah ama papa.... maaf pa"Mia menangis dipelukan papanya.
Mama Mia dan Langit yang melihat itu juga ikut terharu.
"Sekarang papa nggak akan memaksakan apa mau papa, semua keputusan papa serahkan ama Mia, mana yang terbaik dan membuat Mia senang, lakukanlah itu"ucap Papa
"Pa..... terima kasih. Mia akan minta cerai ama Jino,apa papa tak keberatan"tanya Mia
"Lakukanlah apapun itu yang menurutmu baik"
"Om... mohon maaf kalau saya pernah membuat om sakit hati dan marah. Tapi saya benar benar mencintai Mia, apapun yang membuat Mia bahagia,akan saya lakukan"
__ADS_1
"Om... juga minta maaf, karena memisahkan kalian berdua,om tak pernah menyangka cintamu begitu besar buat Mia."ujar papa Mia.
"Om... saya rasa ini bukan waktu yang tepat buat bicara, tapi saya nggak ingin nanti om jadi salah paham jika melihat kami terus bersama. Saya meminta izin ingin menjalin kembali hubungan dengan Mia."ujar Langit.
"Kenapa terburu buru banget ngomongnya, proses perceraian aja belum. Apa kamu takut ada orang lain lagi yang mendahului kamu menjalin hubungan ama Mia"canda papa
"Oom.... bisa aja. Tapi saya emang takut kehilangan Mia lagi...He... he.. "Langit tertawa menyadari ucapannya.
"Om.... maaf, bukan saya bermaksud lancang, saya ingin membantu om, membayar pinjaman om ama papa Jino. Om bisa menuliskan berapa nominalnya sendiri"Langit menyodorkan cek kosong kehadapan papa Mia
"Apa kamu bermaksud membeli anak saya"sarkas papa Mia
""Bukan itu maksud saya om.... saya benar ikhlas membantu,semua saya lakukan karena Mia"Langit mengarahkan pandangan nya pada Mia.
"Nggak usah Lang... biar Mia yang bantu papa nanti membayarnya"Mia mengembalikan cek itu ketangan Langit.
"Om... Mia.... saya mohon terimalah. Saya ingin melakukan sesuatu buat orang yang saya sayangi"pinta Langit
"Saya akan sedih jika bantuan saya yang tak seberapa ini om tolak. Om... tante.... saya tak bisa mengucapkan seberapa besarnya rasa terima kasih saya karena om telah membesarkan Mia. Sehingga saya bisa bertemu dengan wanita cantik, dan baik ini"Langit memegang tangan Mia.
"Maaf nak Langit, untuk saat ini om tak mungkin menerimanya, kalau ada orang yang tau kamu membantu saya, pasti orang orang akan salah sangka, dikira nanti saya sengaja memusahkan Mia ama Jino karena kamu membantu saya. Tapi lain halnya bantuan itu kamu beri setelah kamu resmi menikah ama Mia. Kamu simpan kembali aja dulu cek ini"ucap Papa Mia
"Baiklah om... tapi saya harap om tidak menolaknya jika saya telah nikah nanti"
"Om akan buat kamu bosan nantinya karena om yang sering minta bantuanmu setelah kalian nikah.... ha... ha... "canda Papa Mia
"Udah ngobrolnya, udah malam. Mari kita makan lagi,bibi udah mama minta masak yang banyak tadi"mama mengajak semuanya ke meja makan.
**********************
Jangan lupa like.... koment dan votenya
__ADS_1
Terima kasih