Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 58


__ADS_3

Mia duduk sendiri sambil termenung di sebuah cafe, wanita itu masih memikirkan sikap Langit terhadapnya.


"Aku emang tak pantas mendapat maaf darimu, tapi aku juga tak bisa menutupi rasa kecewaku ketika kau memperlakukan diriku seolah kita tak pernah kenal"batin Mia.


Mia mengaduk makanannya tanpa ada selera. Ketika matanya memandang kearah pintu masuk, dia melihat kedatangan orang yang ada dalam pikirannya beberapa hari ini.


Langit menuju meja diseberang meja Mia.


Dia melewati tempat duduk Mia tanpa menoleh sedikit pun pada wanita yang pernah sangat di cintainya itu.


Mia merasakan dadanya terasa nyeri melihat sikap Langit.


"Apa kamu sangat membenci Mia, Lang. Tidak adakah maaf buat Mia."gumam Mia.


Mia memperhatikan setiap gerakan Langit. Setelah Langit menghabiskan makanannya,Mia bangun dari duduknya dan menghampiri Langit.


"Lang.... apa kabar"sapa Mia dengan canggung ketika sampai di meja Langit.


"Hhmmmmmm..... "Langit hanya menjawab dengan berdehem.


"Lang... bisa kita bicara"ucap Mia lagi karena Langit yang hanya diam.


"Apa ada yang perlu kita omongin lagi. Ku rasa kita tak ada hubungan apa apa lagi yang perlu di bahas"ujar Langit.


"Lang..... Mia minta maaf kalau selama ini membuat kamu marah dan kecewa ama Mia"lirih Mia...


"Mia... tau kalau Mia salah, pergi begitu aja tanpa berita... tapi...... "

__ADS_1


"Kalau kamu menghampiri ku hanya ingin membicarakan masa lalu, maaf... aku tak ada waktu, karena aku juga udah melupakan semuanya.....termasuk melupakan bahwa kita pernah kenal"Langit memotong ucapan Mia, dan langsung bangun meninggalkan Mia menuju kasir dan pergi meninggalkan tempat itu.


Mia memandang punggung Langit yang pergi meninggalkan dirinya.


Mia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak setelah kepergian Langit....


"Apa kamu benar benar tak bisa memaafkan Mia,sebesar apakah kebencianmu pada Mia"gumam Mia...


Langit tak benar benar meninggalkan cafe itu.


Dia melihat Mia yang menangis tersedu dari jendela tempat dia berdiri.


"Aku tak mau terluka lagi,karena luka yang kau torehkan masih belum sembuh. Kamu sekarang sudah jadi milik orang lain,aku harus melupakan mu"gumam Langit.


Sampai beberapa saat Langit masih berdiri ditempatnya, dia melihat wanita yang sampai saat ini masih sangat dicintainya itu masih menangis. Sebenarnya Langit ingin menghampirinya, tapi dia takut dia tak bisa melepaskan Mia nantinya, sedangkan dia sadar bahwa tak mungkin memiliki Mia lagi.


Hatinya terluka mendapat perlakukan Langit, walau dia sadar betul, semua itu pantas dia dapatkan, tapi hatinya tak bisa ditipu kalau dia juga terluka selama ini.


###########


Mia memasak buat makan malam nya bersama Jino.


Setelah semua selesai,dia memanggil Jino di ruang kerjanya...


"Kak..... makanan nya dah selesai, apa kakak bisa makan sekarang, takut keburu dingin"ucap Mia didepan pintu ruang kerja Jino


"Ya... Mia, kakak akan segera makan, Tunggu di meja makan aja,kakak mau beresin ini dulu ya"

__ADS_1


Di meja makan Mia dan Jino makan tanpa ada suara. Beginilah kehidupan Mia selama setahun pernikahannya.


Diantara mereka tidak banyak bicara. Hanya seperlunya aja.


"Gimana kerjaan Mia, apa betah ditempat kerja sekarang"tanya Jino memecahkan kecanggungan diantara mereka.


"Sejauh ini masih tak ada yang menyulitkan Mia"jawab Mia


"Kalau kamu merasa tidak cocok dan betah, kamu bisa resign dan kerja sama kakak"


"Kak.... Mia udah tak ingin membahas ini lagi. Mia udah sering bilangkan, kalau Mia tak mau kerja ditempat kakak karena Mia ingin mencari pengalaman kerja tanpa bantuan siapapun"


Mia bangun dari duduknya dan membereskan semua piring kotor bekas makan nya dan segera mencucinya.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Mia izin masuk kamar...


"Kak... Mia masuk kamar dulu ya, karena masih ada kerjaan yang ingin Mia selesaikan"pamit Mia pada Jino yang duduk di sofa sambil menonton televisi...


"Hhmmmm............ "gumam Jino menjawab, dan melihat Mia masuk ke kamarnya.


Setahun pernikahan mereka, Mia dan Jino memang belum pernah tidur bersama. Mereka selalu tidur dengan kamar yang terpisah.


"Sampai kapan kamu akan begini Mia. Aku juga lelaki normal, yang ingin kebutuhan biologisku sebagai seorang suami terpenuhi. Apa aku begitu tak pantasnya mendapat cintamu dan juga tubuhmu, padahal kau telah resmi menjadi istriku"gumam Jino....


*********************


Jangan lupa like dan komentnya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2